SHOPPING CART

close
Pengantar Studi al-Qur'an

Makkiyah dan Madaniyah

Bila membaca al-Qur’an atau kitab tafsir, di awal surat itu kadang kita menemukan keterangan:

“Surat ini merupakan surat Makkiyah.”

Atau:

“Surat ini merupakan surat Madaniyah.”

Apa makna keterangan tersebut? Berikut ini kami sampaikan sedikit penjelasan:

Makkiyah

Makkiyah itu artinya ayat atau surat yang diturunkan sebelum Rasulullah Saw. hijrah dari Mekah ke Madinah.

Jadi semua surat yang turun sebelum Rasulullah Saw. hijrah disebut sebagai surat Makkiyah.

Madaniyah

Madaniyah itu artinya ayat atau surat yang diturunkan setelah Rasulullah Saw. hijrah dari Mekah ke Madinah.

Maka semua surat yang turun setelah Rasulullah Saw. hijrah disebut sebagai surat Madaniyah.

Nah…

Dengan demikian, pembeda antara surat Makkiyah dan Madaniyah adalah waktu, bukan tempat.

Karena ada yang berpendapat, bahwa surat Makkiyah adalah surat yang turun di Mekah. Sedangkan Madaniyah adalah surat yang turun di Madinah. Definisi ini tidak valid, dan bisa membingungkan. Karena ada beberapa surat yang turun bukan di Mekah maupun Madinah.

Oleh sebab itu, pembeda yang tepat adalah waktu, yaitu: waktu hijrahnya Rasulullah Saw. dari Mekah ke Madiyah.

Ciri-ciri Surat Makkiyah

Surat-surat Makkiyah itu memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Suratnya pendek
  • Ayatnya juga pendek
  • Berisi tentang pokok-pokok keimanan
  • Berisi tentang anjuran akhlak yang mulia
  • Berisi tentang kisah-kisah umat terdahulu
  • Diawali dengan panggilan: “Wahai umat manusia…”
Ciri-ciri Surat Madaniyah

Adapun surat-surat Madaniyah memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Suratnya panjang
  • Ayat-ayatnya panjang
  • Berisi tentang hukum Islam
  • Berisi tentang sifat orang-orang munafik
  • Berisi tentang orang-orang ahli kitab
  • Diawali dengan panggilan: “Wahai orang-orang yang beriman…”
Mengapa Surat Makkiyah dan Surat Madaniyah memiliki karakteristik yang berbeda?

Hal ini berkaitan dengan fase dakwah yang berlainan antara sebelum hijrah dan setelah hijrah.

Sebelum hijrah, fokus dakwah Islam adalah pembinaan keimanan. Mengajak umat manusia untuk beriman. Dan untuk menyampaikan pesan-pesan keimanan itu, lebih pas dengan ayat-ayat yang pendek. Karena pokok-pokok keimanan itu cukup disampaikan dengan penjelasan yang padat.

Hal ini juga berkaitan dengan kondisi umat Islam sebelum hijrah itu merupakan kelompok minoritas yang tertindas. Kebutuhan mereka yang utama adalah penguatan iman, dibandingkan penguatan hukum dan aturan sosial.

Setelah hijrah, umat Islam mampu membentuk masyarakat yang merdeka dan bebas menentukan arah hidup sendiri. Pada waktu inilah diperlukan penjelasan tentang bagaimana membentuk hubungan sosial yang kondusif bagi keadilan dan kerukukan hidup bersama.

Namun di saat yang sama, mulai muncul orang-orang munafik, yaitu orang-orang yang sebenarnya hendak memusuhi Islam, namun mereka lemah. Jadilah mereka memusuhi Islam dengan sembunyi-sembunyi. Maka diperlukan juga ayat-ayat yang menerangkan ciri-ciri orang-orang munafik itu.

Setelah hijrah itu umat Islam juga mulai hidup bersama dengan ahli kitab. Pada saat seperti ini, aturan tentang bagaimana bersikap dan menjalin hubungan yang baik dengan ahli kitab itu pun diperlukan. Maka turunlah ayat-ayat yang secara khusus menerangkan hal ini secara detail.

Manfaat Mengetahui Makkiyah dan Madaniyah

Pemahaman Makkiyah dan Madaniyah ini sangat penting, karena:

  • Memudahkan pemahaman makna ayat dan surat

Inti dari pemahaman Makkiyah dan Madaniyah ini sebenarnya adalah menunjukkan arah suatu ayat maupun surat. Bahwa arah Makkiyah adalah penguatan keimanan. Sedangkan arah Madaniyah adalah penguatan aturan hukum dan sosial. Karena sudah memahami arahnya, maka juga akan mudah untuk memahami maknanya.

  • Memberikan pelajaran tentang fase dakwah

Dalam fase dakwah Rasulullah Saw. itu yang utama ada dua fase, yaitu fase dakwah penguatan keimanan, dan fase dakwah penguatan hukum dan sosial. Hendaknya keduanya tidak dibalik.

Keimanan merupakan dasar bangunan bagi aturan hukum dan sosial yang kokoh. Itulah mengapa Allah SWT. memberikan waktu yang lebih lama untuk membangun iman yang kuat dengan menurunkan surat-surat Makkiyah, sebelum kemudian menurunkan surat-surat Madaniyah.

Oleh karena itu, pembinaan individu seorang muslim hendaknya juga dimulai dari pemantapan iman, sebelum memperoleh pelajaran tentang hukum Islam.

Tags:

0 thoughts on “Makkiyah dan Madaniyah

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...