SHOPPING CART

close

Forever Young: Tak Ada Seorang Pun Pernah Merasa Tua

Tidak pernah merasa tua

Sungguh, tidak ada satu pun di antara kita yang merasa sudah tua. Sampai kita melihat-lihat gambar sendiri sepuluh tahun yang lalu. “Lho ternyata saya pernah lebih ganteng.” Itu artinya sekarang kita sudah tidak begitu ganteng lagi. Hanya saja kita tidak menyadarinya.

Kita juga tidak pernah merasa tua, sampai kita melihat-lihat gambar lama dari orang yang kita kenal sejak muda. “Lho, mengapa dia sekarang tampak begitu tua?” Itu artinya, kita pun sebenarnya juga sudah tampak tua. Masak semua orang tambah tua, sementara kita sendiri yang tetap awet muda. Itu mustahil. Hanya saja kita tidak pernah menyadarinya.

Kita pun tetap masih merasa muda, sampai kita melihat-lihat gambar anak-anak yang sudah mendekati remaja dan beranjak dewasa. “Wah, anakku sudah besar.” Itu artinya orang lain melihat kita pasti juga tambah tua dan kian tua. Hanya saja kita sudah terbiasa menolak kenyataan yang sebenarnya….

Ya Allah, limpahkanlah barakah pada tiap waktu yang Engkau berikan pada kami. Hindarkan kami dari perbuatan yang sia-sia. Serta ampunilah kami semua. Amin…

Ramadhan karim, Sobat…

***

Kita semua selalu merasa masih muda

Kalimat-kalimat di atas saya tulis sudah sekian tahun yang lalu. Yang waktu itu saya masih cukup muda. Dan kalimat-kalimat itu sepertinya terbukti kebenarannya. Karena sampai sekarang, ketika anak saya yang pertama sudah berusia 17 tahun, saya masih tetap merasa muda. Atau setidaknya saya merasa tetap belum tua.

Di antara kalimat yang masih saya ingat dari Ayah saya sendiri, adalah ketika kami sedang berada di depan rumah kami di Madiun sana. Di hadapan beberapa tetangga yang juga masih kerabat jauh. Beliau ngendikan sambil tersenyum dan seperti biasa dengan tekanan yang dalam:

“Aku ini memang sudah tua. Tapi dalam hatiku aku tidak pernah merasa tua. Di dalam diriku ini (sambil menunjuk dada) masih tetap sama ketika aku masih kecil. Orang tidak pernah merasa tua.”

Ternyata ucapan beliau diamini oleh Lik Rakimin sambil tertawa,

“Iyo. Bener. Aku yo rumongso ngono.”

(Iya. Benar. Aku pun merasa demikian.)

***

Oh ternyata benar saja…

Waktu itu saya merasa biasa saja. Tidak terlalu memperhatikan percakapan itu. Tapi mengapa sampai sekarang saya masih mengingatnya dengan sangat baik. Seolah percakapan itu baru saja terjadi beberapa jam yang lalu.

Ah tidak salah lagi.

Ternyata waktu berjalan dengan demikian cepat. Atau memang kehidupan dunia ini memang sejatinya hanya sebentar.

Sehingga kejadian yang sudah puluhan tahun itu terasa baru satu dua jam yang lalu.

Waktu itu saya masih kecil.

Dan sekarang…

Saya pun merasa masih kecil saja…

Tidak ada yang berubah, menurut perasaan saya. Meskipun nyatanya rambut sudah lebih banyak yang putih. Sebagian kulit sudah keriput. Dan kalau jalan sudah mulai sempoyongan. Juga sering masuk angin…

Alhamdulillah…

Tags:

0 thoughts on “Forever Young: Tak Ada Seorang Pun Pernah Merasa Tua

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.