SHOPPING CART

close
Pengantar Hukum Islam

Ijtihad dan Mujtahid

Mujtahid adalah orang yg melakukan ijtihad.
Ijtihad adalah aktivitas yg dilakukan oleh seorang mujtahid.

Pengertian Ijtihad

Ijtihad secara bahasa artinya: mengerahkan segenap kemampuan untuk melakukan kerja berat.
Secara istilah: mengerahkan segenap kemampuan untuk mengetahui hukum suatu masalah dengan memahami dalil-dalilnya.

Asal kata ijtihad maupun mujtahid itu dari kata jahada.
Dari situ pula muncul kata jihad dan mujahid. Jihad adalah aktivitasnya. Mujahid adalah pelakunya.

Jihad dan ijtihad memiliki kaitan yg erat. Keduanya sama-sama mengerahkan usaha yang maksimal. Bedanya, ijtihad lebih ke sisi intelektual. Sedangkan jihad lebih ke sisi fisik, meskipun kadang dimaknai batiniah. Seperti jihad melawan hawa nafsu.

Apa saja yg dilakukan seorang mujtahid?
Pertama, memahami seluk-beluk kasus yang hendak diteliti dengan detail dan teliti.
Kedua, mencari dan menemukan dalil atas kasus tersebut, apakah benar-benar tidak disebutkan dalam Al-Qur’an maupun hadits.
Bila ternyata kasus itu sudah dibahas dalam Al-Qur’an atau hadits, maka tidak perlu ijtihad.
Bila ternyata belum pernah dibahas, maka inilah
Ketiga, menguji validitas dalil yang akan digunakan.
Keempat, melakukan istinbath hukum berdasarkan dalil tersebut.

Apakah seorang mujtahid bisa salah?
Seorang mujtahid bisa saja salah dalam melakukan ijtihad. Oleh karena itulah seseorang harus memenuhi beberapa syarat tertentu untuk menjadi seorang mujtahid.

Dari mana datangnya istilah ijtihad?
Ijtihad merupakan sebuah istilah yang sudah ada semenjak Rasulullah masih hidup. Kemudian dipakai sebagai istilah yang identik dgn hukum Islam.

Kapan seorang mujtahid melakukan ijtihad?
Seorang mujtahid melakukan ijtihad ketika ada masalah baru yang tidak ada dalilnya, atau ada dalilnya namun tidak bersifat qath’i (pasti dan yakin). Sehingga diperlukan usaha untuk mengungkap dalil dan maknanya.

Apakah hal itu berarti seorang mujtahid membuat hukum?
Seorang mujtahid tidak membuat hukum. Istilah yg lebih tepat, dia hanya menggali dan menemukan hukum. Dengan cara mencari dalil dan mengeluarkan hukum berdasarkan dalil tersebut.
Jangankan seorang mujtahid. Seorang nabi pun tidak berhak membuat hukum.

Apakah Rasulullah juga melakukan ijtihad?
Wah ini masalahnya jadi panjang. Dan mungkin jadi sensitif. Kita bahas lain waktu nggih…

Tags:

0 thoughts on “Ijtihad dan Mujtahid

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...