SHOPPING CART

close
Kajian HaditsTuntunan Shalat

Tata Cara Gerakan dan Bacaan Rukuk dalam Shalat

Setelah itu, kita bersiap melakukan rukun shalat yang berikutnya, yaitu: ruku’. Apabila tidak kita perhatikan dengan benar, boleh jadi ada di antara kita yang selama ini telah salah melakukan gerakan ruku’. Untuk itu marilah kita perhatikan tata cara ruku’ ini.

Tata cara ruku’

Kita (1) mengangkat kedua belah tangan seperti takbiratul ihram, dan (2) mulai gerakan ruku’ (3) sambil bertakbir, (4) sehingga punggung kita rata dengan leher, dan memegang kedua lutut dengan kedua telapak tangan.

a. Mengangkat kedua belah tangan seperti takbiratul ihram

Hadits dari Ibnu ‘Umar, ia berkata:

كَانَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ إِذَا افْتَتَحَ الصَّلاَةَ، وَإِذَا كَبَّرَ لِلرُّكُوعِ، وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ رَفَعَهُمَا كَذَلِكَ أَيْضًا وَقَالَ: (سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ). وَكَانَ لاَ يَفْعَلُ ذَلِكَ فِى السُّجُودِ.

Adalah Nabi Muhammad Saw. mengangkat kedua tangan selurus bahu, bila beliau memulai shalat, dan bila bertakbir hendak ruku’. Bila mengangkat kepala dari ruku’, beliau juga mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan, “Sami’alla-hu liman hamidah rabbana- wa lakalhamd.” Dan beliau tidak melakukannya ketika hendak sujud. (HR. Bukhari dan Muslim)

 

b. Ruku’

Allah Swt.berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ، وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ.

Wahai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu, dan berbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. (al-Hajj: 77)

Hadits dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Saw. bersabda:

إِذَا قُمْتَ إِلَى الصَّلاَةِ فَكَبِّرْ، ثُمَّ اقْرَأْ مَا تَيَسَّرَ مَعَكَ مِنَ الْقُرْآنِ، ثُمَّ ارْكَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ رَاكِعًا، ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَعْتَدِلَ قَائِمًا، ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا، ثُمَّ ارْفَعْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ جَالِسًا، ثُمَّ اسْجُدْ حَتَّى تَطْمَئِنَّ سَاجِدًا، ثُمَّ افْعَلْ ذَلِكَ فِى صَلاَتِكَ كُلِّهَا.

Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka bertakbirlah, lalu bacalah mana yang mudah bagimu dari al-Qur’an, lalu ruku’lah hingga tenang (tuma’ninah), lalu berdirilah sampai lurus, kemudian sujudlah hingga tenang (tuma’ninah), kemudian duduklah hingga tenang (tuma’ninah), lalu sujudlah lagi hingga tenang pula, kemudian lakukanlah seperti itu dalam semua shalatmu. (HR. Bukhari dan Muslim)

 

c.  Bertakbir ketika hendak ruku’

Hadits dari Abu Hurairah, ia berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ يُكَبِّرُ حِينَ يَقُومُ، ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَرْكَعُ، ثُمَّ يَقُولُ: (سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ) حِينَ يَرْفَعُ صُلْبَهُ مِنَ الرُّكُوعِ، ثُمَّ يَقُولُ وَهُوَ قَائِمٌ (رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ)، ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَهْوِى سَاجِدًا، ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَرْفَعُ رَأْسَهُ، ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَسْجُدُ، ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَرْفَعُ رَأْسَهُ، ثُمَّ يَفْعَلُ مِثْلَ ذَلِكَ فِى الصَّلاَةِ كُلِّهَا حَتَّى يَقْضِيَهَا، وَيُكَبِّرُ حِينَ يَقُومُ مِنَ الْمَثْنَى بَعْدَ الْجُلُوسِ.

Bahwa apabila Rasulullah r shalat, beliau bertakbir ketika berdiri, lalu bertakbir ketika ruku’, lalu membaca, “Sami’alla-hu liman hamidah,” ketika mengangkat punggungnya (bangun) dari ruku’, lalu selagi berdiri beliau membaca, “Rabbana- walakal hamd,” lalu bertakbir tatkala hendak sujud, lalu bertakbir tatkala hendak mengangkat kepala (hendak duduk di antara dua sujud), lalu bertakbir tatkala hendak mengangkat kepala (hendak berdiri ke rakaat kedua), lalu bertakbir tatkala hendak berdiri, dan beliau melakukan itu dalam shalat secara keseluruhan, serta bertakbir tatkala berdiri dari rakaat yang kedua sesudah duduk. (HR. Bukhari dan Muslim)

 

d. Meratakan punggung dengan leher, dan memegang kedua lutut dengan tangan

Hadits Abu Humaid as-Sa’idi, ia berkata:

