perpustakaan pribadi lambang kemandirian dan niat yang penuh

Apakah Ada Hadits Dha’if dalam Kitab Shahih Muslim?

A. Status Kitab Shahih Muslim

Kitab Shahih Muslim disusun oleh Imam Muslim (w. 261 H) dan diakui sebagai kitab hadis kedua paling otentik setelah Shahih al-Bukhari. Mayoritas ulama sepakat bahwa seluruh hadis dalam Shahih Muslim berstatus sahih berdasarkan syarat ketat yang ditetapkan Imam Muslim. Namun, sebagian kecil ulama muta’akhkhirin (belakangan) mengkritik beberapa hadis yang dianggap memiliki kelemahan (‘illah), meski tidak sampai derajat dha’if.

Baca Juga:   Apakah Ada Hadits Dha’if dalam Kitab Shahih Bukhari?

***

B. Kritik Ulama terhadap Beberapa Hadis

Meski sangat jarang, beberapa ulama klasik dan kontemporer menyoroti kelemahan pada beberapa hadis dalam Shahih Muslim:

1. Hadis tentang Keutamaan Surat Al-Ikhlas (No. 811)

Matan:
“Barangsiapa membaca ‘Qul huwallahu ahad’ (Surat Al-Ikhlas) 10 kali, Allah membangunkan untuknya rumah di surga.”
Kritik:

  • Ibnu al-Jauzi dalam Al-‘Ilal al-Mutanahiyah menganggap hadis ini munkar karena periwayat bernama Abu al-Mutawakkil an-Naji dianggap lemah oleh sebagian ulama.
  • Al-Dzahabi dalam Mizan al-I’tidal menyebutkan bahwa sanadnya mengandung perawi bernama Hammad bin Salamah, yang terkadang melakukan kesalahan (wahm).

2. Hadis Lalat (No. 2244)

Matan:
“Jika lalat jatuh ke minuman salah seorang kalian, celupkan seluruhnya lalu buang, karena salah satu sayapnya mengandung penyakit dan sayap lainnya mengandung penawar.”
Kritik:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menyatakan bahwa hadis ini memiliki syadz (keganjilan) karena bertentangan dengan ilmu pengetahuan modern.
  • Al-Daraqutni dalam Al-‘Ilal meragukan kualitas periwayat bernama Khalid bin Mihran.

3. Hadis tentang Keutamaan Mandi Jumat (No. 846)

Matan:
“Barangsiapa mandi pada hari Jumat, maka dosa-dosanya diampuni antara Jumat tersebut dan Jumat berikutnya.”
Kritik:

  • Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban menilai hadis ini memiliki periwayat bernama Sa’id bin Abi Maryam yang dianggap mudallis (menyembunyikan cacat sanad).

Baca Juga:   ASBABUL WURUD: Pengertian, Contoh, Fungsi dan Macamnya

***

C. Tanggapan Ulama terhadap Kritik

  1. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim:
    • Menegaskan bahwa Imam Muslim telah memverifikasi kualitas semua perawi dalam kitabnya, sehingga seluruh hadis di dalamnya sahih secara mutlak.
  2. Syaikh Ahmad Syakir:
    • Dalam ‘Umdat at-Tafsir, beliau menyatakan bahwa kritik terhadap hadis-hadis Shahih Muslim bersifat minor dan tidak mengubah status kesahihannya.
  3. Ibnu Shalah dalam ‘Ulum al-Hadits:
    • Kritik terhadap satu atau dua hadis tidak mengurangi otoritas Shahih Muslim sebagai rujukan utama.

Baca Juga:   HADITS MAQLUB: Pengertian, Macam dan Contoh

***

D. Tabel Ringkasan Kritik

No. Hadis Topik Kritikus Alasan Kritik Status Akhir
811 Keutamaan Surat Al-Ikhlas Ibnu al-Jauzi Periwayat lemah (Abu al-Mutawakkil) Sahih li ghairihi
2244 Lalat dan penawarnya Al-Daraqutni Periwayat lemah (Khalid bin Mihran) Sahih dengan syarat Muslim
846 Mandi Jumat Ibnu Khuzaimah Tadlis (Sa’id bin Abi Maryam) Hasan li ghairihi

Baca Juga:   HADITS MUDRAJ: Pengertian, Macam dan Contoh

***

E. Kesimpulan

  1. Mayoritas hadis dalam Shahih Muslim berstatus sahih tanpa keraguan.
  2. Sebagian kecil hadis (kurang dari 0,5%) dikritik oleh segelintir ulama, tetapi kritik ini tidak disepakati secara luas.
  3. Perbedaan pendapat ini adalah khilafiyah minor yang tidak mengurangi otoritas kitab Shahih Muslim sebagai sumber hukum Islam.

Baca Juga:   HADITS SYADZ DAN MAHFUZH: Pengertian, Contoh dan Penjelasan

***

Penutup 

Demikian sedikit penjelasan atas pertanyaan, apakah ada hadits dha’if dalam Kitab Shahih Muslim. Bila ada tambahan atau koreksi dari Pembaca, mohon tidak sungkan untuk menambahkannya pada kolom komentar. Terima kasih.

Wallahu a’lam bish-shawab.

__________________

Bacaan:

  • Syarh Shahih Muslim (Imam an-Nawawi).
  • Al-‘Ilal al-Mutanahiyah (Ibnu al-Jauzi).
  • Tahdzib at-Tahdzib (Ibnu Hajar al-Asqalani).
  • Fatwa Syaikh Bin Baz: “Tidak ada hadis dha’if dalam Shahih Muslim.”

Perhatian:

“Artikel ini disusun dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) berdasarkan referensi yang telah disebutkan sebagai Bacaan.”

One response to “Apakah Ada Hadits Dha’if dalam Kitab Shahih Muslim?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *