SHOPPING CART

close

Tag: al-ashlu

  • al-ashlu
Kaidah Fiqih

Kaidah Fiqih 24: Tata Cara Ibadah Itu Bersifat Baku dari Petunjuk Al-Qur’an dan Hadits

الْأَصْلُ فِي الْعِبَادَاتِ التَّوْقِيْفُ وَالْاِتْبَاعُ Al-ash-lu fil-'i-baa-daa-tit-tau-qii-fu wal-it-baa'. Hukum asal dalam ibadah itu bersifat tauqif dan ittiba’. Contoh: 1. Jumlah rakaat dalam shalat lima waktu itu termasuk ibadah. Maka kita tidak boleh membuat sendiri. Harus mengikuti ketentuan dari Rasulullah Saw. 2. Aturan waktu puasa termasuk...
Read More
Kaidah Fiqih

Kaidah Fiqih 19: Yang Asal Adalah Tidak Ada

الْأَصْلُ الْعَدَمُ Al-ash-lu al-'a-dam. Yang asal itu tidak ada. Contoh: 1. Ada orang mati. Tiba-tiba datang seorang ibu dan anaknya menuntut hak waris dari si mati. Dalam hal ini, si ibu harus bisa menunjukkan bukti bahwa dia telah menikah dengan si mati, dan anak...
Read More
Kaidah Fiqih

Kaidah Fiqih 6: Yang Jadi Patokan Adalah Tetapnya Sesuatu Pada Keadaan Yang Semula

الْأَصْلُ بَقَاءُ مَا كَانَ عَلَى مَا كَانَ Al-ash-lu ba-qaa-u maa-kaa-na 'a-laa maa kaa-na. Yang jadi patokan adalah tetapnya sesuatu pada keadaan yang semula. Maknanya: Sesuatu yang belum terbukti berubah, maka dinyatakan tidak berubah. Sesuatu bisa berubah setelah adanya bukti perubahan. Contoh: 1. Orang yang sudah berwudhu...
Read More
Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...