SHOPPING CART

close
Kultum

Jadi Mubaligh Mesti Sabar

Wa maa uutiitum minal-‘ilmi illaa qaliilaa…

Tidaklah engkau diberikan ilmu, melainkan hanya sedikit.

Ayat itu ditujukan untuk seluruh umat manusia. Bahwa ilmu seluruh manusia itu meskipun dikumpulkan bersama-sama, masih amat sedikit. Masih terlampau lebih banyak yang kita belum ketahui, daripada yang sudah kita ketahui. Dan memang salah satu sifat dasar manusia adalah bodoh. Alias amat sedikit ilmunya.
Oleh karena itu, hendaknya kita tidak perlu merasa kaget apabila seorang profesor salah dalam memberikan pendapat. Apalagi hanya seorang calon doktor.
Justru di sinilah tugas kita sebagai sesama muslim untuk saling mengingatkan dengan semangat menyampaikan kebenaran dan kesabaran. Dakwah dengan hikmah.
Bahwa benar saja tidaklah cukup. Harus ada semangat kesabaran. Sebab boleh jadi orang yang kita berikan nasihat itu lambat dalam menerima kebenaran. Atau malah menolak kebenaran.
Bukankah hanya Allah yang bisa memberikan hidayah? Jangankan kita manusia biasa yang sudah jelas banyak salah dan dosa. Nabi Muhammad pun pernah memperoleh peringatan tegas, bahwa beliau tidak bisa memberikan hidayah sama sekali.
Jadi jangan sampai kita terlalu ngotot dalam bertabligh. Santai saja. Jangan juga niat kita jadi terbelokkan. Harusnya menyampaikan kebenaran, malah jadi menyalurkan emosi dan amarah yang meluap-luap. Akhirnya kita pun harus dinasihati orang lain: “Jadi mubaligh jangan mudah marah. Janganlah engkau marah, maka bagimu surga. Demikian pesan beliau Saw.”

Tags:

0 thoughts on “Jadi Mubaligh Mesti Sabar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...