SHOPPING CART

close
Keluarga Sederhana

Mau Bayar Ternyata Dompet Saya Kosong

Kejadian itu saya alami pertama kali pada hari kedua setelah saya menikah. Ya, dengan istri saya yang cantik jelita itu. Waktu itu saya masih muda. Sekarang sudah tua, hehe… Saya masih ingat benar peristiwa tersebut.

Hari itu saya diajak salah seorang kakak istri, namanya Mas Roni, untuk berkunjung ke tokonya di pasar tradisional yang cukup jauh dari rumah mertua. Setelah duduk-duduk sebentar di dalam toko sambil ngobrol kesana kemari, saya pun jadi bosan sendiri. Maka saya minta izin untuk jalan-jalan masuk ke pasar.

Saya telurusi gang demi gang dalam pasar itu. Cukup ramai untuk pasar kelas pedesaan yang agak jauh dari jalan raya. Ketika sedang jalan-jalan itu saya tertarik kepada salah seorang penjual jajanan. Eh, maksud saya tertarik kepada jajanan yang dijualnya. Wong orangnya sudah tua.

Tanpa menawar, saya ambil beberapa bungkus jajanan yang rencananya akan saya makan bersama Mas Roni. Lalu saya buka dompet. Subhanallah… Saya merasa syok. Ternyata dompet saya kosong melompong. Saya bolak-balik, saya jungkar-jungkir, saya raba sana-sini, akhirnya saya yakin kalau saya memang tidak bawa uang sama sekali.

Karena itu adalah pengalaman yang pertama, saya merasa malu sekali. Tapi untunglah, yang jualan sudah tua. Kalau yang jualan itu masih muda dan cantik, pastilah rasa malu saya jadi berlipat-lipat. Mungkin saya sudah pingsan karena malu. Hehe…

Ketika pulang kembali ke rumah mertua pada siang harinya, saya pun bercerita pada istri yang baru saya nikahi dua hari itu. Dia hanya senyum, bahkan tertawa. Dia minta maaf, karena pagi tadi sebelum saya berangkat perlu uang buat belanja. Terus dia ambil dompet saya, dan dia ambil seluruh isinya.

Subhanallah… Bayangkan, Saudara Pembaca… Baru dua hari menikah dia sudah berani mengosongkan dompet saya! Bagaimana jadinya kalau sudah dua bulan. Kalau sudah dua tahun. Bisa kering-kerontang saya nanti. Hehe…

Tidak. Pikiran seperti itu tidak pernah hinggap dalam benak saya, sama sekali. Saya menganggap justru hal itu merupakan awal kehidupan rumah tangga yang baik. Saya percaya kepada istri, bahwa dia telah melakukan yang terbaik. Ambil uang untuk kebutuhan keluarga. Hanya saja dia lupa tidak bilang dulu kepada suami.

Pengalaman dompet kosong itu ternyata sempat berulang beberapa kali. Tapi tidak ada yang menarik. Karena adalah murni kesalahan saya sendiri.

Suatu kesalahan itu memang menarik untuk diceritakan, kalau disebabkan oleh perbuatan orang lain. Dan menjadi amat memalukan kalau disebabkan oleh kesalahan diri sendiri. Makanya tidak saya ceritakan. Hehe…

Apakah di antara sobat juga pernah mengalami hal yang serupa?

Tags:

0 thoughts on “Mau Bayar Ternyata Dompet Saya Kosong

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...