SHOPPING CART

close
Pengantar Studi Hadits

Hadits Mu’allal

Pendahuluan

Hadits dha’if itu sama dengan kondisi seorang manusia yang sedang sakit. Ada penyakit yang bersifat zhahir dan ada penyakit yang bersifat batin.

Ada penyakit batin yang sederhana, dan ada penyakit batin yang sangat kompleks.

Hadits Mu’allal merupakan sebuah hadits dha’if yang penyakitnya bersifat batin dan kompleks. Oleh karena itu, untuk mengetahuinya diperlukan perhatian yang ekstra, pemahaman yang dalam, serta wawasan yang luas tentang ilmu-ilmu hadits secara khusus, maupun ilmu-ilmu keislaman secara umum.

Pengertian

‘Illah artinya penyakit.

Dalam istilah hadits, ‘illah artinya penyakit yang samar dan tersembunyi. Tidak tampak secara zhahir.

Hadits Mu’allal adalah hadits yang mengandung ‘illah, yaitu  hadits yang secara zhahir merupakan hadits yang shahih, namun sebenarnya mengandung cacat yang tersembunyi.

Misalnya:

– Hadits yang secara zhahir sanadnya bersambung, tapi sebenarnya terputus.

– Hadits yang secara zhahir marfu’, namun sebenarnya mauquf.

– Hadits yang matannya tumpang-tindih satu sama lain.

– Hadits yang tertukar antara sanad satu hadits dengan matan hadits yang lain.

Keunikan ‘Illah Hadits

Ada seorang ahli hadits biasa dipanggil sebagai Abu Zar’ah.

Seseorang bertanya padanya, “Apa buktinya bahwa hadits ini termasuk hadits Ma’lul?”

Dia menjawab, “Dalilnya, bila engkau bertanya mengenai ‘illah suatu hadits dan aku menerangkan ‘illahnya. Lalu engkau pergi menemui Ibnu Darah (ahli hadits yang lain) dan bertanya ‘illah hadits itu. Namun engkau jangan memberitahunya bahwa engkau sudah bertanya padaku. Lalu dia memberitahumu ‘illah hadits itu. Setelah itu engkau pergi menemui Abu Hatim, dan dia pun menerangkah ‘illah hadits itu.

“Setelah itu engkau perhatikan masing-masing pernyataan yang kami sampaikan terhadap hadits itu.

“Bila engkau mendapati adanya perbedaan pernyataan kami, maka ketahuilah bahwa kami hanya menyampaikan pendapat kami sendiri-sendiri.

“Bila engkau mendapati pernyataan kami itu sama, maka pahamilah hakekat ilmu ‘illah hadits ini.”

Maka orang yang bertanya itu pun melakukan perintah Abu Zar’ah itu, dan ternyata pernyataan ketiga orang itu adalah sama.

Orang itu berkata, “Sekarang aku paham hakekat ilmu ‘illah hadits ini merupakan ilham.”

Penutup

Demikian sedikit keterangan yang bisa kami sampaikan tentang hadits Mu’allal ini. Semoga ada manfaatnya bagi kita bersama.

Allahu a’lam.

Sumber bacaan:

Kitab Mabahits fi Ulumil Hadits, Syeikh Manna’ al-Qatthan, rahimahullah.

***

Tags:

0 thoughts on “Hadits Mu’allal

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...