SHOPPING CART

close
Kaidah Fiqih

Mengenal Kaidah Fiqih

Bila paham akan khazanah intelektual Islam, maka siapapun akan bangga menjadi orang Islam. Bagaimana tidak?

Kita memiliki tafsir al-Qur’an dengan beragam metodenya, yang dilengkapi dengan kaidah tafsir dan Ulumul Qur’an sudah mapan. Kita juga punya banyak sekali kitab himpunan hadits, yang juga dilengkapi dengan musthalah hadits dan ulumul hadits. Di bidang hukum Islam kita punya kitab-kitab fiqih dari berbagai mazhab, yang juga didampingi dengan ushul fiqih, kaidah fiqih, dan sebagainya. Yang semua itu merupakan warisan dari peradaban Islam yang agung.

Orang-orang yang berpikiran pendek, berilmu alakadarnya, dan berwawasan sempit, mereka akan mudah mengatakan bahwa semua yang bukan al-Qur’an dan hadits adalah bid’ah yang sesat. Namun bagi orang berpikiran panjang, berilmu mendalam, dan berwawasan luas, dia akan sangat menghargai kekayaan intektual Islam itu dengan baik dan menggunakannya dengan benar.

Pada kesempatan kali ini kita akan berkenalan dengan salah satu cabang ilmu fiqih yang disebut dengan kaidah fiqih, atau qawa’id fiqhiyah.

Pengertian Kaidah Fiqih

Maksud kaidah di sini adalah kesimpulan atau hasil pengalaman dari telaah yang luas dan perenungan yang mendalam.

Adapun fiqih di sini maksudnya adalah hukum Islam yang terkandung dalam kitab-kitab fiqih dari berbagai mazhab sepanjang zaman.

Jadi kaidah fiqih artinya: pokok-pokok kesimpulan yang sangat penting dari berbagai permasalahan hukum Islam. Atau bisa dikatakan, kaidah fiqih itu merupakan kumpulan kata mutiara di bidang hukum Islam.

Bila mau sedikit lebih ilmiah, baiklah saya kutipkan pengertian kaidah fiqih oleh pakar kaidah fiqih sebagai berikut:

هى مجموعة الأحكام المتشابهة التى ترجع إلى قياس واحد يجمعها ، أو إلى ضبط فقهي يربطها

Pemahaman yang tepat tentang kaidah fiqih ini baru kita temukan setelah mengetahui contoh-contohnya. Jadi kita pahami pengertiannya sambil jalan saja.

Awal Mula Sejarah Kaidah Fiqih

Sebenarnya cikal bakal Kaidah Fiqih ini sudah ada sejak zaman Nabi Saw., karena banyak di antara kata-kata Nabi yang mirip dengan (atau malah dijadikan) Kaidah Fiqih. Misalnya: “Al-bayyinah ‘la al-mudda‘i, wa al-yamin ‘ala man ankar.” Demikian pula kata-kata shahabat dan generasi setelahnya, termasuk para ulama mujtahid.

Namun munculnya Kaidah Fiqih sebagai ilmu yang sistematis baru terjadi pada abad ke-3 Hijriyah, atau satu abad setelah munculnya Fiqih dan Ushul Fiqih.

Kedudukan Kaidah Fiqih dalam Sistem Hukum Islam

Sebagai kesimpulan hukum, Kaidah Fiqih tidak bisa menjadi dasar hukum dengan sendirinya, kecuali ada dalil hukum yang sejalan dengannya. Namun demikian, ia amat diperlukan oleh orang yang ingin mendalami hukum-hukum fiqih, terutama orang yang melakukan ijtihad.

Imam al-Subuki menjadikan penguasaan atas Kaidah sebagai salah satu syarat bagi seorang mujtahid, karena dengan menguasai Kaidah Fiqih ini seorang mujtahid akan mengetahui maqashid syari’ah.

Urgensi Kaidah Fiqih

Dengan menguasai Kaidah Fiqih, kita mengetahui benang merah yang mewarnai fiqih, karena kaidah fiqih menjadi titik temu dari masalah-masalah fiqih, sehingga kita lebih arif dalam menerapkan fiqih dalam waktu dan tempat yang berbeda-beda untuk kasus, keadaan, dan adat kebiasaan yang berlainan.

Selain itu kita juga akan lebih moderat dalam menyikapi masalah-masalah sosial, ekonomi, politik, budaya, dan lebih mudah dalam memberi solusi terhadap problem-problem yang terus muncul dan berkembang dengan tetap berpegang kepada kemaslahatan, keadilan, kerahmatan, dan hikmah yang terkandung dalam fiqih.

Berdasarkan Kaidah Fiqih, akan diketahui keindahan dan keteraturan fiqh.

Demikian penting peranan Kaidah Fiqih, sehingga ia menjadi barometer bagi kemampuan seorang faqih.

Kaidah Fiqih merupakan jalan pintas bagi siapa saja yang ingin mengetahui hukum-hukum fiqih yang jumlahnya tiada terkira, sehingga ia bisa menyimpan energi lebih banyak dengan waktu relatif lebih singkat.

———

Sumber bacaan:

– Al-Ijtihad fi al-Shari’ah al-Islamiyah, Yusuf al-Qaradawi.

– Al-Qawa’id al-Fiqhiyah, ‘Ali an-Nadawi.

– Kaidah-kaidah Fikih, A. Djazuli.

– Kitab al-Furuq Anwar al-Buruq fi Anwa’i al-Furuq, Syihabuddin al-Qurafi.

– Masail al-Fiqhiyah, Abuddin Nata.

Tags:

2 thoughts on “Mengenal Kaidah Fiqih

  • fitrah

    TERIMA KASIH PAK ATAS ILMUNYA.

    • Ahda Bina

      Iya Mas sama-sama, Allahu yubarik fikum…

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...