SHOPPING CART

close
Manajemen Harta

Cara Mudah Menagih Hutang

Seluruh harta manusia pada dasarnya merupakan hak milik Allah. Manusia hanya memperoleh titipan atau amanah untuk mendistribusikan harta itu dengan sebaik-baiknya. Termasuk hutang yang diberikan pada orang lain, pada hakekatnya bukan semata-mata milik orang yang memberikan hutangan.

Namun bukan berarti, orang yang berhutang tidak wajib membayar hutangnya. Hutang adalah hutang, dan tetap dianggap sebagai hutang, sampai orang yang berhutang itu membayar hutangnya, atau orang yang berpiutang (orang yang memberikan hutangan) mengikhlaskannya.

Dan menagih hutang itu bukan hal yang mudah. Kalau caranya salah, bisa-bisa persaudaraan jadi rusak. Saudara jadi musuh. Sementara hutang tetap tidak dibayar. Sehingga kerugian pun berlipat ganda.

Oleh karena itulah, Islam sebagai agama yang paripurna telah memberikan tuntunan bagaimana menagih hutang yang benar sebagai berikut:

Pertama: jaga niat awal memberikan hutangan.

Niat kita memberikan hutangan cuma satu, lain tidak. Yaitu saling tolong-menolong dalam kebaikan. Kita punya harta berlebih, saudara kita membutuhkan, maka kita pinjamkan. Bukan niat kita mencari keuntungan, baik secara materi maupun non-materi, meskipun sekedar ucapan terima kasih. Mengucapkan terima kasih bagi orang yang ditolong itu merupakan sebuah kewajiban, namun jangan sampai orang yang menolong mengharapkannya. Karena kita hanya mengharapkan pahala dan ampunan dari Allah semata.

Keuntungan yang diperoleh dari memberikan pinjaman itu merupakan salah satu bentuk riba yang diharamkan. Baik secara materi maupun non-materi.

Kedua: sabar dan bijaksana.

Mendesak orang untuk membayar hutang tidak pernah memberikan hasil yang memuaskan. Justu sikap ini akan membuat orang yang berhutang itu semakin enggan membayar hutangnya.

Memang serba salah. Kita menagih, dia akan menuduh kita tidak sabar. Kita tidak menagih, dia bilang kita tidak membutuhkan. Yah inilah seni orang memberikan hutangan.

Oleh karena itu, selamanya memang lebih baik kalaupun harus menagih kita tetap menggunakan cara penuh kasih, jauh dari cara kekerasan dan paksaan. Apalagi disertai makian dan ancaman. Sudah banyak kejadian justru sikap ini akan menghasilkan “serangan balik” yang benar-benar berbahaya bahkan mematikan dalam arti yang sebenarnya.

Sabar dan bijaksana. Dada yang lapang dan hati yang luas. Inilah sikap terbaik tatkala orang yang berhutang tidak juga kunjung menunaikan kewajibannya.

Ketiga: mengikhlaskannya sebagai sedekah.

Inilah jalan terakhir, terbaik dan paling mulia. Baik di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala maupun di hadapan sesama manusia. Bahwa sebenarnya tidak ada orang yang benar-benar kaya. Oleh karena itu, semua orang akan senang menerima kemurahan dan kebaikan hati orang lain, bagaimanapun kayanya orang itu. Apalagi bagi orang yang sedang memiliki banyak tanggungan dan hutang.

Saya sendiri bila sudah memberikan hutangan pada orang lain, berarti saya sudah merelakan harta itu bila ternyata tidak dikembalikan. Sikap ini juga saya sampaikan dan tanamkan pada keluarga. Boleh jadi kita menemui kesulitan yang besar untuk bersedekah secara ikhlas, karena kita selalu punya pilihan untuk tidak bersedekah. Namun untuk mengikhlaskan hutang pada orang lain itu ternyata lebih gampang. Karena kalau tidak ikhlas, bukankah kita bisa menagihnya kelak di hari kiamat?

Allahu a’lam bisshawab.

Tags:

0 thoughts on “Cara Mudah Menagih Hutang

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...