SHOPPING CART

close
Arba'in Nawawiyah

Janganlah Engkau Marah (16)

Setiap orang pasti pernah marah. Anak-anak biasanya lebih mudah marah daripada orang yang sudah dewasa. Hal ini wajar, karena anak-anak memang belum biasa melatih dirinya untuk mengendalikan keinginannya dengan baik.

Adapun orang dewasa yang mudah itu sangat disayangkan. Karena sifat itu menunjukkan bahwa dirinya masih mirip anak kecil yang selalu dimanja. Secara usia sudah dewasa, namun secara mental belum.

Karena itu, marilah kita perhatikan hadits berikut ini baik-baik. Semoga Allah Swt. berkenan untuk membukakan pintu ilmu, hikmah serta hidayah-Nya bagi kita semua.

Teks Hadits

،عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

.أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوْصِنِيْ

.قَالَ :لاَ تَغْضَبْ

.فَرَدَّدَ مِرَاراً، قَال: لاَ تَغْضَبْ

.رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ

Terjemah

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seorang lelaki berkata kepada Rasulullah Saw.: “Nasihatilah saya.”

Beliau bersabda: “Janganlah engkau marah.”

Lalu orang itu mengulangi permintaannya berkali-kali.

Namun (setiap kali itu pula) beliau bersabda: “Jangan engkau marah.”

(HR. Bukhari).

Catatan dan Keterangan

Selanjutnya berikut ini beberapa catatan dan keterangan berkaitan dengan hadits di atas:

– Makna Jangan Marah

Sebenarnya orang marah itu reaksi yang manusiawi atas suatu peristiwa yang jauh dari harapan. Semakin berharap, maka kemungkinan untuk kecewa semakin terbuka lebar. Dari situlah orang bisa marah dan mencari pelampiasan.

Orang marah itu sebenarnya tidak bisa dilarang, namun bisa dikendalikan. Oleh karena itu makna jangan marah itu artinya:

1. Jangan engkau mudah marah. Jangan sedikit-sedikit marah, apalagi untuk masalah-masalah yang sepele dan tidak penting.

2. Kendalikan amarahmu. Jangan sampai karena marah engkau melakukan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

3. Janganlah engkau marah, kecuali untuk hal-hal penting yang harus marah. Misalnya: ada orang yang secara sengaja mengolok-olok ajaran agama dan nabi.

– Manajemen Emosi

Kita bisa mengurangi dorongan amarah dengan melakukan beberapa hal berikut ini:

1. Berta’awudz

Bila amarah datang, hendaknya kita segera membaca, “A’udzu billah minas-syaithanir-rajim.” Kita segera memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Karena pada dasarnya setan senang dengan orang yang sedang marah. Karena akan mudah dia kendalikan untuk melakukan berbagai perbuatan dan tindakan yang dilarang oleh Allah Swt.

2. Merubah posisi

Bila sedang berdiri, hendaknya kita duduk. Bila sedang duduk, hendaknya kita berbaring. Tentu bila keadaan memungkinkan.

3. Ambil air wudhu

Secara fisik air akan mendinginkan tubuh kita yang panas karena hawa amarah secara alami. Secara psikis kita akan memperoleh ketenangan, karena telah menyalurkan energi yang hendak dilampiaskan untuk merusak. Dan sebagai orang Islam kita telah memenuhi sunnah Rasulullah Saw.

4. Jangan Bicara

Ketika sedang marah, hendaknya kita lebih irit bicara. Malah kalau bisa kita tidak bicara sama sekali. Karena pada umumnya, orang yang sedang marah itu akan bicara yang buruk-buruk. Atau minimal dia akan bicara dengan nada yang ketus dan kasar. Sementara Rasulullah Saw. memberikan nasihat, hendaknya kita bicara yang baik atau diam saja.

– Keutamaan Menahan Amarah

Orang yang mampu mengendalikan amarahnya itu merupakan salah satu ciri orang yang bertakwa. Setara dengan orang yang mampu mengelola keuangan pribadinya sehingga selalu bisa bersedekah, baik di kala lapang maupun sempit. Karena telah memenuhi salah satu kriteria orang yang bertakwa, maka peluang untuk semakin dekat kepada Allah juga semakin terbuka.

Kemampuan menahan amarah juga merupakan ciri kedewasaan seseorang. Bila anak kecil saja diberikan nasihat untuk jangan mudah marah, apalagi orang yang sudah dewasa. Sebagai orang dewasa sudah sepantasnya kita lebih pandai mengelola emosi diri sendiri. Tidak perlu lagi dinasihati seperti halnya anak kecil.

– Bahaya Amarah Yang Tak Terkendali

Amarah hanya akan merugikan diri sendiri. Baik secara fisik, mental, maupun spiritual.

Secara fisik, emosi akan mengurangi kesehatan tubuh, bahkan bisa menyebabkan gangguan yang serius. Karena saking seriusnya dampak dari amarah yang tidak bisa dibendung, ada orang yang memiliki penyakit tertentu dilarang marah sama sekali.

Secara mental, amarah yang tidak terkendali menunjukkan mental seseorang sedang tidak baik. Mungkin selama ini dia selalu dimanja oleh orang-orang terdekatnya, sehingga jiwanya tidak bisa tumbuh dengan wajar.

Secara spritual, orang yang tidak mampu mengendalikan amarahnya dengan baik merupakan ciri orang yang masih jauh dari sifat takwa yang amat didambakan oleh setiap orang yang beriman.

Penutup

Demikian beberapa catatan dan keterangan yang bisa kami sajikan dalam kesempatan kali ini. Semoga ada manfaatnya bagi kita bersama.

Allahu a’lam.

Tags:

0 thoughts on “Janganlah Engkau Marah (16)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Klik di sini
Perlu penjelasan tambahan?