SHOPPING CART

close

Bukti Sifat Fathanah Nabi Ibrahim vs Raja Namruz

Sebagai sifat utama, fathanah merupakan sifat yang sudah selayaknya dimiliki oleh setiap nabi.

Tanpa sifat fathanah, mustahil nabi mampu melaksanakan tugas dengan sempurna. Tanpa fathanah, dengan mudah nabi akan dikalahkan oleh musuh-musuhnya, baik ketika beradu argumen maupun beradu strategi.

Tidak semua musuh nabi itu orang bodoh

Tidak semua musuh dakwah itu orang-orang yang bodoh secara intelektual. Untuk mengimbanginya, seorang nabi haruslah seorang yang cerdas secara intelektual.

Dengan kecerdasan ini, para nabi bisa memberikan penjelasan yang tepat, memberikan argumen yang kuat, dan mengatur strategi dakwah yang matang.

Nabi Ibrahim vs Raja Namruz

Di antara contoh kecerdasan seorang nabi digambarkan melalui dialog yang terjadi antara Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dengan Raja Namruz.

Seorang raja tentu bukan orang sembarangan, apalagi di zaman itu. Ia mesti seorang yang selain memiliki pengaruh, juga memiliki kecerdasan jauh di atas rata-rata.

Tapi ternyata Nabi Ibrahim bisa mengalahkan raja yang sombong dan lalim ini. Bahkan membuatnya bungkam. Tidak tahu akan berkata apa. Demikian penting dialog itu, sehingga Allah Swt. mengabadikannya dalam al-Qur’an, sebagai pelajaran berharga bagi setiap penerus perjuangan para nabi.

Marilah kita simak bersama dialog tersebut sebagai berikut:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِي حَاجَّ إِبْرَاهِيمَ فِي رَبِّهِ أَنْ آَتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ، إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ، قَالَ أَنَا أُحْيِي وَأُمِيتُ، قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللَّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ، فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ.

Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah), hanya karena Allah telah memberikan kekuasaan kepada orang itu. Ketika Ibrahim mengatakan, “Tuhanku adalah yang menghidupkan dan mematikan.” Orang itu berkata, “Aku dapat menghidupkan dan mematikan.” Ibrahim berkata, “Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat.” Lalu terdiamlah orang kafir itu. (al-Baqarah: 258)

Empat raja yang berkuasa

Sepanjang sejarah umat manusia, ada 4 raja yang pernah amat berkuasa. Dua orang di antaranya adalah raja yang beriman dan taat kepada Allah, yaitu Sulaiman ‘alaihis salam dan Dzulqarnain.

Sedangkan dua di antaranya adalah raja yang kafir dan lalim, yaitu Namruz dan Bakhtinshar. Demikian berkuasanya Namruz, sampai-sampai ia mengaku dirinya sebagai tuhan yang maha kuasa dan berhak disembah.

Dialog Nabi Ibrahim dan Namruz

Dalam dialog itu, Ibrahim memancing Namruz untuk beradu argumen dengan logika kekuasaan. Ibrahim membuka dialog itu dengan argumen, bahwa karena kuasa-Nya Tuhan itu bisa memberikan kehidupan dan mendatangkan kematian.

Menanggapi tantangan itu, dengan logikanya sendiri, Namruz memanggil dua orang hambanya. Satu orang dia bunuh, dan satu orang dia biarkan hidup. Lalu Namruz berkata, bahwa orang yang dia biarkan hidup, berarti telah dia berikan kehidupan, sedangkan orang dia bunuh, berarti dia berikan kematian. Jadi Namruz juga bisa memberikan kehidupan dan mendatangkan kematian.

Melanjutkan logika ini, Ibrahim memberikan argumen, bahwa karena kuasa-Nya Tuhan menerbitkan matahari dari timur. Bila Namruz memang setara dengan Tuhan, hendaknya dia mampu menerbitkan matahari dari barat. Pada waktu itulah Namruz pun harus mengakui kecerdasan Ibrahim.

Demikian kuat argumen Ibrahim, hingga Namruz tidak menemukan kata-kata untuk diucapkan. Akhirnya Namruz hanya bisa diam seribu bahasa, mengakui keunggulan Ibrahim ‘alaihis salam.

_____________

Sumber dan Bacaan: 

– Buku ar-Rusul war-Risalat‘, Syeikh Umar Sulaiman al-Asyqat.

– Artikel Shifat al-Anbiya’ war RusulSyeikh Batul ad-Daghim. mawdoo3.com

– Buku Dahsyatnya 4 Sifat NabiAhda Bina A. Lc. 

 

Tags:

0 thoughts on “Bukti Sifat Fathanah Nabi Ibrahim vs Raja Namruz

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.