SHOPPING CART

close

Inilah 10 Kepribadian Muhammadiyah (Muktamar Tahun 1962)

Kepribadian Muhammadiyah ini dirumuskan oleh sebuah tim khusus yang beranggotakan tujuh orang pada Muktamar di Jakarta tahun 1962. Di mana hal ini merupakan langkah strategis guna menghadapi berbagai peristiwa penting dan berskala nasional kala itu.

Perumusan 10 Kepribadian Muhammadiyah ini menjadi bukti sifat amanah dan istiqamah Persyarikatan Muhammadiyah dalam melaksanakan visi dan misinya. Sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia yang tidak pernah terlibat secara langsung dalam kehidupan politik praktis.

Sejarah 10 Kepribadian Muhammadiyah

Adalah Partai Masyumi lahir dari hasil Kongres Umat Islam di Madrasah Muallimin Yogyakarta pada 7-8 November 1945. Para tokoh Muhammadiyah banyak terlibat di partai ini.

Sejak Dekrit 5 Juli 1959 hingga 11 Maret 1966, Indonesia memasuki masa Demokrasi Terpimpin dan Politik Nasakom. Demokrasi Terpimpin ini ditolak oleh Partai Masyumi dan Partai Sosialis Indonesia. Penentangan ini membuat Soekarno terusik. PKI memanfaatkan kesempatan untuk membujuk pemerintah membubarkan partai penentang tersebut. Terbitlah Surat Keputusan Presiden No. 200 Tahun 1960, yang:

“Membubarkan Partai Politik Masjumi, termasuk bagian-bagian/tjabang-tjabang/ranting-rantingnja diseluruh wilajah Negara Republik Indonesia.”

Pembubaran ini berdampak besar.

Ketika Masyumi bubar, banyak tokoh kembali aktif di Muhammadiyah. Padahal misi, strategi, dan ritme organisasi kemasyarakatan tentu berbeda dengan partai politik. Maka kembalinya para pengurus partai ke Muhammadiyah ini pun disikapi dengan penegasan jati diri Muhammadiyah sebagai payung besar bangsa dan tidak berpolitik partisan.

Bermula dari makalah yang disampaikan Kiai Fakih Usman dalam kursus pimpinan Muhammadiyah di Madrasah Muallimin, pada Ramadhan 1381 H/1961 M, berjudul “Apakah Muhammadiyah itu?”

Pada Muktamar Muhammadiyah ke-35 di Jakarta tahun 1962, dibentuk Tim Perumus dan lahirlah 10 Kepribadian Muhammadiyah.

Dan Muktamar setengah abad ini pun ditutup oleh Presiden Soekarno yang menyampaikan pidato: Makin Lama Makin Cinta.

Baca pula:  Inilah 12 Langkah Muhammadiyah dan Tafsirnya

***

Tim Perumus 10 Kepribadian Muhammadiyah

Tim perumus 10 Kepribadian Muhammadiyah terdiri terdiri dari tujuh orang tokoh Muhammadiyah, yaitu:

– Fakih Usman

– HAMKA

– Wardan Diponingrat

– Djarnawi Hadikusuma

– Farid Makruf

– M. Djindar Tamimy

– M. Saleh Ibrahim.

***

Inilah 10 Kepribadian Muhammadiyah

1. Beramal dan berjuang untuk perdamaian dan kesejahteraan.

2. Memperbanyak kawan dan mengamalkan ukhuwah Islamiyah.

3. Lapang dada, luas pandangan, dengan memegang teguh ajaran Islam.

4. Bersifat keagamaan dan kemasyarakatan.

5. Mengindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan, serta dasar dan falsafah negara yang sah.

6. Amar ma’ruf nahi munkar dalam segala lapangan serta menjadi contoh teladan yang baik.

7. Aktif dalam perkembangan masyarakat dengan maksud ishlah dan pembangunan, sesuai dengan ajaran Islam.

8. Kerjasama dengan golongan Islam manapun juga dalam usaha menyiarkan dan mengamalkan agama Islam serta membela kepentingannya.

9. Membantu pemerintah serta bekerjasama dengan golongan lain dalam memelihara dan membangun Negara untuk mencapai masyarakat adil dan makmur yang diridlai Allah SWT.

10. Bersifat adil serta kolektif ke dalam dan keluar dengan bijaksana.

***

Demikianlah.

Persyarikatan Muhammadiyah selalu bersikap moderat dalam menghadapi pergolakan sosial dan politik di tanah air. Sejak zaman kolonialisme, orde lama. orde baru, orde reformasi dan seterusnya.

Tidak pernah memihak gerakan ekstrim kiri maupun kanan. Selalu di tengah. Untuk senantiasa memberikan sumbangsihnya bagi seluruh bangsa dan rakyat di tanah air, bahkan di muka bumi ini.

____________________

Bahan bacaan: 

– Artikel:  Kepribadian Muhammadiyah , oleh: Muhammad Ridha Basri.

Tags:

0 thoughts on “Inilah 10 Kepribadian Muhammadiyah (Muktamar Tahun 1962)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.