SHOPPING CART

close

Kaidah Fiqih 30: Mengutamakan Orang Lain dalam Hal Ibadah

الْإِيْثَارُ بِالْقُرْبِ مَكْرُوْهٌ

Al-ii-tsaa-ru bil-qur-bi mak-ruuh.

Mengutamakan orang lain dalam hal ibadah hukumnya adalah makruh.

 

Contoh:

1. Bila ada kesempatan mengambil shaf pertama, janganlah kita memberikannya kepada orang lain. Hendaknya kita ambil untuk diri sendiri.

2. Bila telah ada biaya untuk berangkat haji, dan biayanya hanya cukup untuk satu orang, hendaknya kita sendiri yang pergi haji. Jangan membiayai orang lain dulu.

***

Catatan:

1. Hal ini khusus untuk masalah ibadah. Adapun untuk masalah muamalah, kita diperintahkan untuk mendahulukan orang lain. Seperti urusan makanan, berkendaraan, atau keuangan.

2. Kaidah ini ada kaitannya dengan kaidah:

الْفَرْضُ أَفْضَلُ مِنَ النَّفَلِ

Al-far-dhu af-dha-lu mi-nan-na-fal.

Yang wajib itu lebih utama daripada yang sunnah.

Tags:

2 thoughts on “Kaidah Fiqih 30: Mengutamakan Orang Lain dalam Hal Ibadah

  • Abdul Malik

    masya Allah..terimakasih atas ilmunya, sangat bermanfaat sekali ustadz.

    • Ahda Bina

      Inggih, sama-sama Bapak Abdul Malik. Barakallahu fikum…

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.