SHOPPING CART

close

Terima Kasih Ya Allah: Mensyukuri “Nikmatnya” Pengunjung

Bagi blogger yang sudah profesional, ukuran jumlah pengunjung hingga ribuan tentu bukan hal yang istimewa. Namun bagi blogger “pemula abadi” seperti saya, lain lagi soalnya.

Jangankan ribuan, satu pengunjung saja itu sudah terasa sangat berarti. Apalagi dapat dua, wah bahagia sekali rasanya. Apalagi lebih, wow seperti dapat sensasi yang wah, serasa dapat durian runtuh… Susah untuk diungkapkan. Subhanallah…

Nah hari ini saya malah dapat sembilan pengunjung! Amazing banget dah…

Langsung saja saya screenshot itu grafik.

Yah, memang kelihatan banget noraknya. Namun apa boleh buat, saya merasa terlalu sayang momen indah ini lewat begitu saja. Harus ada yang saya catat untuk mengenangnya, sebagai tahapan kebahagiaan sebagai seorang blogger pemula abadi tadi.

Yah, misalnya siapa tahu Allah mentakdirkan satu waktu nanti blog kita ini punya pengunjung ribuan tiap harinya, biar tidak sombong. Bahwa pada mulanya blog ini juga hanya dikunjungi satu-dua orang saja.

Atau biar saya sendiri selalu ingat, bahwa pengunjung adalah tamu yang selamanya wajib untuk dihormati. Kehadiran mereka di sini adalah sebuah kehormatan luar biasa yang harus bisa saya tebus dengan sajian sebaik mungkin.

Terima kasih, Sobat atas kunjungan Anda. Sungguh saya amat berbahagia menerima kehadiran Anda semua.

Terima kasih ya Allah, telah Engkau hadirkan para pengunjung yang saleh dan salehah. Semoga kami bisa lebih dekat pada-Mu, melalui sarana sederhana ini.

Amin amin amin…

***

Catatan tambahan:

Inilah sebagian dari beberapa artikel yang pernah saya tulis ketika masih ngeblog secara gratisan di WordPress.

Meskipun gratisan, saya sangat menikmatinya. Tidak pernah sekalipun saya meremehkan kegiatan menulis. Karena saya percaya. Menulis merupakan keterampilan yang mendatangkan banyak manfaat sekaligus.

Kemampuan menulis merupakan salah satu keterampilan yang sangat jarang dimiliki oleh orang kebanyakan. Padahal kita semua sudah pernah sekolah sekian lama. Baik di SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi. Selalu ada mata pelajaran atau mata kuliah Bahasa Indonesia.

Dalam pelajaran itu kita selalu diberikan keterampilan menulis. Bahkan seringkali dengan cara paksaan.

Juga dalam setiap mata pelajaran itu ada ujian yang berupa menjawab pertanyaan-pertanyaan secara tertulis.

Namun tetap saja kita merasa takut dan segan untuk menulis.

Baca juga: Beberapa Masalah Menulis Dan Cara Mengatasinya

Saya sendiri merasakan, bahwa kegiatan ngeblog ini memberikan banyak kesempatan kepada kita untuk menulis dengan lebih lancar dan renyah.

Tags:

0 thoughts on “Terima Kasih Ya Allah: Mensyukuri “Nikmatnya” Pengunjung

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.