SHOPPING CART

close
Kultum

Cadar: Bikin Sejuk atau Sumuk?

Pertama kali saya lihat orang pakai cadar itu waktu saya masih SD, yaitu di televisi, dalam sebuah film ninja. Hehehe…

Eh baiklah kita serius dulu ya.

Pertama kali saya lihat perempuan pakai cadar itu sekitar tahun 1996. Waktu itu saya sedang menyelesaikan studi s1 di Kairo. (Ada yang ngitung tuh, kira-kira berapa ya umur saya sekarang, hehe…)

Mereka yang pakai cadar itu tidak banyak. Hanya saja bila kelihatan beberapa perempuan, biasanya ada yang pakai cadar. Tapi tetap lebih banyak yang tidak pakai cadar. Sebagian malah tidak pakai jilbab.

Kalau dibandingkan dengan perempuan yang tidak pakai jilbab, sepertinya seimbanglah.

Saya sendiri senang lihat perempuan pakai cadar. Terasa sejuk, gitu… Hehehe…

Meskipun mungkin bagi sebagian orang, cadar itu bikin panas. Khususnya bagi bapak rektor itu tuh… Hehe… (Mohon maaf ya, bapak rektor.)

Terus-terang sebagai lelaki normal dan sehat, saya suka lihat perempuan cantik. Namun entah mengapa, dari dulu saya merasa risi lihat perempuan cantik.

Suka, tapi merasa tidak nyaman. Mungkin karena bikin pikiran jadi ingat yang aneh-aneh… Meskipun masih wajar dan halal. Apa itu, tahu sendirilah hehe…

Jadinya ya itu tadi, malah jadi tidak nyaman.

Bagaimana kalau lihat perempuan cantik, tapi tidak pakai jilbab?

Dari dulu saya juga suka lihat, tapi ya sebatas lihat saja. Seperti lihat makanan sepertinya lezat, tapi tidak begitu tertarik. Kurang selera saja. Hehe… Maaf ya. (Ah, masa iya… Ndak percaya…)

Suatu saat saya menyimak acara debat antara Dr. Zakir Naiq dengan Dr. Shalah. Debat yang sangat ilmiah sekaligus super santun.

Dr. Shalah berpendapat, cadar itu wajib. Lalu keluarlah beberapa dalil dan dalalah-nya. Kemudian beliau memberikan tambahan, kurang lebih artinya:

“Kecantikan wanita itu 90 persen ditentukan oleh wajah. Oleh karena itu sudah sepantasnya wajah harus ditutup, sehingga tidak menimbulkan fitnah.”

Dr. Zakir Naiq memperhatikan dengan tenang sambil tersenyum.

Kemudian tibalah giliran Dr. Zakir Naiq untuk membantah argumen Dr. Shalah.

Dengan sangat cermat, Dr. Zakir Naiq menyampaikan bantahan. Intinya cadar itu sunnah, bukan wajib. Beliau juga menambahkan:

“Bagian wajah yang paling menarik adalah mata. Tapi mata perempuan yang pakai cadar malah diperlihatkan, tidak ikut ditutupi. Harusnya kalau wajah wajib ditutup, maka mata juga harus ditutup.”

Dr. Zakir Naiq masih memberikan tambahan:

“Hasil penelitian menunjukkan, bila laki-laki memandang perempuan, 60 persen perhatiannya tertuju pada (mohon maaf) payudara… Jadi wajah berada pada peringkat yang lebih bawah.”

Saya perhatikan Dr. Shalah terkejut. Namun dari caranya menahan senyum, saya pun yakin bahwa Dr. Shalah menyetujui Dr. Zakir Naiq.

Ayo siapa yang ikut tersenyum… Berarti setuju juga ya… Hehe…

Para akhwat yang pakai cadar itu saya yakin karena dorongan semangat beragama. Silakan buka kitab-kitab fiqih. Di sana ada penjelasan, antara sunnah dan wajib. Kita doakan semoga mereka bisa istiqamah.

Bagi kita meskipun tidak mampu melaksanakan, minimal janganlah sampai membenci perintah agama.

Semoga Allah Swt. memberikan kemudahan kepada kita semua untuk mencintai perintah Allah, baik yang wajib maupun yang sunnah.

Amin amin amin…

***

Bagi kita yang merasa penasaran dengan dialog antara Dr. Zakir Naiq dan Dr. Shalah, silakan simak video berikut ini.

***

Tags:

0 thoughts on “Cadar: Bikin Sejuk atau Sumuk?

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...