SHOPPING CART

close

Buku: Dahsyatnya 4 Sifat Utama Yang Dimiliki Setiap Nabi

Nabi Merupakan Manusia

Setiap nabi merupakan seorang manusia seutuhnya. Ia bukan robot yang bergerak tanpa kemauan dari dirinya sendiri dan tidak memiliki perasaan. Ia bukan malaikat yang diciptakan dari cahaya, sehingga tidak memerlukan makan, minum, maupun pasangan.

Setiap nabi diutus untuk hidup bersama umat manusia dan menjadi bagian dari masyarakat. Ia tidak hidup menyendiri di dalam gua maupun hutan belantara. Tidak pula ia hidup untuk memikirkan satu atau beberapa aspek saja dari kehidupan ini.

Dengan sifat kemanusiaannya itu, kehidupan sehari-hari para nabi bisa dilihat dan diabadikan, untuk selanjutnya diteladani oleh seluruh umat manusia. Dan memang untuk itulah mereka diutus sebagai nabi.

Empat Sifat Nabi

Tidaklah seorang manusia menerima risalah kenabian, melainkan dia memiliki keempat sifat itu dengan sempurna. Empat sifat yang amat dahsyat, tumbuh dan hidup dalam setiap sikap dan tindakan para nabi.

Memang masa kenabian telah berakhir, dengan diutusnya nabi terakhir yang sekaligus nabi paling agung, Nabi Muhammad Saw. Namun sebagai manusia biasa, bukan berarti kita tidak perlu berusaha untuk memiliki sifat-sifat mulia yang telah diteladankan para nabi itu.

Justru karena tidak ada lagi seorang nabi pun, kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk menjadi pribadi yang shidiq, tabligh, fathanah dan amanah seperti para nabi itu. Dengan demikian, sesungguhnya ada dakwah Islam yang senantiasa berkelanjutan dari satu generasi ke generasi berikutnya, dari manusia pertama hingga manusia akhir zaman.

Doa dan Harapan

Semoga Allah memberikan pengetahuan dan pemahaman yang benar akan sifat-sifat utama para nabi yang mulia itu. Untuk selanjutnya, semoga Allah pun melimpahkan kemudahan kepada kita semua untuk selalu berusaha meneladani sifat-sifat mulia tersebut.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ

Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia). Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.

(Ali ‘Imran: 8-9)

Mohon kabulkanlah, ya Allah…

Amîn… Ya Rabbal-‘âlamîn…

Pendahuluan

Rasul, Nabi, Wali: Pengertian dan Perbedaan

Karena pengetahuan yang minim, banyak orang awam mengira bahwa ada wali yang lebih mulia daripada nabi. Tentu saja anggapan ini tidak benar. Tidak ada kemuliaan yang melebihi risalah kenabian. Dengan risalah kenabian itu seorang manusia memperoleh kedudukan yang paling mulia dibandingkan seluruh umat manusia.

Inilah Tiga Tugas Utama dan Mulia bagi Setiap Nabi

Setiap nabi merupakan utusan Allah yang mulia. Dia merupakan manusia pilihan yang memperoleh tugas mulia. Secara umum, tugas nabi ada tiga, yaitu: menyampaikan wahyu, menerangkan makna dan pelaksanaannya, dan menjadi teladan bagi umatnya.

– Mukjizat: Pengertian, Hakekat, Tujuan dan Contohnya

Secara bahasa, mukjizat yaitu sesuatu yang membuat orang menjadi lemah, sehingga tidak mampu membuat yang semisalnya, baik berupa perbuatan, pemikiran, ataupun manajemen. Adapun secara istilah, sebagaimana disampaikan oleh Fakhrur-Razi, mukjizat yaitu sesuatu yang keberadaannya di luar kebiasaan, yang disertai dengan tantangan membuat yang semisalnya, dan tidak ada yang mampu memenuhi tantangan itu.

Karamah, Istidraj dan Sihir: Pengertian dan Contoh

Secara istilah, karamah adalah suatu kejadian yang luar biasa, yang diberikan Allah Swt. kepada orang-orang yang beriman dan bertakwa, yang biasa disebut dengan wali. Karamah ada miripnya dengan mukjizat, yaitu kejadian yang luar biasa. Bedanya dengan mukjizat, orang yang mendapat karamah itu tidak pernah menantang orang lain untuk membuat yang semisalnya. Sebagaimana para wali juga tidak pernah mengaku sebagai nabi.

Inilah Beberapa Contoh Kesempurnaan Pribadi Para Nabi

Bagaimana sempurnanya pribadi para nabi itu, bisa kita perhatikan pada setiap tingkatan usia mereka. Mereka adalah pribadi yang sempurna, baik sebagai kanak-kanak, remaja, pemuda, maupun setelah mereka dewasa dan hidup berumah tangga. Mereka adalah pribadi yang tetap sempurna, baik sebagai suami, ayah, mertua, majikan, maupun tetangga.

