SHOPPING CART

close
Kaidah Fiqih

Kaidah Fiqih 12: Ridha dengan Sesuatu Berarti Ridha dengan Akibatnya

الرِّضَا بِالشَّيْءِ رِضَا بِمَا يَتَوَلَّدُ مِنْهُ

Ar-ri-dhaa bis-syai-i ri-dhaa bi-maa ya-ta-wal-la-du minh.

Ridha dengan sesuatu maka juga ridha terhadap konsekuensi dari sesuatu tersebut.

 

Contoh:

1. Seorang suami wajib memberikan nafkah kepada istrinya sesuai dengan kemampuan.

Seorang laki-laki yang sudah ridha untuk menikahi seorang perempuan, maka dia juga ridha untuk memberikan nafkah kepadanya.

2. Apabila sudah memperoleh izin meminjam sepeda motor, maka kita boleh menaikinya.

Seseorang yang ridha dipinjam sepeda motornya, maka dia juga ridha sepeda sepeda motor itu dinaiki.

3. Setelah penjual dan pembeli menyepakati barang dan harganya, maka si penjual wajib menyerahkan barang dan si pembeli wajib menyerahkan harganya.

Dua orang yang sudah menyatakan ridha dengan harga dan barang yang disepakati, maka masing-masing pihak juga ridha untuk membayar harga dan menyerahkan barang.

4. Seorang penyewa rumah boleh kasih paku pada tembok rumah seperlunya.

Bila kita telah ridha menyewakan rumah, maka kita juga harus ridha tembok rumah itu dikasih paku seperlunya.

5.Bila telah memperoleh izin menggunakan toilet orang lain, maka kita boleh  menggunakan air secukupnya.

Bila kita ridha seseorang numpang ke toilet rumah kita, berarti kita juga ridha dia menggunakan air sesuai keperluan.

 

Catatan:

1. Ridha artinya setuju tanpa paksaan.

2. Kaidah ini berkaitan dengan kaidah yang lain, yaitu:

العادة محكمة

Adat kebiasaan itu memiliki kekuatan hukum.

Tags:

0 thoughts on “Kaidah Fiqih 12: Ridha dengan Sesuatu Berarti Ridha dengan Akibatnya

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...