SHOPPING CART

close
Manajemen Harta

Lima Kecerdasan Finansial

Belajar itu bisa dari siapa saja. Dari orang yang kaya kita bisa belajar tentang bagaimana dia bisa kaya. Dari orang yang berilmu kita bisa belajar bagaimana menjadi orang yang berilmu. Dari orang yang miskin dan bodoh pun kita juga bisa belajar tentang bagaimana dia bisa tetap bodoh dan miskin. Sehingga kita bisa menghindari kebiasaan-kebiasaan yang membuatnya seperti itu…

Nabi Muhammad sendiri berpesan: Ilmu dan hikmah itu sebenarnya adalah harta milik orang Islam. Di mana saja ada ilmu, adalah dia orang yang paling bersemangat untuk mengambilnya kembali.

Termasuk dalam hal ini kita bisa belajar manajemen keuangan dari orang yang sukses. Maka berikut ini beberapa tips penting dari Bapak Tung Desem Waringin tentang kecerdasan finansial, yang kemudian saya pahami dari sudut pandang ajaran Islam. Semoga ada manfaatnya.

Pertama: Cerdas mendapatkan

Tiap orang punya caranya sendiri bagaimana menghasilkan uang. Cuma sebagai orang Islam tentu kita bukan hanya berpikir uang yang banyak, namun juga harus yang halal.

Kalau menurut Cak Nun penghasilan itu ada tiga macam. (1) Harta yang didapat dari orang yang kepepet. Seperti orang yang pingin jual rumahnya dengan cepat, karena kebutuhan yang amat mendesak. Biasanya dia jual dengan harga di bawah pasaran. Kalau bisa kita jangan ambil. Kurang berkah. (2) Harta yang didapat karena transaksi. Seperti orang yang jual-beli. Si penjual ingin dapat uang sebanyak-banyaknya. Si pembeli ingin membayar sesedikit mungkin. Biar halal, sebisa mungkin kita kurangi, karena kita juga tidak bisa menghindari sepenuhnya. (3) Harta yang didapat sebagai ungkapan cinta dan terima kasih dari orang yang memberinya. Nah, inilah harta yang paling baik dan berkah. Transaksi jual-beli atau sewa-menyewa, kita usahakan juga atas dasar cinta kasih. Bukan semata-mata bisnis.

Kedua: Cerdas melindungi

Tidak jarang orang memperoleh penghasilan besar, namun tidak berhasil melindunginya dari jarahan para penjahat, baik pencuri, perampok maupun penipu. Termasuk dalam hal ini adalah inflasi keuangan, di mana nilai uang selalu turun.

Oleh karena itu, orang yang cerdas bukan hanya pandai menyimpan uang, namun juga berpikir bagaimana caranya supaya nilai uangnya tidak berkurang. Atau seminimal mungkin berkurangnya.

Uang bisa disimpan di tempat yang aman. Atau dibelikan emas koin dan batangan. Atau juga yang paling disenangi perempuan, yaitu dibelikan emas perhiasan. Daripada disimpan dalam bentuk arena biasanya jauh lebih mudah segera habis, bahkan seringkali tak bersisa sama sekali.

Ketiga: Cerdas mengatur

Kita harus bisa mengatur uang dengan benar. Misalnya penghasilan kita pilah menjadi tiga bagian: (1) uang untuk keperluan masa tua dan anak turun sebagai warisan dan wakaf. (2) uang cadangan untuk keperluan mendadak dan jangka menengah, misalnya untuk keperluan ibadah haji, atau biaya sekolah dan kuliah anak-anak. (3) uang belanja yang boleh dihabiskan, sebisa mungkin maksimal 70-80 persen.

Fokusnya adalah mengatur keuangan untuk bisa menghasilkan pasif income. Pasif income itu adalah penghasilan yang bisa kita peroleh dengan sambil tiduran. Misalnya: usaha kontrakan.

Keempat: Cerdas mengembangkan

Bagaimana caranya dengan modal yang kecil, kita bisa menghasilkan uang yang banyak. Bisa dengan jual-beli saham. Saya sendiri tidak tahu banyak tentang saham. Sehingga saya juga tidak pernah melakukannya.

Bisa juga dengan jual-beli properti. Ini jenis pengembangan keuangan yang selama ini saya lakukan. Yang sebelumnya juga dilakukan oleh orangtua saya sendiri. Juga orang-orang dekat yang sukses secara keuangan. Dan hasilnya sangat bagus.

Kelima: Cerdas mencari informasi

Dalam hal keuangan kita hanya boleh mengejar fakta keuangan. Jangan mudah percaya pada opini keuangan.

Itulah lima kecerdasan finansial sebagai buah pengalaman hidup. Dan tetap kita meyakini, beriman, bahwa Allah. Hanya Allah. Dia-lah pemberi rezeki. Kita berusaha menjadi kaya sebagai salah satu jalan untuk memberikan manfaat kepada orang lain, bukannya malah menyusahkan orang lain.

Karena orang yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang yang lemah. Kuat imannya, kuat ilmunya, kuat ibadahnya, kuat keuangannya, kuat mentalnya, kuat fisiknya, kuat kemauannya, dan seterusnya yang baik-baik…

Semoga Allah memudahkan usaha kita semua untuk menjadi pribadi yang semakin baik dan semakin baik… Amin…

Tags:

0 thoughts on “Lima Kecerdasan Finansial

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...