SHOPPING CART

close
Belajar Tajwid

Dahsyatnya Al-Qur’an

Demi mengembalikan semangat kita untuk belajar al-Qur’an, marilah kita mengingat bersama akan dahsyatnya himpunan wahyu Allah kepada nabi kita Muhammad saw. ini.

1.    Menjadikan gunung tunduk dan terpecah belah

Allah menjelaskan kehebatan al-Qur’an itu dengan ungkapan: “Bila seandainya al-Qur’an itu diturunkan kepada gunung, pastilah gunung itu akan hancur berantakan.”

لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآَنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

“Kalau sekiranya Kami turunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah-belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” (QS. Al-Hasyr: 21)

Ketika membaca ayat ini, penulis sempat bertanya-tanya, apakah benar gunung bisa hancur dengan dibacakan ayat-ayat al-Qur’an? Setelah membaca penjelasan ayat tersebut dalam Tafsir al-Munir karya Prof. Dr. Wahbah al-Zuhaili, barulah penulis mengerti.

Gunung adalah benda yang nampak demikian perkasa. Ia biasa dijadikan simbol kegagahan bahkan kesombongan. Tubuhnya demikian besar melebihi benda apapun yang ada di muka bumi, selain juga demikian tinggi melebihi benda apapun yang lain. Sampai sekarang manusia belum mampu, atau memang tidak akan pernah mampu membuat bangunan yang segagah dan sekokoh gunung.
Meskipun gunung demikian adanya, seandainya ia memiliki kemampuan untuk mendengar dan memahami, lalu dibacakan padanya ayat-ayat al-Qur’an, pastilah gunung itu akan menjadi tunduk (tidak nampak lagi selalu menjulang dan menantang seperti yang kita saksikan), bahkan ia terpecah-belah dan hancur berantakan.

Itulah perumpamaan yang diberikan oleh Allah tentang gunung ketika berhadapan dengan al-Qur’an. Oleh karena itu, apabila manusia yang diciptakan dengan kemampuan mendengar dan memahami, dibacakan kepadanya ayat-ayat al-Qur’an, lalu tidak mau tunduk, hal itu menunjukkan betapa kerasnya hati manusia itu.

2.    Mengangkat dan menjatuhkan derajat manusia

Kita pasti pernah membaca sejarah kehebatan umat Islam di masa yang telah lalu. Bila kita amati secara seksama, sumber kehebatan umat Islam itu adalah kedekatan mereka dengan al-Qur’an. Lalu kita mendapati bahwa umat yang dahulu demikian dihormati itu menjadi umat yang paling diremehkan oleh umat yang lain. Namun alhamdulillah….

Sedikit demi sedikit, secara perlahan tapi pasti. Dewasa ini kita umat Islam mulai kembali diperhitungkan keberadaannya. Bila kita perhatikan secara seksama, hal ini terjadi juga karena kembalinya umat Islam kepada al-Qur’an.

Nabi Muhammad saw. telah menyampaikan “hukum alam” atau sunnatullah ini dengan sabdanya:

إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

“Sesungguhnya dengan al-Quran ini Allah mengangkat derajat beberapa kaum dan (dengan al-Quran ini pula) Allah merendahkan derajat kaum yang lain.” (HR Muslim)

3.    Isinya 100% adalah benar

Sebuah buku atau kitab ilmiah setidaknya memerlukan revisi sepuluh tahun sekali. Revisi ini diperlukan untuk menyesuaikan isinya dengan perkembangan ilmu pengetahuan manusia yang selalu berkembang dengan penemuan-penemuan ilmiah terbaru. Revisi ini diperlukan untuk semua buku atau kitab, bahkan termasuk kitab suci, kecuali al-Qur’an.

Untuk al-Qur’an, revisi seperti itu tidak pernah dan tidak akan pernah diperlukan, karena isi al-Qur’an tidak perlu dikoreksi. Tidak ada satu pun bukti yang menunjukkan adanya kesalahan kata atau pernyataan dalam al-Qur’an. Padahal al-Qur’an sudah berusia lebih dari seribu empat ratus tahun. Kalaupun dikatakan ada yang perlu dikoreksi, yang perlu dikoreksi itu tidak berkaitan dengan isi al-Qur’an. Yang perlu dikoreksi itu adalah pemahaman manusia tentang makna kosa katanya, seperti makna kata dzarrah dalam surat al-Zalzalah atau kata ‘alaqah dalam surat al-Mu’minun.

Secara tegas, hal ini telah disampaikan sendiri oleh Penulis al-Qur’an, Allah Swt.:
وَإِنَّهُ لَكِتَابٌ عَزِيزٌ . لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ تَنزِيلٌ مِّنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ

“Dan sesungguhnya al-Quran itu adalah kitab yang mulia. Yang tidak datang kepadanya kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya. Yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.” (QS. Fushshilat: 41, 42)

4.    Mudah dipelajari

Dibandingkan dengan mempelajari buku atau kitab manapun, al-Qur’an merupakan kitab yang paling mudah dipelajari, bahkan oleh orang yang tidak mengetahui bahasa Arab sama sekali.

Dalam hal belajar membaca al-Qur’an misalnya, di Indonesia saja sudah banyak metode yang sudah dilahirkan oleh para ulama untuk memberikan alternatif bagi masyarakat umum. Demikian pula dalam hal menghafal al-Qur’an, sudah banyak buku yang terbit dalam rangka memotivasi dan menjelaskan metode menghafal al-Qur’an.

Di samping membaca dan menghafal, kita pun dengan mudah mendapatkan buku atau kitab tafsir al-Qur’an. Puluhan bahkan ratusan buku atau kitab tafsir al-Qur’an dengan berbagai metode memberikan kemudahan kepada kita mempelajari isi al-Qur’an.

Semua kemudahan itu telah disampaikan pula oleh Penulis al-Qur’an, Allah Swt.:

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?” (QS. al-Qamar [54]: 17, 22, 32, 40)

Oleh karena itu, siapa saja sesungguhnya tidak punya alasan yang bisa dibenarkan, mengapa ia tidak bisa memahami makna al-Qur’an. Orang yang berusaha mencari alasan belum bisa memahami al-Qur’an itu sama saja dengan mengatakan bahwa Allah telah berbuat dzalim. Na’udzu billah min dzalik….

Bila kita telah meyakini bahwa Allah-lah yang menurunkan al-Qur’an, tentu kita pun meyakini bahwa Allah pasti juga telah memberikan sarana bagi umat manusia untuk mudah mempelajari al-Qur’an.

Tags:

0 thoughts on “Dahsyatnya Al-Qur’an

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...