SHOPPING CART

close

Inilah Mengapa Anak Belum Baligh Tetap Wajib Disuruh Puasa

Jawabannya sudah jelas: Harus dilatih puasa, sebisanya. Dan terus ditingkatkan dari tahun ke tahun.

Selanjutnya berikut ini sedikit informasi yang bisa kami sampaikan, semoga ada manfaatnya…

Teladan Para Shahabat

Memang sebenarnya anak-anak yang belum baligh belum mendapatkan kewajiban untuk melaksanakan puasa Ramadhan. Namun membiarkan mereka tidak puasa sama sekali bukanlah sikap yang tepat.

Meskipun kita tidak mendapatkan sebuah ayat atau hadits yang secara khusus memberikan perintah kepada orang tua untuk melatih anak-anak melaksanakan puasa, seperti Rasulullah Saw. memberikan perintah kepada orang tua untuk melatih anak-anak mendirikan shalat. Setidaknya kita mendapati sebuah riwayat yang menerangkan teladan yang diberikan para murid Rasulullah Saw., yaitu para shahabat.

Untuk itu, marilah kita simak bersama kisah berikut ini:

عَنِ الرُّبَيِّعِ بِنْتِ مُعَوِّذِ بْنِ عَفْرَاءَ قَالَتْ : أَرْسَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَدَاةَ عَاشُورَاءَ إِلَى قُرَى الأَنْصَارِ الَّتِى حَوْلَ الْمَدِينَةِ : مَنْ كَانَ أَصْبَحَ صَائِمًا فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ وَمَنْ كَانَ أَصْبَحَ مُفْطِرًا فَلْيُتِمَّ بَقِيَّةَ يَوْمِهِ . فَكُنَّا بَعْدَ ذَلِكَ نَصُومُهُ وَنُصَوِّمُ صِبْيَانَنَا الصِّغَارَ مِنْهُمْ إِنْ شَاءَ اللَّهُ وَنَذْهَبُ إِلَى الْمَسْجِدِ فَنَجْعَلُ لَهُمُ اللُّعْبَةَ مِنَ الْعِهْنِ ، فَإِذَا بَكَى أَحَدُهُمْ عَلَى الطَّعَامِ أَعْطَيْنَاهَا إِيَّاهُ عِنْدَ الإِفْطَارِ

Dari ar-Rabî’ binti Mu’awwidz bin ‘Afrâ’, ia berkata: Pada waktu siang ‘Asyura Rasulullah Saw. mengirimkan pesan ke seluruh kaum Anshar di sekitar Madinah:

“Barangsiapa berpuasa sejak waktu shubuh, hendaknya dia menyempurnakan puasanya. Barangsiapa sejak waktu shubuh tidak puasa, hendaknya mulai puasa hingga akhir hari.”

Setelah itu kami pun berpuasa dan melatih anak-anak kami yang masih kecil untuk berpuasa, dengan izin Allah. Di mana kami pergi ke masjid, lalu kami membuatkan mainan dari benang untuk mereka. Bila di antara mereka ada yang menangis karena ingin makan, kami memberikannya pada waktu berbuka.”

(HR. Muslim)

Baca Juga: 

Apakah Menangis Bisa Membatalkan Ibadah Puasa?

***

Penjelasan Imam an-Nawawi

Dalam kitab Syarah Shahîh Muslim yang ditulis Imam an-Nawawi terdapat penjelasan, bahwa apabila anak-anak itu menangis karena lapar, ibu-ibu mengajak mereka bermain dengan mainan benang tersebut, sehingga mereka lupa. Mereka baru akan mendapatkan makanan pada waktu berbuka, yaitu ketika telah tiba waktu adzan maghrib.

Demikianlah kreativitas dan peranan kaum ibu di zaman shahabat dalam rangka menyiapkan generasi yang kuat secara jasmani dan rohani. Memang waktu itu mereka masih anak-anak, tapi di masa yang akan datang mereka akan menjadi para pemimpin.

Oleh karena itu tidak heran, sejarah memberikan kesaksian, bahwa akhirnya mereka menjadi para pemimpin yang amanah. Tentu keberhasilan itu adalah juga berkat didikan dan latihan yang diberikan kaum ibu.

Baca Juga: 

Inilah Penjelasan Anak Yatim Tidak Termasuk Penerima Zakat

***

Kisah Seorang Pemabuk

Telah dilatihnya anak-anak untuk berpuasa itu juga ditegaskan dalam atsar yang lain. Suatu saat seorang pemabuk di bulan Ramadhan dihadapkan kepada Khalifah ‘Umar bin Khaththab. Pada saat itulah ‘Umar memperingatkan pemabuk itu, bahwa anak-anak kecil saja berpuasa, mengapa orang itu malah minum-minuman keras.

قَالَ عُمَرَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ لِنَشْوَانٍ فِى رَمَضَانَ وَيْلَكَ ، وَصِبْيَانُنَا صِيَامٌ . فَضَرَبَهُ

‘Umar berkata kepada orang yang mabuk di bulan Ramadhan, “Celakalah kamu. Padahal anak-anak kecil saja berpuasa.” Lalu ‘Umar menghukum orang itu dengan hukuman cambuk.

(Atsar riwayat Bukhari)

Dalam atsar di atas, ‘Umar bin Khaththab mencela perbuatan orang itu. Dia sudah dewasa tapi tidak bisa melaksanakan puasa. Dia kalah oleh anak-anak kecil. Anak-anak kecil saja bisa melaksanakan puasa, sementara dia tidak. Dengan demikian, jelas bahwa para shahabat sudah melatih anak-anak sejak kecil untuk melaksanakan puasa. Oleh karena itu, adalah sikap yang tidak tepat apabila kita membiarkan anak-anak tidak melaksanakan puasa sama sekali.

Baca Juga: 

Inilah Penjelasan Bahwa Janda Bukan Termasuk Penerima Zakat

***

Penutup

Demikian sedikit penjelasan mengenai alasan bahwa anak-anak meskipun belum baligh tetap wajib disuruh puasa. Bila ada tambahan keterangan ataupun koreksi, mohon disampaikan pada kolom komentar. Allahu a’lam.

Informasi lebih lanjut mengenai beberapa kesalahan umum yang berkaitan dengan puasa dapat kita simak pada artikel ini: Inilah Beberapa Kesalahan Umum dalam Puasa

_________________________

Bacaan Utama:

Buku: Kesalahan-kesalahan Yang Sering Terjadi dalam Puasa dan Zakat, Ahda Bina A., Lc.

Artikel: Amrus-Shabiyy bis-Shaum lah Mustanad Syar’i.

kesalahan-puasa-dan-zakat

Tags:

2 thoughts on “Inilah Mengapa Anak Belum Baligh Tetap Wajib Disuruh Puasa

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.