Inilah Contoh Berbagai Macam Profesi Para Nabi

Setiap nabi merupakan utusan Allah yang mulia. Dia merupakan manusia pilihan yang memperoleh tugas mulia. Secara umum, tugas nabi ada tiga, yaitu: menyampaikan wahyu, menerangkan makna dan pelaksanaannya, dan menjadi teladan bagi umatnya.

 

1. Sifat Shidiq 

Shidiq: Pengertian dan Urgensinya dalam al-Qur’an-Hadits

Shidiq artinya jujur, yaitu: mengatakan yang sebenarnya. Orang yang jujur berarti ia mengatakan sesuatu sesuai dengan kenyataannya. Ada dua kata yang sering dikaitkan dengan shidiq, yaitu as-shâdiq dan as-shiddîq. Shâdiq artinya orang yang jujur. Shâdiq juga berarti orang kepercayaan, atau teman dekat. Sedangkan shiddîq artinya orang yang benar-benar jujur. Shiddîq juga berarti orang yang selalu percaya. Shiddîq ini merupakan sifat utama Abu Bakar terhadap risalah kenabian Muhammad Saw..

Teladan Sifat Shidiq dalam Perilaku Para Nabi

Di antara tugas utama setiap nabi adalah menyampaikan wahyu kepada umatnya. Kita tidak bisa membayangkan seorang nabi mampu menjalankan tugas ini, apabila ia tidak bersifat shidiq. Seandainya nabi bersifat kadzib, maka umatnya akan selalu meragukan setiap wahyu yang disampaikannya.

Contoh Sifat Shidiq dalam Kehidupan Sehari-hari

Sebagai salah satu sifat utama nabi, shidiq merupakan sifat yang tetap relevan di setiap waktu dan tempat. Di mana pun dan kapan pun, sifat shidiq merupakan sifat yang selalu dicintai oleh semua orang. Hingga dalam komunitas para pendusta pun, sifat shidiq tetaplah berharga, setidaknya mereka bersifat shidiq untuk kalangan mereka sendiri.

Inilah Beberapa Contoh Buah dari Sifat Shidiq

Dengan sifat shidiq yang mulia ini, kita pasti akan memperoleh derajat yang mulia. Derajat yang mulia itu bukan hanya di mata manusia, namun juga di sisi Allah Swt. Apabila Allah yang akan mengangkat derajat kita, tentu tidak akan ada seorang pun manusia yang mampu menghalanginya.

Tips Menumbuhkan dan Merawat Sifat Shidiq

Memang sifat shidiq merupakan salah satu sifat yang amat mulia, namun sungguh tidak mudah kita selalu bersikap shidiq dalam semua keadaan. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita selalu memohon pertolongan kepada Allah Swt. untuk diberi kemudahan bersikap shidiq.

 

2. Sifat Tabligh 

Tabligh: Pengertian dan Kemuliaannya dalam al-Qur’an-Hadits

Secara bahasa, tabligh artinya menyampaikan, seperti kita menyampaikan salam seorang teman kepada teman yang lain. Seperti pula kita menyampaikan sebuah pesan dari seorang teman kepada teman yang lain. Secara istilah, tabligh artinya menyampaikan kabar, berita, atau informasi kepada orang lain. Dengan kata lain, tabligh artinya mengumumkan atau mengabarkan. Dengan demikian, makna tabligh secara istilah ini lebih khusus daripada makna tabligh secara bahasa.

Teladan Sifat Tabligh dalam Perilaku Para Nabi

Allah telah memberikan pujian kepada nabi-Nya yang telah menunaikan tugas dengan sebaik-baiknya, termasuk dalam hal tabligh. Demikian sempurna para nabi menunaikan sifat tabligh ini, sehingga Allah Swt. menyampaikan bahwa kebenaran telah bisa dibedakan dari kebatilan.

Kesuksesan Nabi Muhammad dalam Menanamkan Sifat Tabligh

Di antara contoh kesuksesan nabi dalam bertabligh ini diwakili secara sempurna oleh pribadi Nabi Muhammad Saw. dalam menyebarkan sekaligus menjaga kemurnian al-Qur’an sebagai pedoman utama ajaran Islam dan tatanan hidup yang ideal.

Contoh Sifat Tabligh dalam Kehidupan Sehari-hari

Apabila sifat shidiq itu secara umum didominasi oleh siswa/mahasiswa, sifat tabligh ini secara umum didominasi oleh guru/dosen. Apabila sifat shidiq itu lebih kepada proses belajar, maka sifat tabligh ini lebih kepada proses mengajar.

Inilah Tips Menjadi Mubaligh Yang Sukses

Untuk menjadi mubaligh, kita tidak harus hafal al-Qur’an sebanyak 30 juz. Kita juga tidak harus mahir membaca kitab kuning. Bukankah Nabi Muhammad Saw. telah berpesan, hendaknya kita menyampaikan pesan agama, meskipun hanya berupa satu ayat. Lalu siapakah di antara kita yang tidak hafal saya ayat saja? Oleh karena itu, sesungguhnya kita semua memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi mubaligh yang baik.

