SHOPPING CART

close
Born To Be A Blogger

Ketika Orang Lain Mencontek Postingan Kita Tanpa Permisi

Pernahkah kita membaca postingan sendiri, tapi di blog orang lain? Maksud saya konten yang kita bikin sendiri, bukan konten hasil contekan dari blog yang lain lagi. Hehe…

 Tidak semua orang tahu bagaimana rasanya. Meskipun semua orang bisa menduga, namun tidak semua orang pernah merasakannya dengan sebenar-benarnya.

Alhamdulillah, saya sendiri pernah merasakan keadaan seperti itu. Ada senang, namun juga ada sedihnya. Mana yang lebih dominan, sedih atau senang, berikut ini saya jelaskan.

Belum lama ini iseng saja, saya coba searching sebuah kalimat dari blog saya di google. Hasilnya, ada dua blog yang mengutip paragraf saya itu sama persis kata per kata, berikut koma titiknya.

Wah, panas dingin saya dibuatnya. Panas oleh amarah, dan dingin karena senang.

Saya senang, ternyata ada juga orang yang terkesan dengan susunan kalimat yang saya bikin, sehingga dia tergoda untuk copy-paste. Saya juga senang, berarti kalimat-kalimat yang pernah saya susun itu semakin banyak gunanya, karena insya Allah semakin banyak yang baca.

Tapi… Lha ini masalahnya…

Kok ya kebangetan, orang mengutip tapi tidak menyebutkan sumbernya. Yah minimal disebutlah sedikit nama penulisnya. Berarti dia belum bisa menghargai hasil karya orang lain. Saya ingat betul, perbuatan ini bertentangan dengan salah satu butir dalam P4 yang disusun oleh Bapak Presiden Soeharto itu. Termasuk perbuatan yang sangat tercela. Hehe…

Namun saya segera sadar. Yah, mungkin saja pemilik blog ini masih tergolong muda, dan tidak tahu etika menulis yang baik dan benar. Boleh jadi dia sedang pamer pada pacarnya, kalau dia juga bisa bikin artikel atau makalah yang bagus. Siapa tahu? Atau kemungkinan alasan yang lain.

‘Ala kulli hal, memang demikianlah konsekuensinya. Bila kita sudah keluarkan isi kepala di depan orang banyak, berarti kita harus siap pemikiran kita itu dikutip dan diadopsi orang lain.

Bila yang mengutip itu mengerti standar penulisan ilmiah dan memiliki integritas yang baik, maka beruntunglah kita sebagai pemilik ide yang asli.

Adapun bila yang mengutip itu masih dalam proses belajar menulis, hendaknya kita bisa berlapang dada. Bukankah kita pun dulu pernah melakukannya? Hehe…

Kita berdoa saja, memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, semoga buah pemikiran kita itu bisa terus bermanfaat bagi orang banyak.

Kita doakan orang yang mengutip dengan benar dapat pahala juga, karena telah menyebarkan hasil pemikiran kita.

Sedangkan orang yang mengutip dengan cara yang belum benar juga kita doakan, semoga segera memperoleh hidayah, dan kembali ke jalan yang benar.

Amin amin amin…

Tags:

0 thoughts on “Ketika Orang Lain Mencontek Postingan Kita Tanpa Permisi

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...