SHOPPING CART

close
Kultum

Apapun Yang Menimpamu Tetaplah Jadi Orang Baik

Itulah kurang lebih pesan Baginda Nabi Saw. Karena orang disebut baik bukan karena hendak membalas budi orang lain. Bukan balas jasa. Namun karena semata dia adalah orang yang baik.

Orang yang berbuat baik ketika orang lain berbuat baik kepada dirinya, itu memang seharusnya. Sudah sepantasnya. Orang akan teruji sebagai orang baik, tatkala ada orang lain berbuat buruk kepada dirinya.

Orang baik akan tetap berbuat baik, meskipun seandainya semua orang bersikap buruk padanya. Namun itu hanya semangat idealisme belaka. Karena realitanya kita akan menemukan lebih banyak orang yang baik daripada orang yang buruk. Dan kebaikan yang kita lakukan atas balasan perbuatan buruk orang lain, akan berbalik menjadi keberkahan hidup yang luar biasa dahsyatnya.

Memang hal ini tidak mudah. Sungguh tidak mudah. Namun inilah hidup. Bahwa dalam kehidupan ini kita akan menemukan orang yang sebenarnya baik, namun karena keadaan membuat dia tidak tahan dan akhirnya kalah oleh hawa nafsunya sendiri. Apabila kita juga kalah dengan hawa nafsu kita untuk membalas dendam, lalu apa bedanya antara kita sebagai korban dan dia sebagai pelaku?

Islam adalah agama yang seimbang. Apabila syariat Nabi Musa ‘alaihis salam adalah qishash (pembalasan yang sepadan) secara mutlak, dan syariat Nabi Isa ‘alais salam adalah pemaafan mutlak, maka syariat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ada di antara keduanya.

Islam memperbolehkan qishash dan mendukungnya dengan aturan yang ketat. Namun bila kita mampu menahan diri, hanya sebatas mengambil ganti rugi yang dibenarkan secara materi (yang disebut sebagai diyat), maka pilihan ini lebih utama.

Allahu a’lam.

Tags:

0 thoughts on “Apapun Yang Menimpamu Tetaplah Jadi Orang Baik

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...