 

3. Sifat Fathanah 

Fathanah: Pengertian dan Urgensinya dalam al-Qur’an-Hadits

Fathanah artinya cerdas. Yaitu mampu menangkap maksud sesuatu yang datang padanya dengan tepat. Setiap nabi pasti memiliki sifat fathanah. Para nabi adalah manusia-manusia terbaik di zamannya masing-masing, termasuk dalam hal fathanah. Mereka adalah orang-orang yang bersifat fathanah dalam arti orang yang benar-benar cerdas. Lawan dari fathanah adalah ghabawah, yaitu bodoh atau dungu.

Bukti Sifat Fathanah Nabi Ibrahim vs Raja Namrud

Tidak semua musuh dakwah itu orang-orang yang bodoh secara intelektual. Untuk mengimbanginya, seorang nabi haruslah seorang yang cerdas secara intelektual. Dengan kecerdasan ini, para nabi bisa memberikan penjelasan yang tepat, memberikan argumen yang kuat, dan mengatur strategi dakwah yang matang.

Bukti Sifat Fathanah Nabi Ibrahim vs Raja Namrud (2)

Dengan kecerdasan dan keberaniannya, Ibrahim pun membuat strategi dakwah untuk menunjukkan kebenaran kepada kaumnya. Sebuah argumen yang tidak bisa dibantah sama sekali. Ketika mereka sedang lengah, Ibrahim pun menghancurkan berhala-berhala mereka, kecuali berhala yang paling besar.

Nabi Sulaiman: Raja Yang Fathanah dan Penuh Hikmah

Apabila kisah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam berlangsung dalam konteks semangat perlawanan kepada penguasa yang lalim, maka kisah Nabi Sulaiman ‘alaihis salam berikut ini berlangsung dalam konteks semangat dakwah kepada kebenaran dengan kekuasaan. Dengan kekuasaan yang dimilikinya, Raja Sulaiman tidak bertindak sewenang-wenang kepada orang lain, apalagi kepada rakyatnya sendiri. Justru dengan kekusaannya, Raja Sulaiman bisa berbuat lebih banyak untuk orang lain.

Apakah Ada Seorang Nabi Yang Bodoh Alias Dungu?

Bila ada pertanyaan: Apakah Allah pernah memberikan amanah kenabian kepada seorang yang lugu dan berpikiran pendek? Apakah ada seorang nabi yang lugu dan bodoh? Jawabannya sudah jelas: Mustahil! Bagaimana mungkin Allah memberikan amanah yang demikian berat sekaligus demikian mulia kepada seorang yang tidak selayaknya. Orang yang tidak begitu cerdas pun akan mengatakan bahwa hal itu adalah mustahil.

Contoh Sifat Fathanah dalam Kehidupan Sehari-hari

Sifat fathanah merupakan sifat mulia yang selalu relevan di semua tempat dan waktu. Termasuk dalam kehidupan masa kini. Orang bodoh selamanya akan menjadi orang pinggiran. Ada pepatah, orang yang bodoh akan menjadi makanan empuk bagi orang yang cerdas.

Cara Menumbuhkan dan Merawat Sifat Fathanah

Berikut ini kami sampaikan beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk menjaga dan meningkatkan sifat fathanah. Tips ini kami tulis ulang beserta beberapa tambahan dari bahan ajar penulis sendiri yang berjudul Islam dan Ilmu Pengetahuan.

 

4. Sifat Amanah

Amanah: Pengertian dan Fadhilahnya dalam al-Qur’an serta Hadits

Amanah artinya dapat dipercaya. Orang yang dapat dipercaya disebut al-amîn. Inilah gelar yang disandangkan oleh para pemuka Quraisy kepada Nabi Muhammad Saw. Tentu bukan suatu kebetulan, bahwa ibunda Nabi Muhammad Saw. bernama Aminah. Aminah artinya wanita yang dapat dipercaya.

Apakah Mungkin Seorang Nabi Itu Pernah Berkhianat?

Allah Swt. telah memberikan kesaksian, bahwa para nabi telah melakukan tugas dengan sebaik-baiknya. Apabila para nabi belum menunaikan tugas dengan baik, tentu umat manusia akan memiliki alasan yang bermacam-macam, mengapa mereka tidak mengikuti ajaran agama secara serius.

– Contoh Sifat Amanah dalam Kehidupan Sehari-Hari

Sebagai salah satu sifat mulia, amanah merupakan sifat yang tetap relevan hingga saat ini. Amanah diperlukan untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam kehidupan kita sehari-hari. Sifat amanah bukan saja diperlukan dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah dan kuliah, namun juga diperlukan untuk menyelesaikan berbagai persoalan dalam bekerja, berumah tangga, dan berdakwah.

Cara Menumbuhkan dan Merawat Sifat Amanah

Sebagai sifat yang mulia, sifat amanah merupakan sifat yang bisa diusahakan untuk ada pada diri kita, sehingga amanah menjadi sifat yang menyatu pada diri dan tindakan. Sifat ini akan semakin sempurna ada pada diri kita dengan pembiasaan-pembiasaan, yang mungkin saja pada mulanya harus dipaksakan.

Tags:

27 thoughts on “Buku: Dahsyatnya 4 Sifat Utama Yang Dimiliki Setiap Nabi

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.