SHOPPING CART

close

Inilah Penjelasan Bahwa Janda Bukan Termasuk Penerima Zakat

Ada sebagian masyarakat yang memandang, bahwa seorang janda merupakan salah satu kriteria penerima zakat. Sehingga setiap janda dianggap berhak untuk menerima zakat.

Pandangan demikian adalah tidak benar. Mari kita bahas masalah ini dengan tenang.

Janda bukan termasuk 8 golongan penerima zakat

Seorang janda, apalagi miskin, memang berhak menerima zakat. Tapi dia berhak menerima zakat itu bukan karena jandanya, melainkan karena miskinnya.

Apabila kita merujuk kepada ayat al-Qur’an yang merinci pihak-pihak mana saja yang berhak menerima zakat, janda bukan termasuk dalam hitungan penerima zakat.

Allah berfirman:

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ ، وَالْمَسَاكِينِ ، وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا ، وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ ، وَفِي الرِّقَابِ ، وَالْغَارِمِينَ ، وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ ، وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

“Sesungguhnya, zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk fi sabilillah, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (at-Taubah: 60)

Berdasarkan ayat di atas, seorang janda yang tidak miskin itu tidak berhak menerima zakat.

Adapun seorang janda yang miskin berhak menerima zakat.

Bila seorang janda berhak menerima zakat, hal itu bukan karena jandanya, tapi karena miskinnya.

Baca Juga: 

Inilah Penjelasan Anak Yatim Tidak Termasuk Penerima Zakat

***

Kisah nyata yang serupa

Setiap tahun khusus bulan Ramadhan, di perumahan kami tinggal, ada sebuah program baksos pembagian sembako secara gratis untuk kaum dhuafa (ekonomi lemah).

Maka panitia pun mendata siapa saja yang berhak menerima bantuan tersebut. Mereka saling membantu untuk menyebutkan siapa saja nama-nama calon penerima sembako itu.

Kupon pun dibuat dan dibagikan kepada mereka yang berhak. Para penerima bantuan sembako diminta hadir sesuai jadual yang ditetapkan oleh panitia.

Pada hari H pembagian dan penerimaan sembako itu kami semua sangat terkejut. Karena ada seorang wanita yang datang dengan sepeda motor yang cukup bagus. Dandanannya menunjukkan dia bukan orang yang miskin. Semua panitia sangat terkejut.

Ternyata janda itu adalah seorang yang cukup kaya. Sehingga tahun berikutnya dia tidak dimasukkan sebagai penerima sembako yang dibagi secara cuma-cuma. Karena sembako itu hanya untuk orang miskin.

Maka di sinilah diperlukan kejelian dalam memahami tujuan kegiatan, serta kriteria apa saja yang hendak dituju dari kegiatan tersebut. Sehingga kita tidak salah sasaran.

Baca Juga: 

Hukum Mendistribusikan Zakat Fitrah di Awal Ramadhan

***

Penutup

Inilah sedikit penjelasan bahwa seorang janda bukan termasuk kriteria penerima zakat. Bila ada tambahan penjelasan atau koreksi dari Pembaca, mohon tidak sungkan untuk menyampaikannya pada kolom komentar. Allahu a’lam.

Dan untuk mengetahui beberapa kesalahan yang lain tentang distribusi zakat ini, silakan pembaca klik artikel ini: Beberapa Kesalahan Dalam Hal Distribusi Zakat

____________________________

Bacaan Pelengkap:

Buku Kesalahan-kesalahan Yang Sering Terjadi dalam Puasa dan Zakat, oleh Ahda Bina A., Lc. 

Artikel: Daf’ul-Zakah lil-Ukhtil-Armilah al-lati La Yakfihad-Dakhl.

kesalahan-puasa-dan-zakat

Tags:

One thought on “Inilah Penjelasan Bahwa Janda Bukan Termasuk Penerima Zakat

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.