SHOPPING CART

close

Manhaj Tarjih Muhammadiyah #3: Kedudukan Mazhab Fiqih

Teks Asli:

3. Tidak mengikatkan diri pada suatu madzhab, tetapi pendapat-pendapat madzhab dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menetapkan hukum. Sepanjang sesuai dengan jiwa al-Qur’an dan as-Sunnah atau dasar-dasar lain yang dipandang kuat.

Poin utama:

– Majelis Tarjih tidak mengikatkan diri pada suatu mazhab.

– Pendapat-pendapat mazhab dapat menjadi bahan pertimbangan.

– Syarat menjadi pertimbangan: pendapat mazhab harus sesuai dengan jiwa al-Qur’an, as-Sunnah dan dasar-dasar lain yang dipandang kuat.

– “Dasar-dasar lain yang dipandang kuat” itu mengandung tiga kemungkinan.

Pertama: sumber hukum Islam selain al-Qur’an dan as-Sunnah, seperti ijma’, qiyas, istihsan, istishab, saddu dzari’ah.

Kedua: maqashid syari’ah.

Ketiga: sumber hukum Islam selain al-Qur’an, as-Sunnah dan maqashid syari’ah.

– Majelis Tarjih belum menjelaskan apa saja itu dasar-dasar lain yang dipandang kuat. Dari sekian dasar itu, mana saja yang dipandang kuat?

– “Dasar-dasar lain yang dipandang kuat” tersebut perlu diperjelas, atau sebaiknya dihapus saja. Karena:

Pertama: Untuk menjadikan dasar-dasar lain yang dipandang kuat itu pasti merujuk kepada al-Qur’an dan as-Sunnah. Dasar-dasar lain yang dipandang kuat itu mestinya adalah hasil istinbath dari al-Qur’an dan as-Sunnah.

Kedua: “Jiwa al-Qur’an dan as-Sunnah” itu sudah mencakup seluruh dasar-dasar lain yang dipandang kuat itu.

Catatan:

– Mazhab merupakan salah satu bentuk kekayaan intelektual umat Islam di bidang hukum yang tidak dimiliki umat yang lain. Baik dari segi keluasan maupun kedalaman pembahasannya.

– Keberadaan mazhab merupakan keniscayaan dan tidak bisa dihindari. Bahkan Majelis Tarjih sendiri sesungguhnya merupakan sebuah mazhab.

– Menelan mentah-mentah pendapat mazhab adalah sama salahnya dengan menolak mentah-mentah pendapat mazhab. Yang benar adalah berdiri di antara keduanya dengan menggunakan al-Qur’an dan as-Sunnah sebagai pedoman utama.

Usulan perubahan:

“Majelis Tarjih tidak mengikatkan diri pada suatu mazhab. Pendapat-pendapat mazhab dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menetapkan hukum, sepanjang sesuai dengan jiwa al-Qur’an dan as-Sunnah.”

Allahu a’lam.

***

Berikut ini link rekap usulan perubahan:

Rekap Usulan Perubahan Pokok Manhaj Tarjih

Tags:

One thought on “Manhaj Tarjih Muhammadiyah #3: Kedudukan Mazhab Fiqih

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa PPUT (Bebas SPP & DPP)
Penerimaan Mahasiswa Baru

PENERIMAAN MAHASISWA BARU

Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) FAI-UMM
(Diperpanjang Hingga 12 September 2022).

Tidak harus datang ke kampus. Daftar dan lengkapi persyaratan secara online saja.

Yuk buruan daftar: online.umm.ac.id

Info lengkapnya: pmb.umm.ac.id

Info lebih lanjut:
WA center PMB: 085215219000
IG: pmb_umm, hkiumm
Tiktok: pmb_umm, hkiumm

https://linkfly.to/pmbumm1964