SHOPPING CART

close
Arba'in Nawawiyah

Kemurahan Allah Atas Hamba-Nya (24)

Mampukah manusia memikirkan ataupun memperkirakan kebesaran dan keagungan Allah? Jawabannya adalah mustahil. Ibaratnya bagaimana mungkin kita memasukkan seluruh air lautan dalam sebuah gelas. Bagaimanapun besarnya gelas itu, maka air lautan itu jauh lebih melimpah dibandingkan daya tampung gelas tersebut.

Demikianlah pula adanya daya nalar dan berpikir manusia. Bahkan bila seluruh umat manusia dan jin bersatu untuk memikirkan kebesaran dan kemurahan Allah Swt.

Selanjutnya marilah kita perhatikan dengan baik hadits di bawah ini. Semoga Allah Swt. berkenan membukakan pintu ilmu dan hikmah-Nya bagi kita semua.

Teks Hadits

عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيمَا يَرْوِي عَنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنَّهُ قَالَ

يَا عِبَادِي، إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلَا تَظَالَمُوا

يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلَّا مَنْ هَدَيْتُهُ فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ

يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ جَائِعٌ إِلَّا مَنْ أَطْعَمْتُهُ فَاسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمْكُمْ

يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ عَارٍ إِلَّا مَنْ كَسَوْتُهُ فَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ

يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ

يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ لَنْ تَبْلُغُوا ضَرِّي فَتَضُرُّونِي وَلَنْ تَبْلُغُوا نَفْعِي فَتَنْفَعُونِي

يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَا زَادَ ذَلِكَ فِي مُلْكِي شَيْئًا

يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِي شَيْئًا

يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُونِي فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مِنْهُمْ مَسْأَلَتَهُ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِي إِلَّا كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إِذَا دَخَلَ الْبَحْرَ

يَا عِبَادِي إِنَّمَا هِيَ أَعْمَالُكُمْ أُحْصِيهَا لَكُمْ ثُمَّ أُوَفِّيكُمْ إِيَّاهَا، فَمَنْ وَجَدَ خَيْرًا فَلْيَحْمَدِ اللَّهَ وَمَنْ وَجَدَ غَيْرَ ذَلِكَ فَلَا يَلُومَنَّ إِلَّا نَفْسَهُ

رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Terjemah

Dari Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah Saw., beliau meriwayatkan dari Rabbnya Azza wa Jalla, bahwa Dia berfirman:

“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan menetapkan pula haramnya kezaliman itu diantara kalian, maka janganlah kalian saling berlaku zalim.

“Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua dalam keadaan sesat, kecuali yang Aku berikan padanya hidayah. Oleh karena itu, mintalah hidayah kepada-Ku, niscaya Aku akan memberikan hidayah padamu.

“Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua dalam keadaan lapar, kecuali yang Aku berikan padanya makanan. Oleh karena itu, mintalah makan kepada-Ku, niscaya Aku berikan makanan padamu.

“Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua telanjang, kecuali yang Aku berikan padanya pakaian. Oleh karena itu, mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya Aku berikan pakaian padamu.

“Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua melakukan kesalahan pada malam dan siang hari, sementara Aku akan mengampuni semua dosa. Oleh karena itu, mintalah ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampuniku.

“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya tidak ada kemudharatan yang dapat kalian lakukan kepada-Ku, sebagaimana halnya tidak ada kemanfaatan yang dapat kalian berikan kepada-Ku.

“Wahai hamba-hamba-Ku, seandainya sejak orang pertama sampai orang terakhir di antara kalian, baik dari kalangan manusia maupun jin, semuanya ada dalam keadaan orang paling bertakwa di antara kamu, niscaya hal itu tidak akan menambah kekuasaan-Ku sedikit pun.

“Wahai hamba-hamba-Ku, seandainya sejak orang pertama sampai orang terakhir di antara kalian, baik dari golongan manusia maupun jin, semuanya ada dalam keadaan orang paling durhaka di antara kalian, niscaya hal itu tidak akan mengurangi kekuasaan-Ku sedikit pun.

