SHOPPING CART

close
Manajemen Harta

Beli Mobil Dulu atau Rumah Ya…

Kebanyakan keluarga muda di Indonesia itu belum punya rumah. Setelah menikah, kita biasa nebeng dulu di rumah orangtua atau mertua. Setelah itu biasanya tidak lama kemudian cari rumah kontrakan.

Setelah beberapa tahun tinggal di rumah kontrakan, pada umumnya ekonomi keluarga mulai membaik. Seiring dengan lahirnya beberapa orang anak. Di sinilah keyakinan kita akan konsep rezeki itu semakin kuat. Bahwa setiap anak membawa rezekinya masing-masing.

Selama itu tentunya kita pun mulai memikirkan rumah dan kendaraan. Alhamdulillah bisa menabung beberapa puluh juta rupiah. Dari situlah biasanya muncul pertanyaan serius, mana yang harus didahulukan, rumah atau mobil. Mobil atau rumah…

Jawaban Mudah

Sebenarnya tidak terlalu sulit menemukan jawaban. Sudah jelas rumah itu jauh lebih penting daripada mobil, dengan beberapa pertimbangan sebagai berikut:

Pertama: secara finansial

Harga rumah tiap tahun pasti naik. Malah bukan hanya naik, tapi melambung secara gila-gilaan. Harga tanah dan harga bahan bangunan terus berkejaran tiada henti. Membuat keluarga baru selalu pening memikirkannya. Karena besarnya kenaikan harga rumah selalu di atas kenaikan gaji bulanan. Oleh karena itu, masalah rumah harus memperoleh prioritas yang paling utama.

Sedangkan mobil tiap tahun harganya pasti turun, dan tiap beberapa bulan pasti memerlukan biaya perawatan yang tidak sedikit. Jadi dari segi ekonomi, punya rumah itu lebih menguntungkan daripada punya mobil.

Kedua: mana yang lebih manfaat

Kita hidup lebih banyak di dalam rumah daripada di dalam mobil. Kita lebih banyak melakukan aktivitas penting setiap hari itu di dalam rumah. Istri memasak di dalam rumah. Anak-anak bermain dan belajar di dalam rumah. Dan pada waktu siang dan malam hari kita semua satu keluarga pasti berkumpul dan beristirahat di dalam rumah. Kita menerima tamu juga di dalam rumah.

Sementara mobil hanya alat transportasi. Memang penting, namun tidak sepenting rumah.

Ketiga: demi anak-anak

Ketika dulu masih ngontrak, saya selalu kasihan pada anak. Secara psikologis anak sangat terikat pada rumah. Pernah satu saat, anak saya yang pertama itu selama berhari-hari menangis ingin kembali ke rumah kontrakan yang lama. Padahal rumah kontrakan yang lama itu lebih sempit dan letaknya kurang nyaman sebagai rumah tinggal. Namun demikianlah, kami memerlukan waktu beberapa hari untuk memberikan pemahaman sekaligus pembiasaan pada anak, sehingga bisa menerima rumah kontrakan yang baru.

Artinya, bila kita mampu sesegera mungkin menyediakan rumah bagi keluarga, maka itu akan jauh lebih baik daripada menundanya, dengan alasan misalnya ingin punya mobil duluan.

Keempat: punya mobil berarti lebih banyak pengeluaran

Orang punya rumah itu bisa menghemat, karena tidak perlu sewa rumah lagi. Tiap tahun harga rumah juga naik. Jadi secara finansial punya rumah sendiri itu sangat menguntungkan.

Sebaliknya, orang punya mobil itu berarti harus siap menambah pengeluaran tiap bulan. Mulai biaya bahan bakar kendaraan, perawatan mesin, pajak tahunan, hingga tambah sering jalan-jalan ke luar rumah yang berdampak secara langsung pada belanja pekanan.

Mudik Lebaran dengan Mobil Pribadi

Mudik lebaran dengan kendaraan umum memang sangat berat. Saya sendiri mengalami hal itu selama bertahun-tahun. Semakin tahun semakin berat dengan bertambahnya anggota keluarga. Saya masih ingat betul bagaimana beratnya menunggu dan mengantri untuk bisa naik bis bersama dua orang anak balita. Apalagi ketika istri dalam keadaan hamil. Subhanallah, terasa benar saya telah menyia-nyiakan pengorbanan dan kesetiaan seorang istri pada waktu seperti itu. Benar-benar merasa berdosa.

Pada waktu itu saya langsung berangan-angan, bahkan bertekad pada tahun berikutnya saya akan berusaha sekuat tenaga untuk bekerja lebih keras, sehingga juga bisa menghasilkan uang yang lebih banyak. Dan bisa mempersembahkan sebuah mobil untuk keluarga, terutama untuk istri tercinta.

Namun dibandingkan dengan rumah, kebutuhan akan mobil itu tetap nomor dua. Nomor satu tetap rumah. Karena kita mudik itu cuma beberapa kali setiap tahun. Paling banter kita mudik hanya tiga empat kali, yang total waktu semuanya cuma dua atau tiga pekan. Sisanya lima puluh pekan kita jauh lebih membutuhkan rumah sebagai tempat tinggal dan alamat yang tetap.

Kesalahan Cara Pandang

Pada umumnya orang lebih menghargai mobil daripada rumah karena ada gengsi tersendiri bagi orang yang punya mobil. Rumah bisa kontrak, setahun cukup sepuluh atau lima belas juta dengan dua atau tiga kamar. Sedangkan mobil itu kan harga sewanya mahal. Sehari saja bisa lima ratus ribu rupiah. Jadi kalau punya mobil itu sebenarnya lebih ngirit daripada sewa rumah.

Yah sebenarnya pikiran seperti itu ada benarnya. Namun lebih banyak salahnya. Hal ini berkaitan dengan ongkos perawatan mobil. Sewa mobil itu mahal karena ada ongkos perawatan dan resiko kerusakan/kecelakaan yang tinggi. Ditambah harga yang tiap bulan juga turun. Sementara rumah itu dibiarkan saja menganggur tidak dikontrakkan, orang yang punya rumah itu sebenarnya sudah dapat untung besar, karena harga rumah tiap tahun bahkan tiap bulan pasti naik. Makanya harga sewa rumah itu relatif lebih murah daripada harga sewa mobil.

Rumah rusak itu jauh lebih berharga daripada mobil rusak

Kita pasti pernah melihat rumah maupun mobil yang sama-sama tidak layak pakai. Kira-kira dari keduanya mana yang lebih berharga? Jawabannya sudah sangat jelas, yaitu rumah. Itu kalau keduanya sama-sama rusak.

Bagaimana kalau keduanya sama-sama bagus? Jawabannya tetap sama, yaitu rumah. Bahkan secara umum, rumah yang masih baru dan bagus itu biasanya jauh lebih mahal daripada mobil bagus yang masih baru.

Penutup

Nah itulah beberapa alasan utama mengapa saya secara pribadi menyarankan untuk beli rumah dulu. Ditambah sekarang kan sudah banyak fasilitas umum yang bisa kita gunakan secara online. Baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

Bagaimana, apakah kita masih bingung mana yang lebih penting, mobil atau rumah? Semoga tidak ya…

Tags:

0 thoughts on “Beli Mobil Dulu atau Rumah Ya…

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...