SHOPPING CART

close
Kultum

Mengapa Hanya Rokok?

Manusia memang suka mendramatisir dan melebih-lebihkan. Terutama bila sudah punya tujuan dan target tertentu, yang kadang mereka sembunyikan. Sehingga kita yang tidak tahu persoalan yang sebenarnya pun jadi latah dan manut grubyug.
Misalnya ya rokok itu.
Kalau mau jujur dan adil, harusnya bukan hanya rokok, dong…
Memang rokok berbahaya bagi kesehatan, tapi dengan catatan: Kalau berlebihan…
Kalau tidak berlebihan, ya bahaya dikitlah… Sama seperti kopi. Kalau berlebihan juga bahaya, sampai kepada kematian…
Juga bumbu masak, penyedap rasa dengan segala mereknya, kalau sampai berlebihan juga sangat tidak baik.
Demikian pula yang manis, asin, kecut, pedas semua yang berlebihan pasti tidak baik.
Juga hape yang biasa kita pakai sekarang, aliat gadget. Bisa mendatangkan malapetaka yang tidak kalah bahayanya dengan rokok…
Jangankan yang seperti itu. Yang baik-baik pun kalau berlebihan jadi tidak baik. Seperti perasaan sayang dan cinta, sehingga terlalu memanjakan anak dan istri.
Pertinyiinnyi: Mengapa hanya rokok yang harus dikasih gambar dan kalimat peringatan paling sadis? Dan celakanya, karena semua orang sudah maklum, jadinya malah tidak takut lagi dengan semua peringatan itu.
Maka kesimpulan saya sementara ini:
Satu, gambar dan kalimat peringatan pada bungkus rokok itu bernilai diskriminasi dan bertentangan dengan rasa keadilan.
Dua, telah terjadi penyesatan opini publik. Karena rokok itu sebenarnya sama dengan barang konsumsi yang lain, yang hanya membahayakan kalau berlebihan.
Tiga, sampai para agamawan pun terbawa arus. Ikut mengharamkan, sehingga masyarakat awam pun menganggap rokok itu sama haramnya dengan minuman keras dan narkoba. Padahal tidak demikian.
Empat, silakan Anda tambahkan sendiri. Juga silakan berbeda pendapat.

Allahu a’lam.

(Saya sendiri bukan seorang perokok. Di ruang tamu kami juga tidak menyediakan asbak rokok. Semua tamu dengan hormat saya persilakan merokok di luar rumah. Boleh di teras atau gazebo. Tidak lupa saya temani bersama wedang kopi yang masih panas, dan kalau ada juga sepiring pisang goreng, hehe…)

Tags:

0 thoughts on “Mengapa Hanya Rokok?

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...