SHOPPING CART

close
Long Live Education

Beberapa Masalah Menulis dan Cara Mengatasinya

Ada beberapa masalah menulis yang biasa diajukan, dan berikut ini cara mengatasinya:

1. Takut Salah

Kebanyakan orang tidak menulis karena alasan takut salah. Sehingga juga takut ditertawakan orang lain.

Padahal manusia itu tempatnya salah. Amat mudah berbuat salah. Jangankan yang belum tahu, yang sudah tahu pun sering dilanggar.

Buku yang hebat itu belum tentu isinya selalu benar. Bahkan tidak ada buku yang isinya seratus persen benar. Pasti ada salahnya. Termasuk buku-buku yang sudah terkenal dan diakui secara ilmiah. Oleh karena itulah ada istilah edisi revisi. Artinya buku itu sudah pernah dikoreksi.

Apakah kalau sudah direvisi kemudian isinya jadi benar seratus persen? Ternyata tidak juga. Maka ada revisi pertama, kedua, dan seterusnya.

Buku yang isinya dijamin seratus persen benar di muka bumi ini hanya ada satu, yaitu al-Qur’an. Karena memang sudah memperoleh jaminan dari Yang Maha Benar…

2. Merasa Tidak Punya Ide

Ada orang yang tidak mau menulis karena merasa tidak punya ide yang bagus. Jadi dia nunggu dapat ide yang bagus dulu, baru mulai nulis.

Padahal menurut pengalaman, justru sambil nulis seadanya kita akan memperoleh berbagai ide yang hebat.

Orang yang hanya mau menulis kalau sudah dapat ide yang brilian, justru tidak kunjung punya ide bagus.

Karena otak kita itu seperti sebilah pisau, yang akan semakin tajam bila sering dipakai.

Jadi kita mulai menulis saja, meskipun ide yang didapat tidak terlalu bagus.

Nah, nanti sambil nulis itu, insya Allah kita akan menemukan banyak sekali ide yang luar biasa.

Tidak percaya, silakan buktikan…

3. Tidak Pede

Ada juga orang tidak mau menulis itu karena merasa tidak percaya diri.

Mungkin karena belum punya titel atau gelar yang bagus.

Padahal banyak orang bisa menjadi penulis tenar tanpa mengandalkan gelar sama sekali.

Tulisan itu dihargai bukan karena gelar penulisnya, tapi karena kualitas tulisannya.

Oh ya, memang benar bahwa gelar itu penting. Namun tetap kualitas tulisan itu lebih penting.

Dan kualitas tulisan itu akan semakin bagus dengan latihan menulis. Bukan karena gelar.

4. Tidak Menguasai Ilmunya

Kalau memang tidak menguasai ilmu yang ingin ditulis, memang sebaiknya jangan menulis.

Lebih baik kita tulis apa yang kita ketahui saja. Meskipun sederhana.

Karena tujuan menulis adalah semangat berbagi, bukan pamer kelebihan.

Nah, dengan semangat yang saleh itu, ternyata kita akan memperoleh tambahan ilmu yang tidak kita duga sebelumnya.

Inilah yang disebut dengan barakah. Ilmu tidak pernah habis dengan dibagi. Justru makin bertambah dan terus bertambah.

5. Tidak Punya Waktu

Kebanyakan orang tidak mau menulis karena merasa tidak punya waktu. Padahal sebenarnya hampir semua penulis itu profesi utamanya bukan penulis.

Orang yang punya profesi utama menulis itu hanya wartawan. Istilahnya kuli tinta. Adapun yang lain, menulis itu merupakan pekerjaan sambilan.

Namun meski sambilan, tetap harus diusahakan dengan sungguh-sungguh. Diniatkan dengan menyediakan waktu khusus.

Ada yang menulis tiap pagi. Khususnya setelah shalat Shubuh sampai menjelang waktu ngantor.

Ada yang menulis tiap malam. Khususnya setelah anak-istri tidur, sampai tengah malam.

Ada juga yang menulis tiap ada waktu istirahat. Jadi dia menulis ketika orang lain sedang istirahat pada waktu siang hari, baik di kantor, di kelas, atau yang lain.

Intinya menulis itu memang harus disempatkan.

6. Tidak Punya Laptop

Eh, ada juga orang yang tidak mau menulis dengan alasan tidak punya laptop.

Menurut pengalaman, orang seperti itu ternyata tetap tidak mau menulis setelah kemudian punya laptop.

Jadi itu hanya alasan orang yang malas.

Kalau memang kemauan kuat, maka kegiatan menulis itu bisa dilakukan dengan seribu satu alat tulis yang lain. Yang penting ada kertas dan pena.

7. Takut Tidak Ikhlas

Inilah alasan yang paling lucu. Dia tidak mau menulis, karena khawatir belum bisa ikhlas.

Misalnya takut, jangan-jangan dia menyimpan niat biar dapat uang. Padahal menulis itu kan niatnya harus ibadah, menyebarkan ilmu. Bukan yang lain.

Takut jangan-jangan niat menulis yang sebenarnya adalah memperoleh ketenaran. Padahal ini kan sangat bahaya. Bukannya pahala dan ridha Allah yang didapat, bisa-bisa malah dapat dosa dan neraka.

Sepintas alasan ini cukup masuk akal. Namun bila kita cek sekali lagi, ternyata ini alasan yang paling tidak masuk akal.

Bagaimana tidak?

Kalau setiap beramal kita harus yakin dulu bisa ikhlas, pastilah kita tidak akan pernah berbuat kebaikan sama sekali.

Orang bisa ikhlas itu karena latihan. Dimulai dari yang ringan-ringan dulu.

Termasuk berbuat kebaikan dalam bentuk kegiatan menulis.

Jadi, mulailah menulis sekarang juga. Dengan kemampuan dan sarana yang ada, dengan tekad berbagi yang terbaik…

Demikian, semoga ada manfaatnya.

Allahu a’lam.

Tags:

0 thoughts on “Beberapa Masalah Menulis dan Cara Mengatasinya

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...