SHOPPING CART

close
Manajemen Harta

Siapa Pegang Uang

Ada sebuah pertanyaan sederhana, khususnya dari pasangan yang akan atau baru saja menikah: Siapa yang paling berhak pegang uang untuk kebutuhan keluarga; suami atau istri? Laki-laki atau perempuan?”

Tidak ada aturan baku dalam hal ini. Boleh saja suami yang pegang uang. Boleh juga istri yang pegang. Wong cuma pegang saja. Yang penting tidak dihabiskan sendiri.

Atau dibagi dua. Sebagian dipegang istri, sebagian dipegang suami.

Misalnya kebutuhan pokok sehari-hari berada dalam tanggung jawab istri, yang mencakup: biaya makan-minum, tagihan listrik, air, gas elpiji, dan sambungan internet di rumah.

Sedangkan kebutuhan yang lain ada dalam tanggung jawab suami, yang meliputi: biaya pendidikan, kesehatan, bensin, perawatan kendaraan dan rumah, rekreasi, makan di luar rumah, kunjungan keluarga, dan tamu istimewa.

Adapun pulsa hape dan internet pribadi ditanggung oleh masing-masing.

Itu bisa jadi model pertama.

Model kedua, semua menjadi tanggung jawab suami. Istri kalau perlu uang tinggal minta suami sesuai kebutuhan. Jadi bikin proposal dulu. Hehe…

Biasanya yang menerapkan model kedua ini kalau istri beraktivitas di rumah saja sebagai ibu rumah tangga. Suami yang bekerja. Tapi tidak selalu demikian. Bisa saja keduanya sama-sama bekerja, tapi ada kesepakatan seperti itu.

Model ketiga, kebalikan model kedua. Semua kebutuhan keluarga ditangani oleh istri. Suami santai saja.

Biasanya yang menerapkan model ketiga ini kalau suami seorang pengangguran, alias hanya istri yang bekerja. Tidak juga. Tidak harus demikian. Boleh jadi karena istri yang lebih pandai mengatur keuangan. Sebab kalau suami yang pegang uang, sebentar saja sudah habis. Entah kemana dan untuk apa dibelanjakan.

Lalu model mana yang paling bagus di antara semua pilihan itu? Jawabannya tidak ada yang pasti. Jawabannya menyesuaikan kondisi dan kebiasaan keluarga masing-masing. Mana yang lebih maslahat, itu yang sebaiknya dipilih.

Mungkin di antara pembaca ada yang penasaran, “Kalau di keluarga Pak Ahda sendiri siapa yang pegang uang?”

Dengan penuh semangat keterbukaan dan segala senang hati saya jawab, “Istri yang pegang uang ratusan dan lima puluhan ribu. Saya pegang yang recehan saja.” Hehehe…

Bagaimana dengan keluarga para pembaca; Anda sendiri atau pasangan Anda?

Mana-mana tidak masalah, yang penting happy dan maslahat.

Bila ada tanggapan atau tambahan kami persilakan untuk disampaikan pada kolom komentar.

Terima kasih.

Tags:

0 thoughts on “Siapa Pegang Uang

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...