SHOPPING CART

close
Musthalah Hadits

Hadits Mungkar

Pendahuluan

Sebuah hadits menjadi dha’if, di antaranya karena adanya seorang perawi yang bermasalah. Bisa jadi pada kesalehan atau pada hafalannya.

Seorang perawi yang sempurna adalah seorang perawi yang saleh dan kuat hafalannya. Sehingga hadits yang dia riwayatkan memiliki kualitas yang mumpuni.

Sebaliknya, sebuah hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi yang cacat secara kepribadian atau kemampuan hafalan akan diragukan kualitasnya.

Pengertian

Mungkar artinya sesuatu yang ditolak atau diingkari. Lawan dari diterima.

Hadits Mungkar adalah hadits yang memenuhi salah satu kriteria sebagai berikut:

1. Diriwayatkan oleh seorang perawi yang sangat pelupa, sangat sering melakukan kekeliruan, terlihat suka berbuat maksiat, atau susah dipercaya bila meriwayatkan hadits dari jalurnya saja.

2. Diriwayatkan oleh seorang perawi yang dha’if dan bertentangan dengan hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang tsiqah.

Perbedaan Hadits Mungkar jenis kedua dengan Hadits Syadz

1. Hadits Syadz diriwayatkan oleh perawi yang cukup tsiqah, namun bertentangan dengan hadits yang diriwayatkan dengan jalur perawi yang lebih tsiqah.

2. Hadits Mungkar diriwayatkan oleh perawi yang dha’if dan bertentangan dengan hadits yang diriwayatkan dengan jalur perawi yang tsiqah.

Contoh Hadits Mungkar

Sesuai dengan dua pengertian hadits mungkar di atas, berikut ini kami sampaikan dua contoh hadits mungkar:

1. Sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Zakir Yahya Muhammad bin Qais, dari Hisyam bin Urwah, dari Aisyah bahwa Rasulullah Saw. bersabda:

“Makanlah balah (kurma muda) bersama tamar (kurma yang sudah matang). Bila anak Adam (manusia) memakannya, maka setan akan marah.”

Imam Nasa’i memberikan keterangan, bahwa Abu Zakir merupakan seorang perawi hadits yang saleh, namun hadits yang diriwayatkan dari jalurnya saja sangat diragukan.

2. Sebuah hadits yang diriwayatkan dari Habib bin Habib Ziyat, dari Ishaq, dari Izar bin Harits, dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah Saw. bersabda:

“Barangsiapa mendirikan shalat, menunaikan zakat, berangkat haji, puasa, dan memuliakan tamu, maka dia pasti masuk surga.”

Abu Hatim memberikan keterangan, bahwa hadits ini termasuk Hadits Mungkar, karena para perawi selain Habib bin Habib Ziyat meriwayatkan dari Ishaq juga, namun sanadnya berhenti pada Ibnu Abbas.

Maksudnya pernyataan di atas merupakan perkataan Ibnu Abbas, bukan sabda Rasulullah Saw.

Status Hadits Mungkar

Hadits Mungkar termasuk hadits yang dha’if. Tapi masih lumayan, dibandingkan Hadits Maudhu’ dan Hadits Matruk.

Jadi urutan hadits yang paling dha’if adalah Hadits Maudhu’. Setelah itu Hadits Matruk. Kemudian Hadits Mungkar.

Penutup

Demikian sedikit penjelasan tentang Hadits Mungkar. Semoga ada manfaatnya bagi kita bersama.

Allahu a’lam.

Sumber bacaan:

Kitab Mabahits fi Ulumil Hadits, Syeikh Manna’ al-Qatthan, rahimahullah.

***

Tags:

0 thoughts on “Hadits Mungkar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.