SHOPPING CART

close
Keluarga Sederhana

Ngasak Telo: Untungnya Rumah Dekat Sawah

Salah satu keunggulan rumah tinggal kami adalah letaknya yang berhadapan langsung dengan sepetak sawah sempit yang diapit oleh tiga perumahan sekaligus, yaitu Perumahan Bukit Cemara Tujuh, Perumahan Embong Anyar, dan perumahan kami sendiri: Perumahan Muara Sarana Indah.

Sawah itu hanya berukuran 15 x 150 meter. Satu petak sempit. Kalau bukan tanah bengkok milik desa, pasti sudah diambil oleh developer perumahan kami dan jadi satu blok baru.

Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada orang yang berusaha membelinya. Karena untuk membelinya, orang harus menempuh jalan yang panjang dan berliku. Dan kami semua warga perumahan berdoa, semoga tidak ada orang nekad yang mau berurusan dengan proses administrasi yang rumit itu. Amin…

Keuntungan warga yang rumahnya langsung berhadapan dengan sawah itu sangat banyak. Pertama, udara lebih segar dan angin bertiup dengan bebas. Kedua, pemandangan jadi lebih luas dan terbuka. Ketiga, bisa menikmati proses tanam dan panen bersama keluarga sepanjang musim hujan maupun musim kemarau.

Si Gerry dan Katty pun setia menemani kami ngasak telo, hehe…

Khusus untuk lahan yang di depan rumah saya, bapak tani tidak menanami padi, tapi ubi jalar. Kami menyebutnya telo. Letaknya persis berhadapan dengan rumah kami, hanya terpisah dengan jalan perumahan.

Nah, tiap kali bapak tani sudah selesai memanen hasil sawah, ternyata masih banyak sisa telo yang tertinggal dalam tanah. Maka dengan segala senang hati, saya dan seluruh anggota keluarga ikut serta mengambilnya satu per satu.

Caranya sangat mudah. Setelah dua atau tiga hari panen, bisa dipastikan telo yang tertinggal akan trubus, bersemi kembali. Maka kami tinggal mencari trubusnya itu. Bila digali, insya Allah di sana kami temukan sebuah telo yang bagus. Apalagi jenisnya adalah telo lembu atau telo madu. Sangat manis dan harum.

Dalam bahasa Jawa, aktivitas ini disebut dengan istilah ngasak. Yaitu mengambil hasil tanam yang tersisa dari kegiatan panen yang utama. Mulai dari ngasak padi, jagung, kedelai, hingga telo tersebut.

Hasilnya tentu tidak sebanyak yang diperoleh bapak tani. Namanya juga sisa, atau koret. Kadang dalam hitungan jam, kita dapat satu satu bak ember dengan ukuran sedang. Ada telo yang kecil dan ada yang besar, campur. Hari berikutnya bila mau, kita juga masih bisa cari lagi. Namun hasilnya tentu tidak sama dengan hari pertama.

Bagaimana hukum ngasak tersebut?

Biasanya bapak tani pemilik sawah sudah mengikhlaskan orang lain ngasak. Karena bapak tani sendiri sudah tidak berminat untuk mengambilnya. Dan tidak lama setelah itu, tanah segera dibajak dengan rata untuk persiapan tanam berikutnya.

Bagaimana, apakah Anda juga tertarik untuk ngasak? Bila iya, maka sebaiknya Anda mencari rumah baru yang dekat dengan tanah persawahan, seperti rumah kami sekarang. Asyik, lho…

Selamat ngasak!

Tags:

0 thoughts on “Ngasak Telo: Untungnya Rumah Dekat Sawah

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...