SHOPPING CART

close
Keluarga Sederhana

Sebab-sebab Printer Cepat Rusak: Pengalaman Pribadi

Bagi saya pribadi dan keluarga, printer sudah menjadi satu kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Ketika printer rusak, maka harus segera dibawa kepada tukang servis terdekat, sehingga dalam hitungan hari bisa normal kembali. Kalau tidak bisa diperbaiki, berarti harus segera ganti baru.

Demikianlah yang terjadi dengan printer andalan kami, yaitu Brother DCP J125. Setelah dipakai sekitar tujuh tahun, akhirnya habis sudah masa baktinya.

Sudah saya bawa ke servis resmi, Aston Aslam di Jalan Bendungan Sigura-gura Kota Malang. Kata teknisi, harus ganti head-nya yang tinta hitam. Saya tanyakan berapa harganya, ternyata sangat mahal, sama dengan printer baru, sekitar Rp 750.000.

Sebaiknya saya ganti headnya saja atau beli baru? Dijawab, sebaiknya beli saja yang baru, karena pertimbangan usia juga. Kalau sudah lama dipakai, ganti head, nanti khawatirnya ada masalah lagi pada bagian yang lain. Jadi lebih aman beli yang baru saja.

Brother DCP J125: Sudah banyak jasanya bagi saya dan keluarga.

Brother DCP J125 ini salah satu printer all in one. Ada scanner dan bisa photo copy. Ketika head tinta hitam yang bermasalah, sebenarnya masih ada fungsinya, minimal masih bisa untuk scan. Juga masih bisa ngeprint warna. Apalagi head-nya yang hitam pun belum rusak sama sekali. Masih bisa, namun hasilnya tidak bisa bagus.

***

Mengapa printer bisa rusak?

Printer ini adalah printer saya yang ketiga. Jadi sedikit banyak saya makin paham, mengapa printer bisa rusak. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Pertama, terlalu jarang dipakai.

Inilah yang terjadi dengan printer saya yang pertama. Waktu itu  penghasilan saya memang sangat minim, sehingga harga tinta isi ulang saya anggap sangat mahal.

Sebenarnya sudah ada pesan dari penjual, kalau bisa dipakai tiap hari. Minimal satu halaman. Tapi saya tidak pernah memperhatikan pesan tersebut, alias ngeyel. Sehingga printer pun tidak bisa berusia panjang.

Kedua, terlalu diforsir.

Kebalikan dari yang pertama, printer juga bisa rusak apabila dipaksa kerja terlalu berat. Misalnya dipakai ngeprint 50 halaman secara beruntun. Apalagi sampai seratus halaman.

Printer itu macam-macam jenisnya, sesuai dengan harganya. Semakin mahal, berarti semakin bagus dan bisa diajak kerja keras. Tapi kalau printer harga rendah, maka kita harus tahu diri. Bisa menjaga perasaan printer juga. Kasihan, ibarat manusia tulangnya kecil, tenaganya sangat terbatas.

Bila terpaksa harus ngeprint banyak, misalnya sampai seratus halaman, hendaknya bertahap. Sekali ngeprint 20 halaman dulu, lalu berhenti lima menit. Setelah itu ngeprint lagi 20 halaman, dan istirahat lagi lima menit. Demikian dan seterusnya.

Ketiga, tinta isi ulang tidak original.

Harga tinta original memang lebih mahal. Tapi kalau pakai tinta abal-abal, jadinya kita malah rugi makin banyak. Mungkin seperti kita beli bensin. Lebih aman pergi ke pom bensin. Insya Allah dapat bensin murni, sehingga mesin kendaraan lebih awet.

Keempat, terjatuh.

Nah, inilah yang dialami oleh printer saya yang kedua. Kesenggol lumayan keras, sehingga jatuh dan terbanting, langsung membentur lantai. Badan printer saya cek tidak apa-apa. Tapi ketika saya coba ngeprint tidak bisa. Saya antar ke tukang servis, ternyata memang sudah tidak tertolong. Pasti sedih, tapi apa mau dikata.

Oleh karena itu, printer harus kita letakkan pada tempat yang paling aman. Barang elektronik memang ringkih. Sekali jatuh dari ketinggian, biasanya berakibat fatal. Cukup saya saja, dan cukup sekali itu.

Kelima, sudah waktunya rusak.

Semua benda, baik yang hidup maupun yang mati punya batasan usia. Kalau barang elektronik, biasanya kita pakai patokan garansi. Sudah habis garansi, berarti bonus usia.

Saya sendiri memilih Brother karena garansinya yang panjang, yaitu tiga tahun. Ketika printer saya bermasalah di usianya yang ketujuh, berarti saya sudah menikmati masa bonus lebih dari tiga tahun.

Makin baik kualitas barang elektronik, makin panjang perusahaan berani kasih waktu garansi. Kalau memang barangnya bagus, kenapa tidak berani kasih garansi yang lebih panjang. Itulah logika saya pribadi.

Keenam, dan lain-lain.

Bisa karena kita memakai kertas bekas yang masih ada staplesnya. Kertas terlalu tebal, misalnya kertas karton atau kertas manila, padahal jenis printer tidak mendukung untuk penggunaan tersebut. Atau berbagai sebab yang lain.

Memang lebih baik, bila kita gunakan printer itu setelah membaca buku petunjuknya. Manual Book. Minimal kita baca sekilas. Sangat membantu dalam usaha merawat printer dengan benar.

Dan, inilah printer saya yang baru:

Brother DCP T310

***

Inilah yang bisa saya sampaikan. Kurang dan lebihnya mohon dimaafkan. Matur nuwun sudah bersedia menyimak, semoga bermanfaat.

Tags:

0 thoughts on “Sebab-sebab Printer Cepat Rusak: Pengalaman Pribadi

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Beasiswa

Hukum Keluarga Islam

Klik di sini
Need help?
Bila ada sesuatu yang ingin disampaikan, baik berupa pertanyaan maupun konfirmasi tentang artikel ini, maka kami persilakan...