SHOPPING CART

close
Pengantar Studi Hadits

Hadits Qudsi

Hadits itu identik dengan Rasulullah Saw. Sementara qudsi itu merujuk pada Dzat Allah Yang Maha Suci. Karena qudsi artinya suci, dan yang benar-benar suci hanya Allah Swt.

Hadits Qudsi adalah firman Allah, tapi dengan susunan redaksi dari Rasulullah. Maknanya dari Allah, tapi lafaznya dari Rasulullah. Firman Allah, tapi masuk dalam himpunan kitab hadits, bukan al-Qur’an.

Dengan demikian bisa dikatakan, bahwa hadits qudsi itu lebih mulia daripada hadits biasa, namun berada di bawah ayat-ayat al-Qur’an. Karena al-Qur’an itu mukjizat, sementara hadits qudsi bukan mukjizat.

Contoh:

.عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى وَأَنَا مَعَهُ إِذَا دَعَانِى

Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah Saw. bersabda: Allah berfirman, “Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Dan aku bersamanya, bila dia berdoa pada-Ku.” (HR. Muslim)

Contoh yang lain:

.عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: قَالَ اللَّهُ: أَعْدَدْتُ لِعِبَادِى الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ، وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ

Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi Muhammad Saw. beliau bersabda: Allah berfirman, “Aku siapkan bagi hamba-hamba-Ku yang shaleh apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, yang tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia.” (HR. Bukhari).

Contoh yang lainnya:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ: يَا ابْنَ آدَمَ تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِى أَمْلأْ صَدْرَكَ غِنًى وَأَسُدَّ فَقْرَكَ وَإِلاَّ تَفْعَلْ مَلأْتُ يَدَيْكَ شُغْلاً وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكَ

Dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad Saw. beliau bersabda: Allah Ta’ala berfirman, “Wahai anak Adam, habiskanlah (waktu dan tenagamu) untuk beribadah pada-Ku. Niscaya aku penuhi dadamu dengan kecukupan dan aku penuhi seluruh kebutuhanmu. Bila tidak engkau lakukan, maka akan Aku penuhi dirimu dengan kesibukan, dan Aku tidak akan memenuhi kebutuhanmu.” (HR. Tirmidzi)

Kesimpulan:

  • Hadits qudsi adalah firman Allah, namun tidak termasuk dalam himpunan ayat-ayat al-Qur’an. Karena maknanya dari Allah, lafaznya dari Rasulullah.
  • Hadits qudsi itu ada yang mutawatir, ada yang shahih, dha’if, bahkan palsu. Sama dengan hadits pada umumnya yang juga demikian.
  • Meskipun firman Allah, hadits qudsi bukan mukjizat. Karena dia hadits, bukan al-Qur’an.
  • Hadits qudsi bisa kita peroleh dalam kitab-kitab hadits.

Demikian penjelasan ini kami sampaikan, semoga ada manfaatnya bagi kita semua.

Tags:

0 thoughts on “Hadits Qudsi

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...