“Wahai hamba-hamba-Ku, seandainya  sejak orang pertama di antara kalian sampai orang terakhir, semuanya berdiri pada sebuah bukit, lalu kalian meminta kepada-Ku, kemudian setiap orang yang meminta Aku penuhi, niscaya hal itu tidak akan mengurangi apa yang ada pada-Ku, kecuali bagaikan sebuah jarum yang dicelupkan pada tengah lautan.

“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya semua perbuatan kalian akan Aku perhitungkan untuk kalian, kemudian Aku berikan balasannya. Maka siapa yang banyak mendapatkan kebaikan, hendaklah dia bersyukur kepada Allah. Dan siapa yang menemukan selain itu, janganlah ada yang dia cela kecuali dirinya sendiri.”

(HR. Muslim)

Catatan dan Keterangan

Berikut ini beberapa catatan dan keterangan berkaitan dengan hadits di atas:

– Allah Mengharamkan Kezaliman

Zalim itu secara bahasa artinya gelap atau kegelapan. Karena perbuatan zalim akan memberikan kegelapan pada pelakunya pada hari kiamat.

Allah Maha Kuasa dan Maha Perkasa. Sekaligus Allah Maha Adil kepada setiap hamba-Nya. Tidak ada sedikitpun kezaliman yang Allah lakukan pada hamba-Nya.

Di antara kesempurnaan sifat Allah Yang Maha Adil adalah Dia mengharamkan kezaliman antara sesama makhluk-Nya selama hidup dunia. Baik itu sesama manusia, jin, maupun binatang sekalipun. Oleh sebab itu, setiap kezaliman yang dilakukan oleh seorang hamba atas sesama hamba akan memperoleh balasannya pada hari kiamat secara adil dalam arti yang sesungguhnya.

– Seluruh Manusia Sesat

Bagaimanapun pintarnya manusia sesungguhnya dia bodoh. Bahkan dia tersesat. Dalam arti tidak mampu mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Mana yang baik dan mana yang buruk.

Oleh sebab itulah kita umat Nabi Muhammad Saw. yang mengaku sebagai umat manusia yang paling maju dalam berpikir dan berilmu, tetap diberikan perintah untuk mengakui kebodohannya setiap hari. Sehingga kita pun dengan tulus dan merendahkan diri di hadapan-Nya memohon hidayah. Memohon petunjuk kepada jalan yang lurus. Jalan yang diridhai-Nya.

– Seluruh Manusia Lapar

Manusia nampak sekuat apapun sesungguhnya adalah lemah. Dia miskin bahkan tidak pernah mampu memenuhi kebutuhannya yang paling mendasar, yaitu makanan.

Tiap hari kita bisa makan beraneka ragam makanan dengan mudah. Karena sudah rutin, semua terasa mudah dan gampang. Namun bila kita mau teliti, ternyata tidak ada yang sederhana.

Semangkuk  nasi soto ayam, misalnya. Di situ terdapat beragam bahan makanan. Nasinya saja kalau kita pahami bagaimana bisa dihidangkan di depan meja itu pasti melalui proses yang tidak sebentar. Sejak ditanam, dirawat, panen, sampai jadi beras dan distribusi yang kadang bisa antar kota dan negara. Belum lagi ayamnya, dan aneka bumbunya.

Sungguh bila kita mengingat itu semua dengan detail, maka kita akan sangat bersyukur setiap kali makan. Apalagi kita tahu pasti bahwa setiap hari jutaan orang senantiasa dalam keadaan lapar, bahkan kelaparan dalam arti yang sesungguhnya. Baik karena kondisi perang maupun damai. Dan di antara mereka sangat mungkin ada yang tempat tinggalnya hanya beberapa ratus atau puluh meter dari rumah kita.

– Seluruh Manusia Telanjang

Demikian pula pakaian yang kita gunakan setiap saat. Tidak ada satu pun pakaian kita itu bisa kita dapatkan dalam waktu yang singkat. Semuanya melalui proses panjang dan berliku.

Apalagi pakaian zaman sekarang. Bukan hanya bahannya, namun juga modenya. Itu hasil budaya bangsa sejak yang telah berlaku sejak ribuan tahun yang lalu, hingga akhirnya berbentuk jadi model pakaian masa kini yang kita gunakan.

