SHOPPING CART

close

Bid’ah: Pengertian, Contoh dan Macam-macamnya

Bid’ah merupakan salah satu istilah yang menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat. Di mana tidak sedikit orang saling tuduh dan akhirnya bermusuhan, karena salah memahami istilah ini. Sehingga ajaran agama yang seharusnya menjadi rahmat, akhirnya menjadi musibah dan bencara. Semua dikarenakan kurangnya ilmu dan berlebihnya emosi.

Oleh sebab itu, sudah sepantasnya kita menaruh perhatian kepada istilah ini dengan baik. Sehingga salah paham yang berakibat pada permusuhan itu bisa dihindari dengan baik dan diantisipasi dengan tepat.

Baca juga:  Arbain Nawawiyah No. 5: Larangan Keras Berbuat Bid’ah

***

A. Pengertian Bid’ah

Secara bahasa, bid’ah artinya: semua hal baru yang dibuat tanpa ada contoh sebelumnya.

Hal ini sebagaimana dirumuskan para ahli bahasa:

كُلُّ أمرٍ جديدٍ مختَرَع على غير مثال سابق

“Bid’ah adalah semua hal baru yang dibuat tanpa ada contoh sebelumnya.”

Secara lebih umum, para ulama mendifinisikan kata bid’ah secara bahasa adalah:

ما استُحْدِث من الأمور والأفعال، سواءً كان ذلك في الدِّين أو في غيره

“Semua hal baru, baik berupa perkara maupun perbuatan. Baik dalam hal agama maupun selain agama.”

**

Secara istilah, bid’ah artinya: semua hal baru dalam agama yang tidak berdasarkan dalil syar’i, serta bertentangan dengan kaidah dan prinsip umum dalam ajaran agama Islam.

Jumhur ulama mendefinisikan bid’ah adalah:

ما ابتُدع وأُحدث من الأمور حسنًا كان أو قبيحًا

“Semua kreativitas manusia; berupa kebaikan maupun keburukan.”

Secara lebih spesifik, para ulama mendefinikan bid’ah adalah:

ما أستحدث في الدين مما لم يدل عليه دليل شرعي من كتاب ولا سنة ولا إجماع ولا استدلال معتبر عند أهل العلم، ولا يدخل تحت القواعد والمبادئ العامّة للإسلام، أو أحدث على ما يخالف شيئًا منها

“Semua yang dibuat-buat dalam urusan agama, tanpa ada dalil yang bersifat syar’i. Baik dari al-Qur’an, hadits, ijma’ maupun dalil lain yang diakui oleh para ulama. Yang tidak masuk dalam kaidah dan prinsip umum dalam agama Islam. Atau suatu hal baru yang bertentangan dengan satu di antara kaidah dan prinsip umum tersebut.”

***

B. Contoh Bid’ah

Contoh bid’ah secara bahasa, di antaranya adalah:

  • mobil sebagai alat transportasi
  • sekolah dan kampus sebagai sarana pendidikan
  • laptop sebagai alat tulis

Contoh bid’ah secara istilah, di antaranya adalah:

  • menjamak Shalat Shubuh dengan Shalat Dhuha
  • menambah ataupun mengurangi jumlah rakaat shalat wajib lima waktu
  • secara sengaja melaksanakan shalat dengan menghadap kepada selain Ka’bah

Itulah beberapa contoh perbuatan bid’ah. Selanjutnya nanti kami jelaskan contoh bid’ah dengan berbagai macam jenisnya.

***

C. Macam-macam Bid’ah

Terdapat perbedaan di antara para ulama, mengenai macam-macam bid’ah. Menurut jumhur/mayoritas ulama, bid’ah itu ada dua macam, yaitu: bid’ah mahmudah dan bid’ah madzmumah. Sedangkan menurut sebagian ulama, bid’ah  itu ada lima; sesuai jumlah hukum dalam ajaran Islam.

