SHOPPING CART

close

Hadits Maqlub: Pengertian, Macam dan Contoh

الْحَدِيْثُ الْمَقْلُوْبُ

Hadits Maqlub

 

Pengertian Hadits Maqlub

Secara bahasa, maqlub artinya: dirubah, diganti, dibalik.

Secara istilah, Hadits Maqlub adalah:

إبدال لفظ بآخر في سند الحديث أو متنه، بتقديم أو تأخير ونحوه

“Mengubah lafaz pada sanad atau matan hadits, baik dengan mendahulukan maupun mengakhirkan.”

Gampangannya, Hadits Maqlub adalah:

“Hadits yang dirubah, baik dirubah sanadnya ataupun matannya.”

Berdasarkan definisi di atas, secara umum hadits maqlub itu ada dua macam, yaitu:

– Hadits yang dirubah sanadnya.

– Hadits yang dirubah matannya.

Baca pula:  Hadits Mudraj: Pengertian, Macam dan Contoh

***

Macam dan Contoh Hadits Maqlub

Sebagaimana definisinya, Hadits Maqlub itu ada dua macam, yaitu: maqlub pada sanad dan maqlub pada matan.

1. Hadits Maqlub pada Sanad

Maqlub pada sanad ini dibagi dua, yaitu: maqlub pada penyebutan nama lengkap seorang perawi, dan maqlub antara satu perawi dengan perawi yang lain.

a. Maqlub pada penyebutan nama lengkap seorang perawi

Hal ini terjadi ketika seorang perawi salah membalik nama lengkap perawi di atasnya.

Misalnya, ada seorang perawi bernama lengkap: Ka’b bin Murrah.

Tapi terbalik menjadi: Murrah bin Ka’b.

Pada umumnya hal ini terjadi karena kurang kuatnya hafalan perawi, sehingga terjadi kekeliruan tersebut.

***

b. Maqlub antara satu perawi dengan perawi yang lain

Hal ini terjadi ketika seorang perawi merubah-rubah susunan sanad hadits.

Misalnya, ada seorang perawi bernama Hammad bin ‘Amr an-Nashibi.

Dia menyampaikan sebuah hadits dengan matan berikut ini:

إِذَا لَقِيتُمُ الْمُشْرِكِينَ فِي الطَّرِيقِ، فَلَا تَبْدَءُوهُمْ بِالسَّلَامِ

“Bila engkau bertemu dengan orang musyrik di jalan, maka janganlah mendahuluinya mengucapkan salam.”

Dan dengan susunan sanad sebagai berikut:

Dari al-A’masy – dari Abu Shalih – dari Abu Hurairah.

Padahal susunan sanad yang adalah:

Dari Suhail – dari Abu Shalih – dari Ayah Abu Shalih – dari Abu Hurairah.

Jadi rupanya Hammad bin ‘Amr an-Nashibi telah melakukan kecurangan. Kemungkinan dia mendapatkan matan hadits itu dari orang lain yang sezaman dengannya. Namun dia tidak mau jujur.

Bila jujur, sepertinya dia khawatir haditsnya tidak akan menarik perhatian orang lain. Karena sanadnya kurang bagus.

Oleh karena itu, dia pun merubah susunan sanad hadits itu dengan tujuan menarik perhatian para perawi hadits.

Inilah yang disebut dalam ilmu hadits sebagai pencurian hadits.

Namun para ulama hadits tidak terkecoh dengan perbuatan seperti ini. Justru para ulama hadits telah memiliki nama khusus untuk hadits seperti ini, yaitu Hadits Maqlub.

***

2. Hadits Maqlub pada Matan

Maqlub pada matan hadits itu ada dua macam, yaitu: maqlub pada urutan matan, dan maqlub matan dengan sanad yang lain.

Berikut ini penjelasan dari macam-macam hadits maqlub pada matan beserta contohnya masing-masing:

a. Maqlub pada urutan matan

Hal ini terjadi ketika seorang perawi salah menyampaikan susunan matan sebuah hadits.

Contohnya adalah matan hadits tentang tujuh golongan yang akan diberikan perlindungan khusus pada hari kiamat. Salah satunya adalah seseorang yang bersedekah dengan sirri. Sampai-sampai tangan yang kanan tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kirinya.

Inilah matannya:

وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ يَمِيْنُهُ مَا تُنْفِقُ شِمَالُهُ

“Dan seseorang yang bersedekah dengan cara tersembunyi. Sehingga tangan kanannya tidak mengetahui apa yang disedekahkan tangan kirinya.”

Nah, matan hadits itu maqlum, alias terbalik. Harusnya adalah:

وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ

“Dan seseorang yang bersedekah dengan cara tersembunyi. Sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan tangan kanannya.”

Secara sekilas maqlub seperti ini tidak jadi masalah. Namun bagi ahli hadits, hal ini menjadi perhatian khusus.

Sehingga diberi nama khusus pula. Yaitu hadits maqlub.

Secara umum maqlub seperti ini terjadi secara tidak sengaja. Boleh jadi seorang perawi salah ucap ketika menyampaikan hadits. Sebagaimana hal ini biasa terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.

***

b. Maqlub matan dengan sanad yang lain

Hal ini terjadi ketika seorang perawi menukar matan suatu hadits dengan sanad yang bukan sanad bagi matan hadits itu.

Biasanya dilakukan untuk menguji seseorang. Seperti yang dilakukan oleh para ulama Baghdad terhadap Imam Bukhari.

Di mana di hadapan beliau disebutkan 100 (seratus) matan hadits yang sanadnya ditukar-tukar antara satu matan dengan matan yang lain. Lalu Imam Bukhari diminta untuk menyusunnya dengan tertib.

***

Sebab-sebab Terjadinya Hadits Maqlub

Sebagaimana kami jelaskan. Sebab-sebab terjadinya hadits maqlub itu bermacam-macam. Yaitu:

– Kesalahan yang tidak sengaja dalam mengingat susunan matan dan sanad hadits.

– Kesengajaan yang dilakukan oleh seorang perawi. Dengan tujuan membuat para perawi yang lain terkecoh. Sehingga mereka tertarik dan meriwayatkan matan hadits itu darinya.

– Tujuan menguji kemampuan seorang perawi dalam menghafal matan dan sanad hadits secara tepat.

***

Hukum Membuat Hadits Maqlub

Terjadinya hadits maqlub itu bermacam-macam, maka hukumnya tidak sama.

Berikut ini rinciannya:

– Kesalahan yang tidak disengaja tentu tidak berdosa. Alias dimaafkan. Namun bila kesalahan itu sering dilakukan, maka perawi yang bersangkutan telah kehilangan sifat dhabith. Sehingga haditsnya menjadi dha’if.

– Adapun kesalahan yang dilakukan secara sengaja, maka pelakunya telah berbuat dosa. Pelakunya sama saja dengan para pembuat hadits palsu.

– Untuk tujuan menguji, maka hal itu tidak masalah. Dengan catatan, setelah ujian selesai hendaknya sanad dan matan yang asli dikembalikan pada susunan yang asli.

***

Penutup

Demikian sedikit catatan mengenai hadits maqlub. Semoga ada manfaatnya.

Allahu a’lam.

_______________________

Bacaan utama:

Kitab Taisir Musthalah al-HaditsSyeikh Mahmud ath-Thahhan.

Artikel:  Syarh Baiquniyah: Hadits MaqlubSyeikh Islam Mahmud Darbalah. 

Tags:

One thought on “Hadits Maqlub: Pengertian, Macam dan Contoh

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.