SHOPPING CART

close
Merawat Cinta

Amalan Mahabbah Untuk Suami atau Istri

Ini kisah sungguhan. Suatu hari seorang kawan baik mendekati saya dan menanyakan, apakah saya punya amalan mahabbah. Karena beliau sedang ada masalah dengan pasangannya. Lalu ingin menyelesaikan masalah tersebut dengan amalan mahabbah ini.

Bagi kita yang pernah hidup di pesantren tradisional pasti sudah familiar dengan istilah ini. Tapi bagi masyarakat umum mungkin banyak yang belum memahaminya.

Apa itu mahabbah?

Mahabbah itu artinya cinta. Dari kata a-hab-ba yu-hib-bu ma-hab-ba-tan. Nama lainnya adalah mawaddah. Amalan mahabbah maksudnya amalan yang bisa menambah cinta.

Bila seorang suami memberikan uang yang banyak pada istrinya, insya Allah cintanya pada suami akan bertambah. Maka uang itu merupakan mahabbah. Demikian pula apabila seorang istri pandai bikin masakan yang lezat, terutama yang menjadi kesukaan suami, maka itu juga mahabbah.

Tapi kalau seseorang menanyakan amalan mahabbah, biasanya bukan itu yang dia maksudkan. Tapi bacaan tertentu yang dilafazkan secara rahasia oleh seseorang dengan tujuan orang lain akan mencintainya, meskipun awalnya orang lain tersebut tidak pernah punya perasaan kepadanya. Atau bahkan sangat membencinya.

Jadi mahabbah itu sama dengan ilmu pelet atau pengasihan?

Iya, tepat sekali. Jadi mahabbah itu mirip dengan ajian jaran goyang atau Semar mesem, hehe…

Cuma ada bedanya. Jaran goyang dan Semar mesem itu biasanya pakai mantra bahasa Jawa. Sedangkan mahabbah ini pakai bahasa Arab, atau bahkan dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an dan shalawat…

Lalu apa hukumnya mahabbah?

Di sinilah kita harus jeli. Ada mahabbah yang halal dan ada yang haram.

Mahabbah yang halal adalah mahabbah yang tumbuh dari kesadaran kita, bahwa semua yang baik, indah dan sempurna itu berasal dari Allah. Adapun semua yang buruk, najis dan jauh dari sempurna itu berasal dari manusia, termasuk dari diri kita sendiri.

Jadi kita melafazkan ayat-ayat Al-Qur’an maupun shalawat itu seharusnya sambil dirasakan maknanya. Dari situlah kemudian muncul kesadaran untuk selalu bersikap dan berbuat yang baik-baik saja. Menghindari perbuatan yang buruk-buruk, apalagi yang merugikan orang lain.

Dia-lah Allah, sumber segala cinta dan kasih sayang. Dia-lah yang menumbuhkan segala perasaan suci dan agung. Cinta yang murni bagi semua pasangan sejati yang diridhai-Nya.

Inilah mahabbah yang halal. Bahkan mahabbah yang penuh barakah…

Allahu a’lam.

Tags:

0 thoughts on “Amalan Mahabbah Untuk Suami atau Istri

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Prodi Hukum Keluarga Islam