SHOPPING CART

close
Keluarga Sederhana

Insya Allah Beliau Orang Yang Bertakwa

Menurut saya, insya Allah beliau adalah orang yang bertakwa.

Takwa itu artinya hati-hati. Orang yang bertakwa berarti orang yang berhati-hati.

Karena hati-hatinya itu, orang yang bertakwa tidak hanya meninggalkan perbuatan yang haram dan perbuatan yang makruh. Dia juga meninggalkan sebagian perbuatan yang mubah.

Jadi kriteria orang yang bertakwa itu ada tiga, yaitu:

#1. Meninggalkan semua yang haram.

#2. Meninggalkan semua yang makruh.

#3. Meninggalkan sebagian yang mubah atau halal.

Oya, mubah dan halal itu artinya sama, yaitu boleh dikerjakan. Bedanya, kalau mubah itu terarah ke perbuatannya, sedangkan halal itu terarah ke bendanya.

Misalnya, makan daging ayam goreng, hukumnya mubah. Ayam gorengnya sendiri, hukumnya halal. Minum air putih, hukumnya mubah. Air putihnya sendiri, hukumnya halal.

Kembali kepada orang yang bertakwa tadi. Orang yang bertakwa itu mampu meninggalkan sebagian perbuatan yang mubah.

Misalnya tidur di malam hari, itu hukumnya mubah. Boleh dikerjakan. Nah orang yang bertakwa itu biasa mengurangi tidur di malam hari. Tujuannya adalah qiyamull lail, bangun malam. Dia gunakan kesempatan itu untuk memperbanyak dzikir, shalat Tahajud, atau membaca al-Qur’an. Boleh juga untuk bekerja, seperti: bikin artikel buat blog ini. Hehe… Yang penting mengurangi perbuatan yang mubah.

Sebaliknya, orang yang terlalu banyak tidur, baik tidur di malam hari maupun di siang hari, itu susah untuk disebut sebagai orang yang bertakwa. Mohon maaf bila ada yang tersinggung, hehe…

Misal yang lain, berkaitan dengan makanan. Orang yang bertakwa itu bukan hanya meninggalkan makanan yang haram dan makruh. Orang yang bertakwa itu juga meninggalkan sebagian kesempatan untuk makan makanan yang halal. Lalu dia gunakan kesempatan itu untuk puasa.

Oleh karena itu, dalam al-Qur’an dinyatakan, bahwa kita umat Islam diperintahkan puasa itu tujuannya supaya kita bertakwa. Tidak makan dan minum di siang hari, meskipun makan makanan yang halal. Tidak minum di siang hari, meskipun minum minuman yang halal. Kita disuruh untuk praktik menjadi orang yang bertakwa.

Kembali kepada sosok tokoh kita kali ini. Saya perhatikan kalau sedang bepergian jauh, lalu mampir ke warung, beliau ini tidak pernah pesan daging ayam ataupun daging sapi. Juga tidak pernah mau makan soto ayam di warung.

Perihal itu sangat menarik perhatian saya. Maka saya tanyakan kepada istri dan anak-anaknya. Ternyata hal itu bukan kebetulan. Tapi memang sudah menjadi prinsip hidupnya. Beliau hanya mau makan daging ayam yang disembelih sendiri, atau disembelih oleh orang yang beliau percaya. Juga tidak mau makan daging sapi maupun kambing, kecuali yang disembelih oleh orang yang beliau percaya pula.

Karena menurut beliau, hal itu berkaitan dengan halal dan haramnya daging hewan sembelihan tersebut. Kalau caranya tidak sah, kan jadi makanan yang haram. Misalnya tidak membaca bismillah ketika menyembelih.

Padahal setahu saya, secara hukum keadaan seperti itu tidak masalah. Karena kalau mau kolot, kita akan jadi susah sendiri. Masak kalau mau makan di warung harus tanya dulu, itu daging ayam disembelihnya bagaimana? Apa membaca bismillah atau tidak? Kan jadi repot sendiri, bahkan juga merepotkan orang lain.

Karena setahu saya, hukum Islam itu pada dasarnya selalu memberi jalan kemudahan bagi umatnya. Kita boleh makan daging ayam di warung seperti itu. Yang penting kita makan di warung yang menurut persangkaan kita pemiliknya adalah orang Islam. Dan ketika mulai makan, hendaknya kita membaca bismillah. Sudah cukup.

Kembali lagi kepada orang yang bertakwa tadi. Apakah beliau tidak paham akan hal ini. Saya kira beliau paham juga. Tapi memang beliau hendak berhati-hati saja. Tiap makanan yang masuk ke dalam perutnya bukan sekedar halal secara hukum, tapi juga merupakan makanan pilihan.

Beliau adalah mertua saya. Ayah istri saya, Bapak Tarsipan, almarhum.

Semoga Allah Swt. menerima seluruh amal kebajikannya, dan melimpahkan ampunan-Nya. Amin ya rabbal ‘alamin

Demikian, semoga ada manfaatnya.

Bila di antara para pembaca ada yang ingin memberikan tambahan atau tanggapan, saya persilakan untuk menyampaikan pada kolom komentar.

Terima kasih.

Tags:

0 thoughts on “Insya Allah Beliau Orang Yang Bertakwa

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Klik di sini
Perlu penjelasan tambahan?