1. Bid’ah Mahmudah dan Madzmumah

Jumhur ulama membagi bid’ah itu ada dua, yaitu bid’ah mahmudah dan bid’ah madzmumah.

Bid’ah mahmudah adalah bid’ah yang terpuji. Bid’ah madzmumah adalah bid’ah yang tercela.

Berikut penjelasan dari bid’ah mahmudah:

هي ما استُحدث وكان له إشارة، أو أصل يرجع إليه من نصوص الشرع، أو اندرج تحت مُستحسَنٍ شرعًا، أو وقع تحت عموم ما ندب الله ورسوله إليه، وليس فيه ما يخالف أو يصادم الشريعة من قريب أو بعيد، وشهدت له قواعد ومبادئ الدين بالقبول والاعتبار، ووجد نظيره في القرون المفضّلة، فنعمت البدعة هذه

“Secara definitif bid’ah mahmudah adalah sesuatu yang baru:

  • yang memiliki dalil secara tidak langsung
  • memiliki dalil dari teks al-Qur’an dan hadits
  • berada dalam konteks syariat Islam
  • termasuk salah satu yang disunnahkan Allah dan Rasululllah Saw.
  • tidak bertentangan dengan syariat Islam
  • sesuati dengan kaidah dan prinsip umum dalam agama Islam
  • terdapat padanan yang dilakukan oleh generasi utama.”

Berikut ini penjelasan bid’ah madzmumah:

ما قام الدليل على قبحه وفساده ومنعه، أو كان بإحداثه يخالف الكتاب أو السنة أو حكمة مشروعية السنة أو قواعد الدين العامّة

“Semua bid’ah yang telah dinyatakan berdasarkan dalil yang bersifat tegas. Atau bertentangan dengan:

  • al-Qur’an
  • Hadits
  • Tujuan umum syariat Islam
  • Kaidah umum agama Islam.”

**

2. Bid’ah Wajib-Sunnah-Mubah-Makruh-Haram

Sementara itu, Imam ‘Izzuddin bin Abdus Salam dan beberapa ulama yang lain membagi bid’ah itu menjadi lima, sesuai dengan jumlah hukum, yaitu: wajib, sunnah, mubah/halal, makruh dan haram.

Bid’ah wajib: perbuatan bid’ah yang masuk dalam kriteria wajib dalam kaidah umum ajaran Islam.

Misalnya: penyusunan pelajaran bahasa Arab dalam bentuk Ilmu Nahwu, Ilmu Shalaf dan Ilmu Balaghah. Sebagai bagian usaha memahami al-Qur’an.

Bid’ah sunnah: perbuatan bid’ah yang masuk dalam kriteria sunnah dalam kaidah umum ajaran Islam.

Misalnya: mendirikan sekolah, kampus, dan berbagai lembaga pendidikan.

Bid’ah mubah/halal: perbuatan bid’ah yang masuk dalam kriteria mubah dalam kaidah umum ajaran Islam.

Misalnya: menggunakan sarana pakaian, makanan dan minuman secara normal.

Bid’ah makruh: perbuatan bid’ah yang masuk dalam kriteria makruh dalam kaidah umum ajaran Islam.

Misalnya: bermegah-megahan dalam membangun masjid.

Bid’ah haram: perbuatan bid’ah yang masuk kriteria haram dalam kaidah umum ajaran Islam.

Misalnya: mendirikan kelompok sesat yang bertentangan dengan ajaran Islam. Seperti: menghalalkan perzinahan, penipuan dan pembunuhan untuk mencapai tujuan kelompoknya.

***

Penutup

Demikianlah sedikit penjelasan mengenai istilah bid’ah. Semoga ada manfaatnya bagi kita bersama.

Allahu a’lam.

___________________

Sumber Bacaan:

Ma Hiya al-Bid’ah. Malik Abdul Qadir.

Tags:

0 thoughts on “Bid’ah: Pengertian, Contoh dan Macam-macamnya

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.