SHOPPING CART

close
Kemuhammadiyahan

Maqashid Syari’ah: Manhaj Tarjih 9

Teks Asli:

9. Menta’lil dapat dipergunakan untuk memahami kandungan dalil-dalil al-Qur’an dan as-Sunnah sepanjang sesuai dengan tujuan syari’ah. Adapun qaidah: al-hukmu yaduru ma’a illatihi wujudan wa’adaman dalam hal-hal tertentu dapat berlaku.

Poin utama:

– Sepanjang sesuai dengan maqashid syari’ah, Majelis Tarjih dapat mempergunakan metode ta’lil untuk memahami kandungan dalil-dalil al-Qur’an dan as-Sunnah.

– Dalam hal-hal tertentu, kaidah: “Al-hukmu yaduru ma’a illatihi wujudan wa’adaman” dapat berlaku.

Catatan:

– Seluruh pembahasan Ushul Fiqih bisa dibagi menjadi dua tema utama, yaitu: metode nash dan metode ‘illah.

– Metode nash mencakup semua pembahasan tentang dalil yang bersifat nash, yaitu: al-Qur’an, as-Sunnah dan ijma’ beserta segenap turunannya, yaitu dalalah lafaz dan macam-macamnya.

– Adapun metode ‘illah mencakup semua dalil yang bersifat logis, seperti: qiyas, istihsan, maslahah mursalah, sadd adz-dzari’ah, dan seterusnya.

– Dalam konteks ini pembahasan tentang ‘illah memiliki urgensi yang luar biasa sebagai dasar seluruh masalah ijtihad yang memerlukan penalaran.

– Urgensi pembahasan ‘illah mencapai puncaknya pada zaman sekarang, dimana hampir semua orang bicara tentang maqashid dan maslahah syari’ah.

– Maqashid syari’ah merupakan salah satu teori untuk memahami hukum Islam secara integral dan komprehensif.

– Maqashid syari’ah secara umum adalah menjaga dan melestarikan maslahat bersama, baik sesama manusia maupun alam sekitarnya.

– Maslahat itu dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu: dharuriyat, hajiyat dan tahsiniyat.

– Maqashid syari’ah yang utama itu ada lima, yaitu: agama, jiwa, akal, nasab dan harta.

Usulan Perubahan:

“Sepanjang sesuai dengan maqashid syari’ah, Majelis Tarjih dapat mempergunakan metode ‘illah (ta’lil ahkam) untuk memahami kandungan dalil-dalil al-Qur’an dan as-Sunnah. Dengan demikian, kaidah: “Al-hukmu yaduru ma’a illatihi wujudan wa’adaman” dapat berlaku dalam hal-hal tertentu.”

Atau cukup:

“Sepanjang sesuai dengan maqashid syari’ah, Majelis Tarjih dapat mempergunakan metode ‘illah (ta’lil ahkam) untuk memahami kandungan dalil-dalil al-Qur’an dan as-Sunnah.”

Karena kalimat setelah itu hanya berfungsi sebagai penegasan.

Allahu a’lam.

Tags:

0 thoughts on “Maqashid Syari’ah: Manhaj Tarjih 9

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...