SHOPPING CART

close

Mukjizat: Pengertian, Hakekat, Tujuan dan Contoh

Membahas tentang kenabian, tentu tidak lengkap apabila kita tidak membahas tentang mukjizat. Oleh karena itu, kita akan luangkan waktu sejenak untuk membahas beberapa hal yang berkaitan dengan mukjizat. Semoga Allah memberikan kemudahan.

1. Pengertian Mukjizat

Secara bahasa, mukjizat yaitu sesuatu yang membuat orang menjadi lemah, sehingga tidak mampu membuat yang semisalnya, baik berupa perbuatan, pemikiran, ataupun manajemen.

Adapun secara istilah, sebagaimana disampaikan oleh Fakhrur-Razi, mukjizat yaitu sesuatu yang keberadaannya di luar kebiasaan, yang disertai dengan tantangan membuat yang semisalnya, dan tidak ada yang mampu memenuhi tantangan itu.

Baca juga: 

Karamah, Istidraj dan Sihir: Pengertian dan Contoh

***

2. Hakekat Mukjizat

Dengan demikian, sesuatu disebut sebagai mukjizat apabila memenuhi tiga usur, yaitu:

a. Keberadaannya di luar kebiasaan

Syarat pertama, sesuatu disebut mukjizat apabila keberadaannya di luar kebiasaan. Orang yang dibakar dengan sungguh-sungguh dibakar dan terkena api yang berkobar-kobar, bukan permainan sulap, pasti akan mati.

Apabila ada orang yang benar-benar dibakar. Akan tetapi tidak terbakar sedikit pun. Padahal dia tidak sedang bermain dengan jin. Maka kejadian ini termasuk mukjizat.

Pada umumnya tongkat itu mau diapakan tetap akan berbentuk tongkat. Apabila sebuah tongkat dilempar bisa menjadi ular sungguhan, bukan ular mainan atau tipuan, maka ia termasuk mukjizat. Apabila tongkat dipukulkan pada lautan, lalu lautan itu terbelah, maka kejadian ini juga termasuk mukjizat.

Kita berlatih seperti apapun, api tetap membakar tubuh kita dengan mudah. Dan kita berusaha seperti apapun, tongkat tidak akan pernah berubah menjadi ular, sebagaimana tongkat selamanya tidak akan bisa menjadi sarana untuk membelah lautan.

Pada umumnya sepakbola itu dengan bola kulit. Apabila ada sekelompok orang yang bermain dengan bola api, dan ternyata keterampilan ini bisa dikuasai oleh siapa pun yang telah mengetahui rahasianya, bukanlah termasuk mukjizat.

Termasuk dalam konteks ini, kemampuan untuk membuat dan memecahkan rekor dunia bukan termasuk mukjizat. Karena ia bisa dipelajari dan selalu ada kemungkinan untuk dipecahkan lagi.

b. Adanya tantangan untuk membuat yang semisalnya

Syarat kedua, orang yang mampu melakukan sesuatu di atas memberikan tantangan kepada orang lain untuk melakukan yang semisalnya. Jadi orang yang ragu-ragu akan kenabian seorang nabi yang telah membawa mukjizat, dia ditantang untuk membuat yang semisal mukjizat tersebut.

Bagi orang yang meragukan kenabian Nabi Musa alaihis salam ditantang untuk membuat yang serupa mukjizat yang ditunjukkan Nabi Musa. Bagi orang yang meragukan kenabian Nabi Isa alaihis salam ditantang untuk menghidupkan orang yang telah mati. Demikian pula, bagi orang yang meragukan kenabian Nabi Muhammad Saw. ditantang untuk membuat yang semisal dengan al-Qur’an secara keseluruhan. Atau setidaknya satu surat saja.

c. Tidak ada yang mampu memenuhi tantangan itu

Syarat ketiga, di antara semua orang yang menerima tantangan itu tidak ada satu pun yang mampu memenuhi tantangan tersebut. Apabila ada seorang saja yang mampu mendatangkan yang semisal dengan mukjizat di atas, maka mukjizat itu sebenarnya bukan mukjizat.

Hingga sekarang tidak ada satu pun orang yang benar-benar bisa selamat dari api yang membakar seluruh tubuhnya. Kalaupun ada, setelah diteliti ternyata orang itu hanya sedang melakutan trik sulap atau praktik sihir.

