SHOPPING CART

close
Musthalah Hadits

Hadits Mu’dhal: Pengertian, Contoh dan Penjelasan

الْحَدِيْثُ الْمُعْضَلُ

al-Hadits al-Mu’dhal

 

Hadits Mu’dhal merupakan salah satu jenis hadits dha’if.

Sebagaimana kita pahami, bahwa salah satu penyebab hadits dha’if adalah sanadnya yang terputus.

Putusnya sanad tersebut ada beberapa macam.

Ada yang terputus di awal, ada yang di tengah, dan ada yang di akhir.

Lalu ada yang terputus hanya satu perawi, dan ada yang lebih dari satu perawi.

Sanad yang terputus lebih dari satu perawi itu, ada yang beruntun, ada yang tidak beruntun.

Pengertian

Para ulama hadits memberikan definisi sebagai berikut:

هو ما سقط من إسناده اثنان فأكثر على التوالي

Hadits Mu’dhal yaitu hadits yang terputus sanadnya, karena hilang (tidak disebut) dua orang perawi atau lebih secara beruntun.

Contoh Hadits Mu’dhal (1)

Imam Malik bin Anas berkata: Rasulullah Saw. bersabda,

“Seorang hamba sahaya itu memiliki hak untuk memperoleh makanan dan pakaian secara layak. Dan dia tidak boleh diberikan beban melebihi kemampuannya.”

Penjelasan

Perawi dalam hadits ini hanya ada satu orang, yaitu Imam Malik bin Anas. Padahal Imam Malik tidak pernah bertemu dengan Rasulullah Saw.

Imam Malik ini merupakan generasi tabi’ut tabi’in.

Artinya, antara Imam Malik dan Rasulullah Saw. terpaut dua generasi, yaitu: shahabat dan tabi’in.

Berarti, dalam hadits ini, minimal ada dua perawi yang hilang.

Contoh Hadits Mu’dhal (2)

 

عن أبى هريرة رضي الله عنه قال: قال رسولُ الله صلى الله عليه وسلم: للمملوك طعامُه وكسوته بالمعروف، ولا يكلف من العمل إلا ما يطيق

رواه مالك

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: 

Rasulullah Saw. bersabda, “Seorang budak itu punya hak (atas majikannya) berupa makanan dan pakaian secara layak. Dan dia tidak boleh diberikan beban yang memiliki kemampuannya.” 

(HR. Malik) 

Penjelasan

Imam Malik itu tidak pernah bertemu dengan Abu Hurairah. Dalam sanad yang lain (dengan matan yang sama) disebutkan, bahwa antara Imam Malik dan Abu Hurairah itu terdapat dua orang perawi.

Dua orang perawi itu adalah Muhammad bin ‘Ajlan dan ayahnya (‘Ajlan).

Karena ada dua orang perawi yang tidak disebutkan, maka hadits itu termasuk hadits mu’dhal.

Kesimpulan

Hadits ini termasuk hadits dha’if, karena sanadnya terputus.

Dan karena terputusnya sanad itu terjadi pada dua perawi atau lebih, dan berturut-turut, maka disebut Hadits Mu’dhal.

Penjelasan Lanjutan

Hadits di atas memang hadits dha’if.

Namun ternyata ada hadits lain yang matannya sama, diriwayatkan dengan jalur sanad yang lain.

Jalur sanad yang lain ini bersambung. Tidak terputus. Dengan sanad sebagai berikut:

Malik bin Anas, dari Muhammad bin ‘Ajlan, dari ayahnya, dari Abu Hurairah.

Berdasarkan sanad yang lain ini, maka matan hadits di atas jadi tertolong.

Penutup

Demikian sedikit keterangan mengenai Hadits Mu’dhal. Semoga ada manfaatnya bagi kita bersama.

Allahu a’lam.

_______________________________

Sumber bacaan:

Kitab Mabahits fi Ulumil HaditsSyeikh Manna’ al-Qatthanrahimatullah.

Artikel al-Hadits al-Mu’dhal wa Mitsal ‘alaihSyeikh Mahmud Dasuqi Daud Khthabialukah.net.

Tags:

2 thoughts on “Hadits Mu’dhal: Pengertian, Contoh dan Penjelasan

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.