SHOPPING CART

close
Merawat Cinta

Rasulullah Saw. Melarang Umatnya Hidup Membujang

Menikah merupakan salah satu perintah yang pernah diberikan oleh Rasulullah Saw. kepada umatnya, termasuk kepada para pemuda yang umumnya hidup belum begitu mapan. Apabila pemuda itu telah cukup kemampuan memberikan kecukupan untuk berkeluarga, maka dia telah mengemban perintah tersebut.

menikah bahagia
Menikah: menyempurnakan senyum bahagia.

Dari Ibnu Mas’ûd, dia berkata, Rasulullah Saw. bersabda:

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ.

“Wahai Para Pemuda. Barangsiapa di antara kalian telah mampu (menanggung) beban nikah, maka menikahlah. Karena sesungguhnya pernikahan itu lebih dapat menundukkan pandangan, dan lebih dapat menjaga kemaluan. Dan barangsiapa belum mampu, hendaknya dia berpuasa. Karena sesungguhnya berpuasa itu baginya (menjadi) pengekang syahwat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain untuk menyalurkan dorongan naluri, yaitu kebutuhan seksual, menikah juga memiliki tujuan yang tidak kalah pentingnya. Tujuan itu adalah terjaminnya kelestarian manusia. Oleh karena itu, Rasulullah Saw. melarang umatnya hidup dengan membujang. Dari Sa’d bin Abi Waqqâsh, dia berkata:

رَدَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى عُثْمَانَ بْنِ مَظْعُونٍ التَّبَتُّلَ، وَلَوْ أَذِنَ لَهُ لَاخْتَصَيْنَا.

“Rasulullah Saw. pernah melarang ‘Utsmân bin Mazh’ûn untuk hidup membujang. Seandainya Rasulullah mengizinkan dia membujang, tentu kami telah berkebiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain itu, marilah kita perhatikan pula larangan hidup membujang dalam hadits di bawah ini:

عَنْ قَتَادَةَ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ سَمُرَةَ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ التَّبَتُّلِ. وَقَرَأَ قَتَادَةُ: وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً

“Dari Qatâdah, dari Hasan, dari Samurah, bahwa Nabi Saw. melarang (hidup) membujang. Lalu Qatâdah membaca ayat, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum kamu, dan Kami berikan kepada mereka istri dan anak cucu.”[1] (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Seluruh riwayat di atas menunjukkan bahwa Rasulullah Saw. benar-benar melarang umatnya untuk hidup membujang. Larangan ini tetap berlaku bagi orang yang ingin hidup membujang dengan tujuan untuk lebih memperbanyak waktu beribadah kepada Allah, seperti shalat tahajud tiap hari sepanjang malam, atau puasa sunnah sepanjang tahun.

Marilah kita perhatikan hadits yang diriwayatkan oleh salah seorang shahabat Rasulullah Saw., Anas bin Malik ra. berikut ini:

أَنَّ نَفَرًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَعْضُهُمْ: لَا أَتَزَوَّجُ. وَقَالَ بَعْضُهُمْ: أُصَلِّي وَلَا أَنَامُ. وَقَالَ بَعْضُهُمْ: أَصُومُ وَلَا أُفْطِرُ. فَبَلَغَ ذَلِكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: مَا بَالُ أَقْوَامٍ قَالُوا كَذَا وَكَذَا، لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفْطِرُ، وَأُصَلِّي وَأَنَامُ، وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي.

“Ada seorang shahabat Nabi Muhammad Saw. berkata, “Aku tidak akan menikah.” Sebagian yang lain berkata, “Aku akan shalat terus-menerus dan tidak tidak akan tidur. Dan sebagian yang lain lagi berkata, “Aku akan berpuasa sepanjang masa.” Kemudian hal itu sampai kepada Nabi Muhammad Saw.. Beliau bersabda, “Apa maksud orang yang berkata demikian dan demikian. Padahal aku berpuasa, namun juga berbuka. Aku juga rajin shalat tahajud, namun aku juga tidur di malam hari. Demikian pula aku pun menikahi beberapa wanita. Barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku, maka dia bukan termasuk golonganku.” (HR. Bukhari dan Muslim)

[1] Ar-Ra’d: 38.

Tags:

0 thoughts on “Rasulullah Saw. Melarang Umatnya Hidup Membujang

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...