Hingga sekarang tidak ada seorang pun yang mampu membuat sebuah surat yang semisal dengan surat dalam al-Qur’an, baik yang panjang maupun yang pendek. Oleh karena itu, setiap surat dalam al-Qur’an merupakan mukjizat. Satu surat saja merupakan mukjizat, apalagi al-Qur’an secara keseluruhan.

Baca Juga:

Arbain Nawawiyah 38: Jalan Menjadi Wali Allah

***

3. Tujuan Allah Memberikan Mukjizat

Sesuai dengan definisi mukjizat di atas, tujuan utama Allah memberikan mukjizat kepada para nabi adalah menjadikan orang-orang yang meragukan dan mengingkari kenabian seorang nabi benar-benar lemah di hadapan nabi tersebut.         Mukjizat merupakan salah satu sarana Allah untuk memberikan pertolongan kepada para nabi. Ia tidak bisa dipelajari maupun diusahakan, baik oleh seorang nabi apalagi manusia biasa.

Nabi Ibrahim u hanya sekali selamat dari kobaran api yang melahap seluruh tubuhnya. Setelah selamat dari kejadian tersebut, ia tidak bisa menggunakannya pada kesempatan yang lain dengan sekehendaknya sendiri, apalagi hanya untuk bermain-main, seperti pertunjukan sirkus.

Nabi Musa u hanya beberapa kali melemparkan tongkatnya dengan perintah Allah, sehingga tongkat itu berubah menjadi ular sungguhan. Pada waktu yang lain, ia tidak pernah menggunakan tongkat itu untuk menjahili teman-temannya misalnya, seperti adegan-adegan lucu di televisi itu. Dan Nabi Musa pun hanya sekali memukulkan tongkatnya ke air laut, hingga air laut terbelah. Pada waktu yang lain ia tidak pernah menggunakan tongkat itu untuk mencari penghasilan tambahan, misalnya.

Para nabi menerima mukjizat itu sebatas kepentingan dakwah dan di saat yang amat mendesak, sebagai salah satu bentuk pertolongan dari Allah demi meneguhkan kenabian mereka.

Baca Juga:

Keutamaan al-Qur’an dalam Firman Allah Swt.

***

4. Contoh Mukjizat

Di antara mukjizat yang diterima Nabi Musa u adalah tongkat yang bisa berubah menjadi ular yang sesungguhnya. Tongkat itu adalah tongkat kayu yang biasa digunakan Nabi Musa untuk keperluan sehari-hari. Tongkat yang tidak berbeda dengan tongkat kayu yang lain. Namun dengan kehendak Allah, tongkat itu bisa menjadi seekor ular yang hidup.

Marilah kita perhatikan firman Allah berikut ini:

وَمَا تِلْكَ بِيَمِينِكَ يَا مُوسَى؟ قَالَ: هِيَ عَصَايَ أَتَوَكَّأُ عَلَيْهَا وَأَهُشُّ بِهَا عَلَى غَنَمِي وَلِيَ فِيهَا مَآَرِبُ أُخْرَى. قَالَ: أَلْقِهَا يَا مُوسَى. فَأَلْقَاهَا فَإِذَا هِيَ حَيَّةٌ تَسْعَى. قَالَ: خُذْهَا وَلَا تَخَفْ سَنُعِيدُهَا سِيرَتَهَا الْأُولَى

(Allah berfirman:) “Dan apakah yang ada di tangan kananmu itu, wahai Musa?”

Musa berkata, “Ini adalah tongkatku. Aku bertumpu padanya, dan aku merontokkan (daun-daun) dengannya untuk (makanan) kambingku. Dan bagiku masih ada lagi manfaat yang lain.”

Allah berfirman, “Lemparkanlah tongkatmu itu, wahai Musa!”

Lalu Musa melemparkan tongkat itu, maka tiba-tiba tongkat itu menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat.

Allah berfirman, “Peganglah ular itu, dan jangan takut. Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya yang semula.”

(Thaha: 17-21)

_____________

Sumber dan Bacaan: 

– Buku ar-Rusul war-Risalat‘, Syeikh Umar Sulaiman al-Asyqar.

– Artikel Shifat al-Anbiya’ war RusulSyeikh Batul ad-Daghim. mawdoo3.com

– Buku Dahsyatnya 4 Sifat NabiAhda Bina A. Lc. 

Tags:

2 thoughts on “Mukjizat: Pengertian, Hakekat, Tujuan dan Contoh

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.