SHOPPING CART

close

Rasm Utsmani: Pengertian, Contoh & Kaidah

الرَّسْمُ الْعُثْمَانِيُّ

Ar-Rasm al-‘Utsmani

 

Salah satu pembahasan yang sangat penting dalam Ulumul Qur’an atau Pengantar Studi al-Qur’an adalah Rasm Utmani.

Tema Rasm Utmani termasuk pelajaran yang agak rumit. Karena berkaitan dengan masalah bahasa, sejarah penulisan dan pembukuan, qiraat , serta tafsir al-Qur’an.

Namun dalam kesempatan kali ini, kami akan mencoba untuk menyajikan tema ini dengan sesederhana mungkin. Sehingga menjadi mudah untuk dipahami. Bila ada hal-hal yang belum dipahami, maka kami persilakan para pembaca untuk bertanya pada kolom komentar.

Tujuan mempelajari Rasm Utsmani adalah memahami adanya ragam budaya dalam penulisan bahasa. Yang terjadi dalam semua bahasa. Termasuk dalam hal ini adalah bahasa Arab.

Baca pula:  Qira’at dalam Al-Qur’an: Pengertian, Contoh, Pengaruhnya pada Tafsir

***

A. Pengertian Rasm Utsmani

Secara bahasa, Rasm itu artinya: ejaan atau teknik penulisan.

Dalam sejarah ejaan bahasa Indonesia, dahulu kita mengenal istilah ejaan lama dan ejaan baru. EYD: Ejaan Yang Disempurnakan.

Berikut ini beberapa contoh ejaan lama yang kemudian dirubah menjadi ejaan baru:

  • Soekarno – Sukarno
  • Soeharto – Suharto
  • Jusuf – Yusuf
  • Djakarta – Jakarta
  • Jogjakarta – Yogyakarta
  • Bapak mentjari kaju. – Bapak mencari kayu.

Hal ini murni merupakan masalah bahasa. Yang juga terjadi pada bahasa Inggris, misalnya: centre – center, theatre – theater, realise – realize, dan seterusnya. Yang pertama itu disebut sebagai Rasm British. Dan yang kedua disebut sebagai Rasm American.

Adapun kata Utsmani itu merujuk pada Khalifah keempat dari Khulafaur Rasyidin, yaitu Sayyidina Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu.

Itulah pengertian Rasm Utsmani secara bahasa. Nah sekarang, apa itu Rasm Utsmani secara istilah?

Rasm Utsmani juga disebut Rasm Mushhafi dan Khath Utsmani.

Secara istilah, Rasm Utsmani adalah:

هو عبارة عن علم متخصص بصور كلمات القرآن الكريم الموجودة في المصاحف الأولى
والتي تم تدوينها من خلال أقلام الصحابة الكرام رضوان الله عليهم أجمعين

“Sebuah ilmu yang secara khusus menjelaskan tentang tata cara penulisan al-Qur’an al-Karim ketika diturunkan dan berlanjut hingga pembukuannya dengan bantuan tangan para shahabat.”

Rasm Utsmani: ejaan bahasa Arab yang digunakan untuk menuliskan mushaf al-Qur’an waktu pembukuan al-Qur’an pada masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan.

Sama hal dengan Rasm British: ejaan bahasa Inggris yang digunakan oleh orang-orang Inggris Raya.

Sedangkan rasm American: ejaan bahasa Amerika yang digunakan oleh orang-orang Amerika.

***

B. Contoh Rasm Utsmani

Kalau tadi sudah kita sebutkan contoh Rasm Indonesia lama dan Rasm Indonesia Baru. Juga sudah kita sebutkan contoh Rasm Inggris British dan Rasm Inggris American. Sekarang kita sebutkan beberapa contoh Rasm Utsmani.

Sebelumnya, hendaknya kita perhatikan. Bahwa penulisan mushaf al-Qur’an yang asli itu tidak ada harakatnya. Karena pada masa Rasulullah Saw. masih hidup, juga pada masa Khulafaur Rasyidin, harakat itu belum ditemukan. Bahkan juga belum ada titik.

Namun pada kesempatan kali ini kita pakai titik. Karena mustahil saya mengetik huruf Arab tanpa titik. Baik langsung saja nggih, kita masuk ke contoh Rasm Utmani.

1. Kata al-Kitabu

Dalam menuliskan kata al-kitaabu, yang umum adalah: الكتاب.

Namun dalam Rasm Utsmani ditulis dengan: الكتب.

Lalu pada huruf Taa’ itu diberi tanda baca fathah berdiri. Artinya dibaca dua harakat.

2. Kata as-Shalatu

Dalam menuliskan kata ash-shalaatu, yang umum adalah: الصلاة.

Namun dalam Rasm Utsmani ditulis dengan: الصلوة.