Kita tidak bisa membandingkan bahan maupun model pakaian kita dengan pakaian kedua nenek moyang kita Nabi Adam dan Siti Hawa ketika diturunkan ke bumi. Tentu sangat jauh berbeda.

Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita sangat bersyukur dengan segala kemudahan yang Allah limpahkan kepada kita, termasuk dalam hal ini adalah pakaian yang melindungi sekaligus menghiasi tubuh kita setiap saat.

– Seluruh Manusia Berdosa

Bagaimanapun manusia telah berusaha mati-matian menjaga dirinya dari perbuatan dosa, namun memang sudah kodratnya manusia akan selalu bergelimang dosa.

Hal ini bisa kita pahami dengan baik apabila kita bandingkan keadaan ruhaniyah kita dengan jasmaniah kita. Apakah mungkin jasad kita bisa bersih dari najis satu hari saja? Jawabannya adalah mustahil.

Meskipun kita telah menjaga sumber makanan kita dengan memilih makanan yang paling bersih dan harum, namun tetap saja beberapa jam kemudian kita harus mengeluarkan kotoran yang najis itu. Inilah fitrah manusia.

Oleh sebab itu, Allah pun memiliki sifat utama di antaranya Maha Pengampun. Allah sudah membuat sifat manusia seperti itu supaya Allah bisa memberikan ampunan kepada umat manusia maupun jin, sebesar apapun kesalahan dan dosa mereka. Semakin besar dan banyak dosa manusia, Allah selalu bersedia memberikan ampunan-Nya bagi mereka. Dan hal itu semakin menunjukkan bahwa Allah sungguh-sungguh Maha Pengampun bagi hamba-Nya, terutama bagi yang bertaubat nashuha.

– Hakekat Ketaatan Manusia di Hadapan Kekuasaan Allah

Ketaatan umat manusia maupun jin tidak pernah menambah sedikit pun kekuasaan Allah. Karena pada hekekatnya manusia dan jin diciptakan bukan untuk menambah kekuasaan Allah. Namun untuk beribadah kepada-Nya. Di mana manfaat ibadah itu akan kembali sepenuhnya bagi kepentingan makhluk-Nya.

Manusia maupun jin berbeda dengan malaikat yang memang sejak awal diciptakan untuk senantiasa patuh dan tunduk pada setiap aturan-Nya sepanjang usia mereka. Tanpa sedikit pun melakukan khilaf dan kesalahan.

Atau memang di antara kekuasaan Allah adalah Dia mampu menciptakan makhluk yang berbeda-beda dengan alam dan sifatnya masing-masing. Sehingga apapun yang terjadi di dunia ini adalah semata-mata dengan izin-Nya dan di bawah kekuasan-Nya. Secara mutlak.

– Kemurahan Allah pada Hari Perhitungan

Allah bukan hanya Maha Pemurah di dunia ini, namun juga di akhirat kelak. Apa pun kebaikan yang kita terima selama hidup di dunia ini merupakan kemurahan dari Allah semata. Adapun keburukan yang menimpa kita merupakan buah dari perbuatan manusia sendiri. Allah tidak pernah berlaku zalim kepada makhluk-Nya sedikitpun.

Demikian pula di akhirat nanti. Apapun pahala kebaikan yang kita terima merupakan kemurahan dari Allah semata. Sehingga setiap kebaikan akan dilipatgandakan dari sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Plus menghapus satu dosa.

Adapun dosa yang harus kita tanggung merupakan buah dari kecerobohan kita sendiri yang keterlaluan. Karena kalau kebaikan dan keburukan manusia itu seimbang, dia pasti masuk surga. Hanya orang yang kelebihan dosa akan masuk neraka. Padahal selain itu Allah sudah membukakan pintu ampunan-Nya bagi siapa saja yang mau bertaubat. Nah, masih kurang apa lagi?

Penutup

Inilah beberapa catatan dan keterangan yang mampu kami sajikan pada kesempatan kali ini. Semoga ada manfaatnya bagi kita bersama.

Allahu a’lam

Tags:

0 thoughts on “Kemurahan Allah Atas Hamba-Nya (24)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...