SHOPPING CART

close

Tahapan-tahapan Turunnya Al-Qur’an: Nuzulul Qur’an

Sebagaimana kita maklumi bersama. Al-Qur’an merupakan kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw.

Namun hendaknya kita juga memahami, bahwa turunnya al-Qur’an tersebut melalui beberapa tahapan sebagai berikut:

  • Dari Allah ke Lauhul Mahfuzh
  • Lauhul Mahfuzh ke Baitul Izzah
  • Baitul Izzah ke Nabi Muhammad Saw.

1. Dari Allah ke Lauhul Mahfuzh

Pertama kali, Allah menurunkan al-Qur’an dari sisi-Nya ke Lauhul Mahfuzh.

Inilah yang diisyaratkan dalam surat al-Buruj: 21-22 sebagai berikut:

بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مَجِيدٌ فِي لَوْحٍ مَحْفُوظٍ

Turunnya al-Qur’an ini secara sekaligus, bukan berangsur-angsur. Lengkap 114 surat.

Allah Maha Mengetahui. Di dalam al-Qur’an sudah disebutkan berbagai peristiwa yang belum terjadi. Termasuk tentang kisah Abu Lahab, pertempuran Perang Badar, maupun berbagai kejadian lainnya.

Baca pula:

Asbabun Nuzul: Pengertian, Contoh, Urgensi, Tanya-Jawab

***

2. Dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah

Inilah yang diisyaratkan dalam surat al-Qadr: 1. Juga dalam surat al-Baqarah: 185.

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

Dalam ayat itu kata turun dipilihkan diksi anzala.

Artinya, Allah menurunkan secara sekaligus, bukan berangsur-angsur.

Sebelum turunnya al-Qur’an ke Baitul Izzah atau langit dunia ini, para jin biasa naik ke langit tersebut untuk menguping pembicaraan para malaikat. Dari situlah para peramal yang berkolaborasi dengan para jin bisa memperoleh informasi yang cukup akurat.

Setelah al-Qur’an diturunkan ke Baitul Izzah, langit pun dijaga lebih ketat. Sehingga para jin tidak bisa lagi mendengarkan percakapan di antara para malaikat.

Hal ini menunjukkan kemuliaan dan keistimewaan yang dilimpahkan oleh Allah bagi al-Qur’an. Kitab suci yang akan diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. Nabi terbesar untuk umat yang juga paling mulia. Termasuk kita…

***

3. Dari Baitul ‘Izzah ke Nabi Muhammad Saw.

Inilah yang diisyaratkan oleh berbagai ayat dengan diksi: nazzala. Dalam tahapan ini, al-Qur’an turun secara berangsur-angsur. Sedikit demi sedikit. Di antaranya adalah ayat-ayat berikut ini:

ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ نَزَّلَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ

نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنْزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ

Jadi ada dua kata yang seringkali diartikan sama, namun sesungguhnya berbeda.
Anzala, artinya Allah menurunkan secara sekaligus.
Nazzala, artinya Allah menurunkan secara berangsur-angsur. Inilah yang diisyaratkan dalam surat Ali ‘Imran: 3.

***

Kesimpulan:

  1. Al-Qur’an tidak turun secara langsung dari Allah Swt. kepada Nabi Muhammad Saw.
  2. Sebelum turun pada Nabi Muhammad, Al-Qur’an sudah sempurna di Lauhul Mahfuzh.
  3. Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad sesuai kebutuhan.
  4. Asbabun Nuzul bukan penyebab turun. Namun sekedar peristiwa yang mendahului turunnya ayat-ayat al-Qur’an. Poin ini hendaknya bisa kita renungkan dengan seksama.
  5. Tahapan-tahapan turunnya al-Qur’an ini menunjukkan pemeliharaan dan penjagaan yang sempurna.
  6. Al-Qur’an dijaga keasliannya sejak di Lauhul Mahfuzh hingga hari kiamat.

Allahu a’lam.

Tags:

2 thoughts on “Tahapan-tahapan Turunnya Al-Qur’an: Nuzulul Qur’an

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.