Lalu pada huruf Laam itu diberi harakat fathah berdiri. Artinya dibaca dua harakat.

Sedangkan huruf Wau tidak diberi harakat. Artinya huruf Wau tidak dibaca.

3. Kata az-Zakatu

Juga dalam menuliskan kata az-zakaatu, yang umum adalah: الزكاة.

Namun dalam Rasm Utsmani ditulis dengan: الزكوة.

Lalu pada huruf Kaaf diberi harakat fathah berdiri. Artinya dibaca dua harakat.

Sedangkan pada huruf Wau tidak diberi harakat. Artinya tidak dibaca.

Untuk mengecek kebenaran hal itu, kami kutipkan image dari awal surat al-Baqarah sebagai berikut:

al-baqarah:01-05
Al-Qur’an, Surat al-Baqarah ayat 1-5, sumber gambar: islami.com.

Itu hanya contoh. Bila kita cermat, boleh jadi hal ini bisa kita temukan pada setiap halaman mushaf al-Qur’an. Di mana tata cara penulisannya tidak sama dengan kaidah umum dalam Bahasa Arab.

Dahulu ketika masih duduk di bangku SMA/Madrasah Aliyah, saya pun sempat bertanya-tanya mengenai hal ini. Namun jawabannya baru saya temukan ketika membaca kitab Manahilul ‘Irfan fi ‘Ulumil Qur’an. Karya Syeikh Muhammad ‘Abdul ‘Azhim az-Zarqani.

***

C. Kaidah Rasm Utsmani

Berikut ini beberapa kaidah dalam penulisan Rasm Utsmani:

1. Kaidah Badal

Badal artinya: mengganti. Yaitu mengganti suatu huruf dengan huruf yang lain.

Contoh:

– mengganti huruf alif dengan huruf wau, misalnya:

  • الصلاة menjadi: الصلوة
  • الزكاة menjadi الزكوة

– mengganti taa’ marbuthah dengan taa’ maftuhah, misalnya:

  • امرأة menjadi امرأت
  • رحمة menjadi رحمت

2. Kaidah Perbedaan Qiraat

Bila ada perbedaan qiraat al-Qur’an dalam membaca sebuah kata, maka kata itu ditulis dengan qiraat yang lebih banyak digunakan.

Contoh:

  • ملك يوم الدين ditulis dengan ma pendek. Karena qiraat inilah yang lebih banyak digunakan. Bukan ma panjang.
  • اهدنا الصراط المستقيم ditulis dengan huruf ص. Karena qiraat inilah yang lebih banyak digunakan. Bukan dengan س maupun ز.

3. Kaidah Fashal dan Washal

Fashal artinya: memisahkan. Washal artinya: menggabungkan.

Yaitu menggabungkan dua kata yang terpisah, sehingga bersambung seakan merupakan satu kata.

Contoh:

  • عن ما menjadi عما
  • كل ما menjadi كلما
  • إن ما menjadi إما

Untuk lebih lengkapnya mengenai kaidah rasm utsmani ini, silakan pembaca klik link berikut: 6 Kaidah Rasm Utsmani (Kaidah Penulisan Al-Qur’an).

***

D. Tanya-Jawab tentang Rasm Utmani

Siapakah yang menentukan tata cara penulisan mushaf al-Qur’an?

– Yaitu Zaid bin Tsabit. Sebagai ketua panitia pembukuan al-Qur’an. Baik pada masa pemerintahan Abu Bakar ash-Shiddiq, maupun pada masa pemerintahan Utsman bin Affan.

Mengapa dinamakan sebagai Rasm Utsmani?

– Karena pembukuan al-Qur’an yang kedua, dengan fokus penyatuan ejaan mushaf al-Qur’an, itu dilakukan pada masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan.

Bolehkah kita menuliskan mushaf al-Qur’an dengan selain Rasm Utsmani?

– Sebenarnya tidak ada larangan. Namun sebaiknya tidak dilakukan. Karena akan membuat orang awam jadi tambah bingung. Selain itu, penulisan mushaf al-Qur’an dengan Rasm Utsmani itu sudah memperoleh ijma’ ulama. Seluruh ulama sudah sepakat dengan Rasm Utsmani itu sejak zaman dahulu sampai hari ini.

***

Penutup

Demikian sedikit penjelasan mengenai Rasm Utsmani. Semoga ada manfaatnya bagi kita semua.

Allahu a’lam.

_____________________

Sumber bacaan: 

Manahilul ‘Irfan fi ‘Ulumil Qur’an. Syeikh Muhammad ‘Abdul ‘Azhim az-Zarqani.

Ma Huwa al-Khatthul al-‘Utsmani. Syeikh Muhammad Marwan.

Tags:

One thought on “Rasm Utsmani: Pengertian, Contoh & Kaidah

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.