أَنَا كُنْتُ أَحْفَظَكُمْ لِصَلاَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، رَأَيْتُهُ إِذَا كَبَّرَ جَعَلَ يَدَيْهِ حِذَاءَ مَنْكِبَيْهِ، وَإِذَا رَكَعَ أَمْكَنَ يَدَيْهِ مِنْ رُكْبَتَيْهِ، ثُمَّ هَصَرَ ظَهْرَهُ، فَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ اسْتَوَى حَتَّى يَعُودَ كُلُّ فَقَارٍ مَكَانَهُ، فَإِذَا سَجَدَ وَضَعَ يَدَيْهِ غَيْرَ مُفْتَرِشٍ وَلاَ قَابِضِهِمَا، وَاسْتَقْبَلَ بِأَطْرَافِ أَصَابِعِ رِجْلَيْهِ الْقِبْلَةَ، فَإِذَا جَلَسَ فِى الرَّكْعَتَيْنِ جَلَسَ عَلَى رِجْلِهِ الْيُسْرَى وَنَصَبَ الْيُمْنَى، وَإِذَا جَلَسَ فِى الرَّكْعَةِ الآخِرَةِ قَدَّمَ رِجْلَهُ الْيُسْرَى وَنَصَبَ الأُخْرَى وَقَعَدَ عَلَى مَقْعَدَتِهِ.

Aku lebih cermat daripada kalian tentang shalat Rasulullah Saw. Aku melihat ketika bertakbir, beliau mengangkat kedua tangan selurus dengan bahu. Ketika ruku’, beliau meletakkan kedua tangan pada lutut, lalu membungkukkan punggungnya.

Bila mengangkat kepala, beliau berdiri tegak sehingga luruslah tiap tulang-tulang punggungnya seperti semula. Ketika sujud, beliau meletakkan kedua telapak tangan pada tanah dengan tidak meletakkan lengan dan tidak merapatkannya pada lambung, dan ujung-ujung jari kakinya dihadapkan ke arah kiblat.

Bila duduk pada rakaat yang kedua, beliau duduk di atas kaki kiri dan menumpukkan kaki yang kanan. Ketika duduk pada rakaat yang terakhir, beliau memajukan kaki kiri dan menumpukkan kaki kanan, serta duduk bertumpu pada pantatnya. (HR. Bukhari)

 

Membaca Doa Ruku’

Pada saat ruku’ ini kita berdo’a, “Subha-nakalla-humma rabbana- wabihamdika Alla-hummaghfirli,” atau boleh juga kita berdoa dengan salah satu doa lain yang pernah diajarkan Nabi Muhammad Saw.

Hadits dari Ummul Mukminin ‘Aisyah, ia berkata:

كَانَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِى رُكُوعِهِ وَسُجُودِهِ: (سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى).

Adalah Nabi Muhammad r berdoa dalam ruku’ dan sujud, “Subha-nakalla-humma rabbana- wabihamdika Alla-hummaghfirli.” (HR. Bukhari an Muslim)

Dari ‘Aisyah pula, ia berkata:

كَانَ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِى رُكُوعِهِ وَسُجُودِهِ: (سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوحِ).

Dari ‘Aisyah, bahwa Nabi Muhammad r berdoa dalam ruku’ dan sujud, “Subbu-hun quddu-sun rabbuna warabbul mala-ikati warru-h. (HR. Muslim, Abu Dawud, Nasa’i dan Ahmad)

Hadits dari Hudzaifah:

عَنْ حُذَيْفَةَ أَنَّهُ صَلَّى مَعَ النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَانَ يَقُولُ فِى رُكُوعِهِ: (سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ). وَفِى سُجُودِهِ: (سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى). وَمَا مَرَّ بِآيَةِ رَحْمَةٍ إِلاَّ وَقَفَ عِنْدَهَا فَسَأَلَ وَلاَ بِآيَةِ عَذَابٍ إِلاَّ وَقَفَ عِنْدَهَا فَتَعَوَّذَ.

Dari Hudzaifah, bahwa ia shalat bersama Nabi Muhammad r. Pada waktu ruku’ beliau membaca, “Subha-na rabbiyal ‘azhi-m.” Pada waktu sujud beliau membaca, “Subha-na rabbiyal a’la.” Dan tidaklah melewati ayat tentang rahmat melainkan beliau berhenti untuk memohon rahmat, dan tidaklah melewati ayat tentang adzab melainkan beliau berhenti untuk memohon perlindungan. (HR. Muslim dan Abu Dawud)

Hadits dari ‘Uqbah bin ‘Amir, ia berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَكَعَ قَالَ: (سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ) ثَلاَثًا، وَإِذَا سَجَدَ قَالَ: (سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ) ثَلاَثًا.

Adalah Rasulullah r apabila ruku’ beliau berdoa, “Subha-na rabbiyal ‘azhi-m,” sebanyak tiga kali. Apabila sujud, beliau berdoa, “Subha-na rabbiyal a’la,” sebanyak tiga kali.” (Abu Dawud)

Tags:

0 thoughts on “Tata Cara Gerakan dan Bacaan Rukuk dalam Shalat

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.