SHOPPING CART

close
Tanya-Jawab

Hukum Diajak Makan Shahibul Mushibah

Pertanyaan

Ustadz, saya mau tanya, apa hukumnya kalau kita diajak makan oleh Shahibul Mushibah (keluarga yang sedang berduka) sehabis pulang dari kuburan?

Katanya kan kita tidak boleh merepotkan keluarga almarhum?

Kata seorang Ustadz:

“Syariah sudah menjelaskan, makan minum di rumah ahli musibah termasuk Niyahah atau meratap yang dilarang. Kita tinggal memilih, melanggar larangan atau patuh aturan?”

Terima kasih, mohon pencerahannya…

***

Jawaban

Inggih benar, kita tidak boleh merepotkan shahibul mushibah…

Oleh karena itu dalam hal ini kita perlu memperhatikan beberapa kemungkinan…

Pertama, kalau Shahibul Musibah sudah siapkan masakan dengan baik, hendaknya undangan atau ajakan itu kita terima…

Karena kalau kita menolak, justru akan lebih merepotkan dia. Makanan yang sudah dimasak, tentu harus dimakan…

Kedua, kalau dia mengajak hanya basa-basi, hendaknya kita menolak. Karena ajakan itu akan memberatkan dia.

Ketiga, kalau ada rezeki lebih, ada baiknya kita kasih sedikit uang duka padanya. Hitung-hitung buat bantu konsumsi tsb…

Intinya, larangan itu tidak bersifat kaku. Boleh kita sesuaikan dengan kondisi dan kebijaksanaan.

Sebenarnya meniko masalah fiqih inggih, bukan syariat…

Tapi inggih monggo kerso, pilihan selalu ada pada penanya…

Kami yang ditanya hanya menjawab sesuai pemahaman kami…

Adapun kebenaran yang sejati hanya pada sisi Allah Swt.

Inilah makna ungkapan: Allahu a’lam bisshawab…

Demikian inggih.

Allahu a’lam…

Tags:

0 thoughts on “Hukum Diajak Makan Shahibul Mushibah

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.