SHOPPING CART

close

Sugeng Rawuh

Ahlan wa sahlan, most welcome, selamat datang…

 

Mengapa sinau? 

Karena Allah telah memberikan janji. Bahwa Dia akan mengangkat derajat semua orang yang berilmu. Sekalipun mungkin mereka menyembah selain-Nya. Inilah kemurahan.

Adapun untuk orang yang beriman sekaligus berilmu. Allah akan mengangkat derajatnya sebanyak beberapa derajat.

Sehingga sudah selayaknya. Kita selalu memulai sinau. Dengan mengucapkan: Bismillahir rahmanir rahim

Mengapa bareng? 

Karena sinau tidak bisa dikerjakan sendirian. Harus ada teman.

Orang yang belajar secara otodidak pun. Tetap memerlukan sparring partner. Untuk diskusi dan berdebat secara ilmiah. Supaya ilmunya tertanam makin kokoh. Dan tumbuh makin subur.

Lebih dari itu. Seorang guru atau dosen yang sedang mengajar. Demikian pula penulis yang sedang berkarya. Sejatinya juga sedang sinau.

Benarkah? Ya. Sebab saat mereka mengajar atau menulis itu. Ternyata Allah pun sedang melimpahkan ilmu-Nya pada mereka. Dan ilmu yang mereka terima itu. Adalah jauh lebih berkah dan berkualitas. Daripada apa yang mereka ajarkan. Inilah ilmu laduni. Jenis ilmu yang Allah ajarkan secara langsung. Kepada siapa saja yang Dia kehendaki.

Dan sinau bareng ini. Merupakan sebuah wahana. Kami menjalin komunikasi dan berbagi dengan sesama warga dunia maya. Untuk bareng-bareng. Menjadi hamba yang semakin baik. Bukan sebagai guru. Atau orang yang lebih banyak tahu. Namun sebagai teman seperjuangan dalam belajar. Saling mengingatkan dan support dalam kebajikan.

Selanjutnya, kami sangat berbahagia atas kunjungan Anda. Semoga perjumpaan ini memberikan manfaat terbaik bagi diri kita. Tambah wawasan, tambah ilmu, dan tambah teman. Juga tambah iman. Semoga.

Wal ‘afw minkum ya ikhwati al-kiram, uhibbukum fillah…

.

Ahda Bina

Mengabdi sebagai dosen pada Universitas Muhammadiyah Malang. Fakultas Agama Islam, Program Studi Hukum Keluarga Islam.

Punya hobi: Sinau Bareng.

.

Glosarium

Sinau: belajar.

Bareng: bersama.

Sinau bareng: belajar bersama.

Sugeng: hidup, selamat.

Rawuh: datang.

Sugeng rawuh: selamat datang.

Ahlan: di sini Anda telah diterima sebagai anggota keluarga.

Wa: dan.

Sahlan: semoga urusan Anda memperoleh kemudahan.

Ahlan wa sahlan: ungkapan kebahagiaan untuk menghormati tamu yang baru datang.