SHOPPING CART

close

Kaidah Fiqih 34: Laksanakan Yang Bisa Dilaksanakan

مَا لَا يُدْرَكُ كُلُّهُ لَا يُتْرَكُ كُلُّهُ

Maa laa yud-ra-ku kul-lu-hu laa yut-ra-ku kul-lu-hu.

Apa yang tidak mampu dikerjakan semuanya, jangan pula ditinggalkan semuanya.

Maksudnya:

Kerjakanlah semampunya. Namun tetap bersungguh-sungguh.

Jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan yang ada.

 

Contoh:

1. Shalat tahajud

Kita sangat dianjurkan untuk melaksanakan shalat tahajud.

Kalau bisa hendaknya meniru Rasulullah Saw. Yaitu setiap malam.

Bila tidak mampu setiap malam, jangan lantas tidak tahajud sama sekali. Namun kita laksanakan semampunya.

Bisa dua hari sekali, seminggu sekali, dan seterusnya.

2. Zakat Fitrah

Membayar zakat fitrah itu hukumnya wajib.

Orang yang sangat miskin mungkin di rumahnya tidak ada beras sebanyak nishab zakat fitrah. Mungkin hanya ada satu kilogram beras saja.

Maka hendaknya dia tetap membayarkan yang satu kilogram beras itu kepada orang yang lebih miskin darinya. Atau kepada sesama orang miskin yang lain.

Adapun dia nanti memperoleh zakat fitrah dari orang kaya, maka itu urusan yang lain.

3. Kurban kambing

Ada orang yang belum mampu berkurban dengan seekor kambing.

Padahal dia sangat ingin berkurban.

Maka dia boleh patungan dengan sesama orang yang belum mampu untuk membeli seekor kambing.

4. Memilih Pemimpin

Di era demokrasi, kita harus memiliki pilihan pemimpin. Orang yang tidak memilih tetap dihitung telah memilih. Jadi orang yang golput pun tetap dihitung telah datang ke TPS.

Oleh karena itu, hendaknya kita tetap datang ke TPS, meskipun misalnya semua calon adalah orang jahat. Kita pilih yang paling sedikit jahatnya.

Kita tidak kenal pun tetap datang ke TPS. Dengan seluruh kemampuan yang kita miliki, dengan bismillah kita memilih. Mohon petunjuk kepada Allah.

***

Catatan:

1. Kaidah ini menunjukkan semangat beramal yang luar biasa. Allah sungguh-sungguh menilai kita dari niat yang tulus. Bukan hasilnya.

2. Kaidah ini ada kaitannya dengan kaidah yang lain:

إِذَا تَعَارَضَ مَفْسَدَتَانِ رُوْعِيَ أَعْظَمُهُمَا بِإِرْتِكَابِ أَخَفِّهِمَا

I-dzaa ta-‘aa-ra-dha maf-sa-da-taa-ni ruu-‘i-ya a’-zha-mu-hu-maa bi-ir-ti-kaa-bi a-khaf-fi-hi-maa.

Bila harus memilih dua pilihan yang sama-sama buruk, maka kita hindari yang paling buruk, dan memilih yang lebih sedikit buruknya.

 

Tags:

One thought on “Kaidah Fiqih 34: Laksanakan Yang Bisa Dilaksanakan

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.