SHOPPING CART

close
Qawaid Fiqhiyah

Kaidah Fiqih 22: Satu Obyek Tidak Boleh Digunakan untuk Lebih dari Satu Keperluan

الْمَشْغُوْلُ لَا يُشْغَلُ

Al-masy-ghuu-lu laa yush-ghal.

Yang sedang digunakan tidak boleh digunakan (untuk keperluan lain).

Contoh:

1. Rumah yang sedang digadaikan tidak sah untuk dijadikan barang gadaian lagi.

2. Wanita yang sudah menikah tidak boleh dinikahi oleh orang lain.

3. Orang yang sedang shalat tidak boleh diberikan perintah yang lain.

4. Mahasiswa yang sedang belajar di kelas tidak boleh diberikan perintah yang lain.

Catatan:

1. Sebelum diberikan perintah yang lain, maka mahasiswa yang sedang diberikan tugas di dalam harus dibebaskan dari tugas belajarnya terlebih dahulu. Sehingga dia terbebas dari tugas yang pertama.

2. Sebelum dinikahi oleh orang lain, wanita itu harus diceraikan oleh suaminya, dan habis masa iddahnya. Sehingga dia terbebas dari ikatan yang semula.

3. Sepeda motor yang digadaikan dalam jangka waktu yang lama, bila tidak digunakan sama sekali bisa rusak. Sepeda motor tersebut harus dipanasi. Untuk memanasinya perlu jasa orang lain. Maka hal ini bisa diatur dalam perjanjian. Misalnya, sepeda motor itu boleh disewakan dengan pembagian hasil tertentu antara pemilik dan yang mengatur penyewaan.

Tags:

0 thoughts on “Kaidah Fiqih 22: Satu Obyek Tidak Boleh Digunakan untuk Lebih dari Satu Keperluan

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.