SHOPPING CART

close

Hadits Syadz dan Mahfuzh: Pengertian, Contoh dan Penjelasan

Hadits Syadz merupakan lawan dari Hadits Mahfuzh.

Bila ada dua hadits yang saling bertentangan, maka yang kalah disebut sebagai hadits syadz. Sedangkan yang menang disebut sebagai hadits mahfuzh.

Namun demikian, hadits syadz itu lebih populer daripada hadits mahfuzh. Karena istilah hadits syadz ini lebih sering digunakan daripada hadits mahfuzh.

Baca pulaHadits Syadz: Pengertian, Macam-macam dan Contohnya

Selanjutnya berikut ini kami sampaikan definisi hadits syadz dan hadits mahfuz beserta contohnya masing-masing.

***

Defisini Hadits Syadz

Secara bahasa, syadz artinya: aneh, janggal, nyeleneh, beda sendiri, tidak sama dengan kebanyakan.

Secara istilah, Hadits Syadz adalah:

ما رواه المقبول مخالفًا لمن هو أولى منه

“Hadits yang diriwayatkan perawi yang maqbul (lumayan tsiqah). Namun bertentangan dengan hadits lain yang diriwayatkan perawi yang lebih tsiqah.”

***

Definisi Hadits Mahfuzh

Secara bahasa, mahfuzh artinya: terjaga, terpelihara, selamat. Lawan dari syadz.

Secara istilah, Hadits Mahfuzh adalah:

ما رواه الأوثق مخالفاً لمن دونه من الثقات

“Hadits yang diriwayatkan perawi yang lebih tsiqah daripada hadits yang juga tsiqah.”

***

Shahih dan Dha’if

Ibaratnya, hadits syadz dan mahfuzh itu merupakan saudara kandung yang saling bermusuhan. Di mana ada hadits syadz, maka di situ ada hadits mahfuzh. Namun keduanya tidak pernah rukun.
Bila keduanya berkelahi, maka yang kalah disebut hadits syadz, dan yang menang disebut hadits mahfuzh.
Hadits Syadz itu termasuk hadits dha’if (lemah dan penyakitan). Sedangkan Hadits Mahfuzh itu termasuk hadits shahih (kuat dan sehat).

***

1. Contoh Hadits Syadz dan Mahfuzh dalam Sanad

Contoh hadits syadz

Berikut ini contoh hadits syadz:

أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ عَبْدَانَ : أنا أَحْمَدُ بْنُ عُبَيْدٍ، ثنا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِسْحَاقَ الْقَاضِي، ثنا سُلَيْمَانُ، وَعَارِمٌ، قَالَا : ثنا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ عَمْرٍو، عَنْ عَوْسَجَةَ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ :أَنَّ رَجُلًا مَاتَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَمْ يَدَعْ وَارِثًا إِلَّا مَوْلًى لَهُ هُوَ أَعْتَقَهُ، فَأَعْطَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِيرَاثَهُ

Contoh hadits mahfuzh

Berikut ini contoh hadits mahfuzh:

أَخْبَرَنَا أَبُو الْحَسَنِ عَلِيُّ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ عَبْدَانَ، أنا أَحْمَدُ بْنُ عُبَيْدٍ الصَّفَّارُ، ثنا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِسْحَاقَ، ثنا عَلِيُّ بْنُ الْمَدِينِيِّ، ثنا سُفْيَانُ، عَنْ عَمْرٍو، عَنْ عَوْسَجَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ـ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا ـ قَالَ: مَاتَ رَجُلٌ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَمْ يَتْرُكْ وَارِثًا إِلَّا عَبْدًا لَهُ هُوَ أَعْتَقَهُ، فَأَعْطَاهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِيرَاثَهُ

Keterangan

Kedua hadits di atas memiliki matan yang sama. Namun memiliki sanad yang berbeda dan bertentangan.

Hadits yang pertama diriwayatkan secara mursal, dengan sanad:

Hammad bin Zaid – ‘Amr – ‘Ausajah Maula Ibnu ‘Abbas

Hadits yang kedua diriwayatkan secara muttashil, dengan sanad:

Sufyan – ‘Amr – ‘Ausajah – Ibnu ‘Abbas

Dalam keadaan keadaan seperti ini, seorang ahli hadits harus mengambil keputusan, mana yang lebih kuat. Antara yang mursal dan yang muttashil.

Sebenarnya, semua perawi dalam hadits yang pertama itu adalah tsiqah. Namun masih kalah tsiqah dengan para perawi dalam hadits yang kedua.

Sehingga hadits yang pertama itu disebut sebagai hadits syadz, dan hadits yang kedua disebut sebagai hadits mahfuzh.

***

2. Contoh Hadits Syadz dan Mahfuzh dalam Matan

Contoh Hadits Syadz

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :يَوْمُ عَرَفَةَ، وَيَوْمُ النَّحْرِ، وَأَيَّامُ التَّشْرِيقِ عِيدُنَا أَهْلَ الْإِسْلَامِ، وَهِيَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

Rasulullah Saw. bersabda:

“Hari Arafah, Hari Nahr, dan Hari Tasyriq bagi kita orang Islam adalah hari makan dan minum.”

Contoh Hadits Mahfuzh

  قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

Rasulullah Saw. bersabda:

“Hari Tasyriq merupakan hari makan dan minum.

Keterangan

Dua hadits di atas adalah bertentangan. Di mana dalam hadits yang pertama ada tambahan, yaitu: hari Arafah dan hari Nahr. Sementara pada hadits yang kedua, tidak ada tambahan tersebut.

Hadits yang pertama itu memiliki para perawi yang tsiqah. Namun masih kalah tsiqah dengan para perawi dalam hadits yang kedua.

Oleh karena itu, hadits yang pertama merupakan hadits syadz. Hadits yang dha’if. Sedangkan hadits yang kedua merupakan hadits mahfuzh. Hadits yang shahih.

Maka tambahan itu merupakan matan yang syadz.

***

Penutup

Demikian sedikit penjelasan mengenai Hadits Syadz dan Hadits Mahfuzh. Semoga ada manfaatnya bagi kita bersama.

Bila ada tambahan maupun pertanyaan, kami persilakan disampaikan pada kolom komentar.

Allahu a’lam.

________________________

Bacaan utama:

Kitab Taisir fi Musthalah Hadits, Syeikh Mahmud ath-Thahhan.

Artikel: Hadits Syadz, Syeikh Ali bin Salim Rawahi.

Tags:

One thought on “Hadits Syadz dan Mahfuzh: Pengertian, Contoh dan Penjelasan

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.