SHOPPING CART

close

Hadits Mungkar: Pengertian, Contoh dan Status

Pendahuluan

Sebuah hadits menjadi dha’if, di antaranya karena adanya seorang perawi yang bermasalah. Bisa jadi pada kesalehan atau pada hafalannya.

Seorang perawi yang sempurna adalah seorang perawi yang saleh dan kuat hafalannya. Sehingga hadits yang dia riwayatkan memiliki kualitas yang mumpuni. Istilahnya adalah ‘adil dan dhabith.

Sebaliknya, sebuah hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi yang cacat secara kepribadian atau kemampuan hafalan akan diragukan kualitasnya.

Pengertian

Mungkar artinya sesuatu yang ditolak atau diingkari. Lawan dari diterima.

Untuk memahami dan menggunakan istilah hadits mungkar ini kita perlu kehati-hatian. Karena para ulama berbeda pendapat mengenai definisi hadits mungkar.

Bila kita menemukan seorang ulama menggunakan istilah hadits mungkar ini, maka kita harus jelis. Karena maksudnya ada dua kemungkinan sebagai berikut:

Pengertian pertama

1. Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi yang sangat pelupa, sangat sering melakukan kekeliruan, terlihat suka berbuat maksiat, atau susah dipercaya bila sebuahhadits diriwayatkan dari jalurnya saja.

Bahasa Arabnya:

هو الحديث الذي يتفرَّد به الراوي الذي حِفْظُه لا يجعله أهلًا لأن يتفرد بمثل هذه الرواية

Hadits mungkar adalah hadits yang diriwayatkan dari jalur seorang perawi yang kekuatan hafalannya tidak dianggap layak, apabila hadits itu hanya didapatkan dari jalurnya saja.

Inilah definisi hadits mungkar yang dimaksud oleh para ulama hadits generasi pertama. Seperti Imam Ahmad dan Imam Nasai, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani.

Pengertian kedua

2. Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi yang dha’if dan bertentangan dengan hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang tsiqah.

Bahasa Arabnya:

هو الحديث الذي يخالف فيه الضعيف الثقات

Hadits mungkar adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi yang dha’if dan bertentangan dengan hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang tsiqah.

Hadits Ma’ruf 

Bila dua hadits bertentangan, hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang tsiqah disebut sebagai hadits ma’riuf.

Hadits Mungkar 

Bila dua hadits bertentangan, hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang dha’if disebut sebagai hadits mungkar.

Peringatan (Tanbih)

Karena adanya perbedaan pendapat mengenai definisi hadits mungkar ini, hendaknya kita berhati-hati dalam memahami maupun menggunakan istilah hadits mungkar.

Perbedaan Hadits Mungkar dan Hadits Syadz

Secara sekilas. Definisi hadits mungkar (khususnya definisi yang kedua di atas) itu mirip dengan hadits syadz.

Namun sebenarnya ada perbedaan antara hadits mungkar dan hadits syadz sebagai berikut:

1. Hadits Syadz diriwayatkan oleh perawi yang cukup tsiqah, namun bertentangan dengan hadits yang diriwayatkan dengan jalur perawi yang lebih tsiqah.

2. Hadits Mungkar diriwayatkan oleh perawi yang dha’if dan bertentangan dengan hadits yang diriwayatkan dengan jalur perawi yang tsiqah.

Contoh Hadits Mungkar

Sesuai dengan dua pengertian hadits mungkar di atas, berikut ini kami sampaikan dua contoh hadits mungkar:

Contoh Pertama:

Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Nasa’i:

أخبرنا محمد بن عمر بن علي بن عطاء بن مقدم قال: حدثني يحيى بن محمد بن قيس قال: سمعت هشام بن عروة يذكر عن أبيه عن عائشة قالت: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم: كلوا البلح بالتمر فإن بن آدم إذا أكله غضب الشيطان

Dari Muhammad bin Umar bin Ali bin ‘Atha’ bin Muqaddam, dari Yahya bin Muhammad bin Qais, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah bahwa Rasulullah Saw. bersabda:

“Makanlah balah (kurma yang masih muda) bersama tamar (kurma yang sudah matang). Bila anak Adam (manusia) memakannya, maka setan akan marah.”

Imam Nasa’i memberikan keterangan, bahwa Yahya bin Muhammad bin Qais merupakan seorang perawi hadits yang saleh. Namun bila sebuah hadits diriwayatkan dari jalurnya saja, maka hadits itu sangat diragukan.

Contoh Kedua:

Sebuah hadits yang diriwayatkan dari Habib bin Habib Ziyat, dari Ishaq, dari Izar bin Harits, dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah Saw. bersabda:

مَنْ أَقَامَ الصَّلاَةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَحَجَّ البَيْتَ وَصَامَ رَمَضَانَ وَقَرَى الضَّيْفَ دَخَلَ الجَنَّةَ

“Barangsiapa mendirikan shalat, menunaikan zakat, berangkat haji, puasa, dan memuliakan tamu, maka dia pasti masuk surga.”

Abu Hatim memberikan keterangan, bahwa hadits ini termasuk Hadits Mungkar, karena para perawi selain Habib bin Habib Ziyat meriwayatkan dari Ishaq juga, namun sanadnya berhenti pada Ibnu Abbas.

Maksudnya pernyataan di atas merupakan perkataan Ibnu Abbas, bukan sabda Rasulullah Saw.

Status Hadits Mungkar

Hadits Mungkar termasuk hadits yang dha’if. Tapi hadits mungkar ini masih lumayan baik. Bila dibandingkan Hadits Maudhu’ dan Hadits Matruk.

Jadi urutan hadits yang paling dha’if adalah Hadits Maudhu’. Setelah itu Hadits Matruk. Kemudian Hadits Mungkar.

Tapi sebenarnya hadits maudhu’ itu bukan merupakan hadits. Ibaratnya seperti seseorang yang ikut kuliah. Tapi tidak pernah mendaftar kuliah. Lalu dia mengaku sebagai mahasiswa.

Adapun hadits matruk dan mungkar ini masih hadits. Namun sangat dha’if. Ibaratnya seperti seseorang yang sudah mendaftar sebagai mahasiswa. Tapi kemudian dia melanggar sebuah tata tertib kampus. Sehingga dia harus dikeluarkan, alias drop out.

Penutup

Demikian sedikit penjelasan tentang Hadits Mungkar. Semoga ada manfaatnya bagi kita bersama.

Allahu a’lam.

____________________

Bacaan utama:

Kitab Mabahits fi Ulumil HaditsSyeikh Manna’ al-Qatthanrahimatullah.

Artikel Ta’rif al-Hadits al-Mungkar. Syeikh Muhammad Thaha Sya’ban. alukah.net.

Tags:

0 thoughts on “Hadits Mungkar: Pengertian, Contoh dan Status

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.